Formula E usulkan penambahan tenaga Attack Mode

dibagikan
komentar
Formula E usulkan penambahan tenaga Attack Mode
Oleh:
20 Des 2018 14.10

Alejandro Agag mengungkapkan beberapa perubahan kecil di Kejuaraan ABB FIA Formula E, salah satunya dengan menambah tenaga Attack Mode.

Durasi mode menyerang FE, yang bisa diubah FIA di tiap balapan, adalah dua hingga empat menit dengan tenaga hingga 225 kW. Pembalap harus mendekati bagian kanan trek lurus utama Ad Diriyah untuk mengaktifkannya.

Lokasi zona aktivasi sempat menuai kritik dari para pembalap sebelum dimulainya balapan, Sabtu (15/12) sore. Mereka juga meminta efektifitas dari sistem itu usai E-Prix perdana musim ini.

Saat ditanya mengenai Attack Mode pertama, dan apakah FE berniat mengubahnya, Agag menjawab bahwa akan ada perubahan meski tidak besar.

“Tergantung di mana kita menempatkannya di trek, [untuk balapan mendatang],” ucapnya kepada Motorsport.com. “Mungkin dengan sedikit celah energi [tambahan tenaga dengan Attack Mode hanyalah sebesar 25 kW] menjadi salah satu peluang, dengan potensi membuat perbedaannya semakin besar.

“Tapi perbedaannya cukup terlihat. Saya rasa cukup bagi pembalap untuk menyalip. Jadi [dengan] perubahan kecil, bekerja sangat baik. Saya kira ini terobosan untuk motorsport. Ini adalah inovasi luar biasa yang dibawah oleh Formula E. [Saya] sangat bangga,” tutur Agag.

Beberapa pembalap merasa tambahan 25 kW tidaklah cukup untuk menyalip. Ada juga yang mengeluh kehilangan banyak waktu karena melakukan Attack Mode.

Slider
List

Nelson Piquet Jr., Panasonic Jaguar Racing, Jaguar I-Type 3, Oliver Rowland, Nissan e.Dams, Nissan IMO1, Felix Rosenqvist, Mahindra Racing, M5 Electro

Nelson Piquet Jr., Panasonic Jaguar Racing, Jaguar I-Type 3, Oliver Rowland, Nissan e.Dams, Nissan IMO1, Felix Rosenqvist, Mahindra Racing, M5 Electro
1/10

Foto oleh: Malcolm Griffiths / LAT Images

Oliver Rowland, Nissan e.Dams, Nissan IMO1 Lucas Di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler, Audi e-tron FE05, Maximilian Gunther, Dragon Racing, Penske EV-3

Oliver Rowland, Nissan e.Dams, Nissan IMO1 Lucas Di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler, Audi e-tron FE05, Maximilian Gunther, Dragon Racing, Penske EV-3
2/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Mitch Evans, Panasonic Jaguar Racing, Jaguar I-Type 3 side by side with Gary Paffett, HWA Racelab, VFE-05

Mitch Evans, Panasonic Jaguar Racing, Jaguar I-Type 3 side by side with Gary Paffett, HWA Racelab, VFE-05
3/10

Foto oleh: Joe Portlock / LAT Images

Mitch Evans, Panasonic Jaguar Racing, Jaguar I-Type 3 Alexander Sims, BMW I Andretti Motorsports, BMW iFE.18

Mitch Evans, Panasonic Jaguar Racing, Jaguar I-Type 3 Alexander Sims, BMW I Andretti Motorsports, BMW iFE.18
4/10

Foto oleh: Joe Portlock / LAT Images

Nelson Piquet Jr., Panasonic Jaguar Racing, Jaguar I-Type 3 Felix Rosenqvist, Mahindra Racing, M5 Electro

Nelson Piquet Jr., Panasonic Jaguar Racing, Jaguar I-Type 3 Felix Rosenqvist, Mahindra Racing, M5 Electro
5/10

Foto oleh: Joe Portlock / LAT Images

Mitch Evans, Panasonic Jaguar Racing, Jaguar I-Type 3

Mitch Evans, Panasonic Jaguar Racing, Jaguar I-Type 3
6/10

Foto oleh: Malcolm Griffiths / LAT Images

Maximilian Gunther, Dragon Racing, Penske EV-3 Oliver Turvey, NIO Formula E Team, NIO Sport 004

Maximilian Gunther, Dragon Racing, Penske EV-3 Oliver Turvey, NIO Formula E Team, NIO Sport 004
7/10

Foto oleh: Alastair Staley / LAT Images

Maximilian Gunther, Dragon Racing, Penske EV-3

Maximilian Gunther, Dragon Racing, Penske EV-3
8/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Gary Paffett, HWA Racelab, VFE-05

Gary Paffett, HWA Racelab, VFE-05
9/10

Foto oleh: Alastair Staley / LAT Images

Felix Rosenqvist, Mahindra Racing, M5 Electro

Felix Rosenqvist, Mahindra Racing, M5 Electro
10/10

Foto oleh: Alastair Staley / LAT Images

Attack Mode tidak cukup,” sanggah pembalap Audi, Daniel Abt. “Ini lebih pantas disebut ‘mode kalah’ karena Anda kehilangan waktu. Saya turun satu posisi setelah mengaktifkannya, lalu saya tidak pernah bisa kembali karena [energi] 25 kW sangat tidak cukup untuk melakukan gerakan yang sesuai.

“Harusnya kami memiliki 250kW atau berapapun jadi Anda paling tidak bisa berakselerasi sangat baik hingga mampu melakukan gerakan. Saat ini, jika ada yang bertahan Anda tidak akan bisa menyalip. Lucas di Grassi menggaris bawahi keyakinannya bahwa hanya ada sedikit kemungkinan strategi dengan format saat ini.”

Pemenang E-Prix Berlin musim lalu itu menambahkan, “Mungkin dengan Attack Mode saat kualifikasi perbedaannya akan sangat besar. Atau di trek lain mungkin Anda harus menuju pit lane untuk mengaktifkannya. Beberapa hal berbeda untuk solusinya. Sungguh sangat konservatif [di Ad Diriyah].”

Hal berbeda diungkapkan pembalap Virgin Racing, Sam Bird. Ia menilai meski kehilangan banyak waktu, salah satu fitur pendorong energi mobil itu akan memberi tenaga tambahan untuk memperjuangkan posisi.

“Anda [harusnya] kehilangan enam, tujuh, atau delapan detik alih-alih hanya satu,” ujarnya. “Pastinya Anda akan kehilangan posisi. Lalu Anda bertarung dengan orang-orang baru dan harus melewatinya.

“Mirip seperti lap joker rallycross. Konsepnya sama, hanya saja Anda kehilangan enam hingga delapan detik tapi mendapat tenaga lebih untuk tiga lap berikutnya. Hal seperti itu keren,” tutup Bird.

Next article
Porsche tunjuk Neel Jani sebagai pembalap FE

Artikel sebelumnya

Porsche tunjuk Neel Jani sebagai pembalap FE

Next article

Audi tak berkutik di Ad Diriyah

Audi tak berkutik di Ad Diriyah
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula E
Penulis Alex Kalinauckas
Tags formula e , berita formula e