ePrix Montreal batal, Formula E tak cari balapan pengganti

dibagikan
komentar
ePrix Montreal batal, Formula E tak cari balapan pengganti
Oleh: Scott Mitchell
19 Jan 2018 13.32

Formula E tidak akan mengganti dua ronde ePrix Montreal yang dibatalkan, yang membuat jumlah ronde menjadi 12, dan berakhir di New York, Juli 2017.

Robin Frijns, Amlin Andretti Formula E Team
Robin Frijns, Amlin Andretti Formula E Team

Foto oleh: Malcolm Griffiths / LAT Images

Bulan lalu, walikota Montreal membatalkan kontrak untuk menyelenggarakan dua ronde terakhir musim 2017/18.

Seperti yang diberitakan oleh Motorsport.com sebelumnya, Formula E mempertimbangkan beberapa opsi sebagai pengganti. Di antaranya balapan di Birmingham, Inggris, yang terakhir kali menggelar balapan Superprix pada 1990.

Opsi lain yang dihadirkan termasuk menambah balapan kedua dari event yang telah ada seperti ePrix Roma, atau ronde baru di Norisring.

Namun, Motorsport.com mendapatkan informasi bahwa setelah diskusi pada pertemuan dewan FE, diputuskan tidak akan ada pengganti ePrix Montreal.

Sebelumnya, FE telah membuat perjanjian untuk kembali memasukkan Punta del Este ke dalam kalender sebagai pengganti dari ePrix Sao Paulo yang ditunda hingga 2019. 

Untuk Montreal, FE memilih untuk tidak mencari alternatif, yang berarti musim 2017/18 menjadi 12 ronde, yang diakhiri dengan dua balapan di New York pada 16-17 Juli 2018.

Diyakini bahwa opsi menggelar balapan tambahan, dengan beberapa bulan tersisa untuk persiapan dapat menghadirkan masalah yang dapat memberi citra buruk bagi event tersebut.

CEO FE, Alejandro Agag, juga mengatakan kepada Motorsport.com minggu lalu di Marrakesh ia menyukai gagasan untuk menjadikan New York sebagai ronde terakhir musim 2017/18, di mana Formula E membuat sejarah dengan mengadakan balapan besar pertama di kota itu musim lalu.

"Kita melihat pada beberapa alternatif, namun memilih untuk tidak menggantikan Montreal," ungkap juru bicara Formula E.

"Balapan di tengah kota memerlukan perencanaan yang tepat, sementara proses ini membuka beberapa alternatif menarik, kami akan memberi lebih banyak waktu untuk melihat ini sebelum mengusulkan masuknya [ronde baru] ke dalam kalender.

"Balapan terakhir kami [musim ini] akan digelar di New York, dan pastinya akan memberikan latar belakang yang menakjubkan untuk [memperebutkan] mahkota juara tahun ini."

Kondisi ini jelas membuat juara bertahan, Lucas di Grassi, dan timnya, Audi Sport Abt, memiliki kesempatan yang lebih sedikit untuk mengejar ketinggalan setelah awal musim yang buruk.

Ini juga berarti tim secara kolektif kehilangan lebih dari €750.000 dari uang hadiah yang biasanya diberikan berdasarkan poin yang mereka raih.

Selain opsi untuk lebih banyak balapan di sirkuit jalanan, FE juga mempertimbangkan balapan di sirkuit permanen, dengan Donington Park serta Brands Hatch menjadi tempat yang potensial.

Slider
List

Robin Frijns, Amlin Andretti Formula E Team

Robin Frijns, Amlin Andretti Formula E Team
1/5

Foto oleh: Olivier Delorme

Oliver Turvey, NEXTEV TCR Formula E Team

Oliver Turvey, NEXTEV TCR Formula E Team
2/5

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Mitch Evans, Jaguar Racing

Mitch Evans, Jaguar Racing
3/5

Foto oleh: Andrew Ferraro / LAT Images

Lucas di Grassi, ABT Schaeffler Audi Sport

Lucas di Grassi, ABT Schaeffler Audi Sport
4/5

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Lucas di Grassi, ABT Schaeffler Audi Sport

Lucas di Grassi, ABT Schaeffler Audi Sport
5/5

Foto oleh: Andrew Ferraro / LAT Images

Artikel Formula E berikutnya
Formula E lakukan ekspansi grid musim depan

Artikel sebelumnya

Formula E lakukan ekspansi grid musim depan

Next article

Di Grassi tertarik jadi presiden FIA setelah pensiun

Di Grassi tertarik jadi presiden FIA setelah pensiun
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula E
Penulis Scott Mitchell
Tipe artikel Breaking news