Da Costa Senang dengan Permukaan Sirkuit New York

Antonio Felix da Costa mengaku senang dengan Sirkuit Jalanan Brooklyn. Ia mengatakan permukaan yang tidak rata di sana mempertahankan karakter sebuah trek.

Da Costa Senang dengan Permukaan Sirkuit New York

Sirkuit Jalanan Brooklyn yang berlokasi di region Red Hook, New York City, Amerika Serikat (AS) memang unik. Ada bekas tambalan beton yang sudah mulai terkikis, kemudian penutup manhole dan sistem drainase yang terletak di akhir tikungan.

Kemudian, bekas ban dan cat yang tertinggal akibat balapan New York City E-Prix sebelumnya, mewarnai permukaan jalanan yang jarang digunakan tersebut.

Mendapatkan pertanyaan apakah karakteristik itu membuat sirkuit menjadi kurang indah dan aman, Antonio Felix da Costa justru memiliki pendapat lain.

Pembalap DS Techeetah tersebut mengatakan bahwa ia senang dengan permukaan yang tidak mulus di Sirkuit Jalanan Brooklyn.

"Saya suka dengan permukaan jalannya. Ada banyak variabel yang membuat jalannya balapan akan semakin sulit," ujar pembalap asal Portugal tersebut kepada Motorsport.com.

"Memang akan membuat kami kesulitan. Ini akan menyulitkan kami saat kualifikasi. Tapi saya sudah tidak ingin lagi memberikan komplain. Tidak baik selalu berpikiran negatif.

"Saya senang dengan banyaknya benda dan variabel di atas lintasan. Ini menarik," da Costa menambahkan.

Baca Juga:

Pendapatnya mengenai permukaan jalanan di Brooklyn tersebut seakan membalas komentar Jean-Eric Vergne soal Sirkuit Migel E. Abed.

Vergne mengatakan bahwa dirinya tidak ingin kembali balapan di venue balap Puebla E-Prix, Meksiko, tersebut, lantaran permukaan lintasan yang buruk.

Hal itu terlihat setelah sirkuit diguyur hujan lebat. Banyak 'gelembung' pada aspal jelang sesi kualifikasi berlangsung. Vergne juga mengatakan bahwa aspal lintasan mengalami kerusakan akibat diguyur hujan.

Memiliki permukaan yang hampir sama kondisinya, Da Costa pun membela New York City, dengan mengatakan bahwa Sirkuit Jalanan Brooklyn memiliki keunikan tersendiri.

"Trek seperti Budapest, Red Bull Ring, lintasan-lintasan yang memiliki karakter sekarang sudah jarang ditemukan atau bahkan tidak ada lagi," ujarnya.

"Budapest dulu merupakan lintasan yang memiliki banyak benturan, bagian-bagian yang retak atau aspal yang berbeda.

"Tapi (setelah diaspal ulang) sekarang trek seperti sebuah gim komputer. Jadi, saya merasa senang bisa kembali balapan di tempat seperti ini, di lintasan yang memiliki karakter."

Antonio Felix da Costa, DS Techeetah, DS E-Tense FE21

Antonio Felix da Costa, DS Techeetah, DS E-Tense FE21

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

Selain Da Costa, pembalap Jaguar Racing, Mitch Evans, juga memiliki pendapat yang sama. Ia mengaku suka dengan lintasan yang memiliki daya cengkeram (grip) non-linear.

Ia juga meminta pihak Formula E untuk memberikan tantangan untuk para pembalapnya di setiap balapan.

"Inilah yang saya rasa para pembalap inginkan, karena lintasan memiliki karakter unik. Ini terasa seperti balap jalanan sungguhan.

"Lebih banyak lubang, lebih banyak benturan, itu akan lebih menantang. Coba berikan semua tantangan yang kalian miliki, kami siap hadapi itu. Karena mobil kami dibuat untuk balapan di jalanan.

"Saya senang saat lintasan memiliki berbagai rintangan. Kami juga tidak ingin balapan berjalan dengan mudah. Kami ingin tikungan yang memiliki daya cengkeram berbeda."

dibagikan
komentar

Video terkait

Seragam Pembalap Mahindra di London E-Prix Didesain oleh Fans

Artikel sebelumnya

Seragam Pembalap Mahindra di London E-Prix Didesain oleh Fans

Artikel berikutnya

Hasil FP1 New York City E-Prix I: Frijns Tercepat dalam Sesi Prematur

Hasil FP1 New York City E-Prix I: Frijns Tercepat dalam Sesi Prematur
Muat komentar