Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Masuki Era Gen3, Dan Ticktum Dipertahankan NIO Formula E

Dan Ticktum masih akan tetap membela NIO 333 pada Formula E musim 2022-2023, yang menandai era baru mobil Gen3.

Dan Ticktum, NIO 333, in the garage

Pemuda asal Inggris itu beralih ke kejuaraan dunia elektrik awal tahun ini. Debutnya sebagai rookie berjalan tak mudah. Tetapi, eks driver Formula 2 itu berhasil catatkan satu poin dalam perlombaan di Roma E-Prix.

Melalui pengumuman pada akun media sosial Instagram, Ticktum mengungkapkan telah menjajal mobil baru ER9 Gen3, yang sudah melakoni pengujian di Mallory Park dan Varano.

“Seperti yang diharapkan, saya kembali ke sini, di markas NIO 333,” pembalap berusia 23 tahun tersebut.

“Saya telah menguji mobil (Gen3) beberapa kali, dan ini adalah kemajuan yang besar dari Gen2. Saya benar-benar menikmatinya sejauh ini. Saya benar-benar menantikan era baru balap listrik.”

 

Musim depan, NIO 333 bakal menurunkan duet Sergio Sette Camara serta Dan Ticktum. Keputusan ini pun tak menyisakan ruang kosong bagi Oliver Turvey, harus ucapkan selamat tinggal kepada tim yang diperkuatnya sejak 2014.

Walau Turvey dikaitkan bakal gabung McLaren, berdasarkan informasi yang diperoleh Motorsport.co,  bahwa Jake Hughes yang akan mengemudikan mobil Gen3 pada 2022-2023.

Sementara itu, Sette Camara juga telah menguji mobil Gen3. Dia menggambarkannya sangat menuntut fisik, sembari mengatakan pembalap lain turut merasakan hal serupa.

“Mobil Gen3 tampak sangat fisik. Setiap driver yang saya ajak bicara mengatakan setirnya sangat berat, jadi saya pikir itu adalah sesuatu yang kami semua sepakati,” ucapnya.

“Jadi lebih dari sebelumnya saya akan memberikan perhatian khusus pada kondisi fisik saya tahun ini. Indoor training sangat bagus untuk membangun kekuatan. Outdoor training adalah tempat saya melatih kardio, tetapi saya juga menggunakan waktu itu untuk menjernihkan pikiran.

“Sebagian besar pelatihan saya juga dilakukan pada simulator, yang saya coba lakukan setidaknya setiap minggu.

“Karena kami memiliki waktu terbatas dalam simulator mobil tim FE yang sebenarnya, ini telah menjadi hal terbaik berikutnya.”

Baca Juga:

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya James Rossiter Sudahi Balapan demi Peran Prinsipal Maserati FE
Artikel berikutnya DS Bermitra dengan Penske, Duetkan Vandoorne-Vergne

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia