Terlibat Insiden, Da Costa Sebut Lotterer Pecundang

Antonio Felix da Costa menyebut Andre Lotterer sebagai pecundang yang tidak bisa merepresentasikan Formula E.

Terlibat Insiden, Da Costa Sebut Lotterer Pecundang

Lotterer diberikan drivethrough penalty karena mengakibatkan insiden di Tikungan 1 ExCel London. Insiden ini melibatkan pilot TAG Heuer Porsche tersebut dan Da Costa.

Saat itu, Da Costa telah memperkecil jarak dengan Lotterer. Pembalap DS Techeetah itu sedang dalam mode serangan dan mendapatkan tambahan energi sebesar 35kw.

Ia kemudian berada persis di belakang Lotterer pada lap 10, dalam perebutan P12. Da Costa melakukan dummy di sisi luar, dan langsung berganti sisi di belakang rivalnya itu.

Baca Juga:

Tak ingin kehilangan posisi, pilot berkebangsaan Belgia dan Jerman kemudian menutup jalur overtake Da Costa, dengan memepet mobil lawannya itu ke pitwall.

Da Costa tak bisa mengendalikan mobil dan akhirnya menghantam pitwall. Mobilnya mengalami kerusakan pada bagian suspensi kiri depan, dan ia harus berhenti permanen.

Usai balapan, juara FE 2019-2020 itu mengaku balapannya berjalan dengan mulus. Sampai pada akhirnya, ia menyebut Lotterer sebagai pecundang terkait pengalaman kurang menyenangkan di putaran ke-13 Formula E 2020-2021 tersebut.

"Semuanya berjalan dengan lancar, sampai Anda bertemu dengan seorang pecundang. Itu saja yang bisa saya katakan," ujar Da Costa, yang sekarang bertengger di peringkat kelima klasemen pembalap.

"Saya menyalip banyak mobil dan menggunakan attack mode menuju Tikungan 1. Semuanya (yang disalip) menunjukkan rasa respect, kecuali Andre (Lotterer)."

Antonio Felix Da Costa, DS Techeetah, DS E-Tense FE21

Antonio Felix Da Costa, DS Techeetah, DS E-Tense FE21

Foto oleh: Andrew Ferraro / Motorsport Images

Akibat insiden tersebut, pembalap asal Jerman itu diganjar penalti drivethrough. Ia juga mendapatkan penalti poin lisensi sebesar 2 poin. Lotterer sudah mengoleksi 8 poin penalti.

"Hal yang sama selalu terjadi jika balapan bersama orang ini. Saya bahkan tidak bisa mengingat kapan dia menyelesaikan balapan dengan mobil yang masih utuh.

"Mungkin ini salah saya karena saya mengira dia akan balapan dengan bersih. Tapi sayangnya tidak. Apa yang dia lakukan itu kotor, berbahaya. Pembalap yang anti-sportif," Da Costa menambahkan.

dibagikan
komentar
Juara London E-Prix II, Lynn Tak Menderita Lagi

Artikel sebelumnya

Juara London E-Prix II, Lynn Tak Menderita Lagi

Artikel berikutnya

Lotterer Bingung Mengapa Terus Disalahkan

Lotterer Bingung Mengapa Terus Disalahkan
Muat komentar