FIA sahkan format baru Formula E

dibagikan
komentar
FIA sahkan format baru Formula E
Alex Kalinauckas
Oleh: Alex Kalinauckas
9 Jun 2018 14.31

FIA telah mengonfirmasi format baru balapan Formula E dengan nama awal 'hyperboost' akan diterapkan mulai musim depan.

Sebelumnya, Motorsport.com telah mengungkap evaluasi format balap 'Mario Bros' yang akan bebarengan dengan penggunaan mobil Gen2 musim depan.

FIA telah merumuskan rencana dari sistem yang tidak akan lagi dinamai hyperboost. Dua mode tenaga wajib digunakan pada setiap balapan.

Mode standar mobil berada di angka 200 kW, dengan mode yang lebih tinggi [225 kW] akan aktif setelah pembalap melewati zona aktivasi.

Dikabarkan, zona tersebut berada di luar racing line untuk memperlambat pembalap. Akan ada layar digital untuk memberitahu para penonton di lintasan.

Pada rencana awal, sistem tersebut bisa digunakan dua kali selama balapan berlangsung, serta berlangsung selama empat menit pada masing-masing penggunaan.

Namun, dilansir dari pernyataan resmi FIA, telah diputuskan bahwa “Jumlah aktivasi dan durasi penggunaan mode tenaga kedua akan ditentukan oleh FIA pada tiap balapan, tergantung karakter masing-masing sirkuit.”

Motorsport.com menerima kabar bahwa setelah presentasi awal hyperboost kepada kelompok kerja olahraga FE, muncul kekhawatiran adanya kekacauan saat balapan berlangsung.

Hal ini dikarenakan kemungkinan tim-tim mengaktifkan sistem pada saat bersamaan, sehingga berpotensi menimbulkan balapan yang tidak sportif.

Mulai musim kelima, pembalap yang menerima fanboost hanya bisa menggunakannya saat berada pada mode tenaga 225 kW. Dorongan dari para penggemar tersebut mampu menaikkan tenaga mobil hingga 250 kW.

Slider
List

Andre Lotterer, DS Virgin Racing

Andre Lotterer, DS Virgin Racing
1/10

Foto oleh: Virgin Racing

Andre Lotterer, DS Virgin Racing

Andre Lotterer, DS Virgin Racing
2/10

Foto oleh: Virgin Racing

Felipe Massa, Venturi Formula E Team

Felipe Massa, Venturi Formula E Team
3/10

Nico Rosberg, kampiun F1, inverstor Formula E, menjajal mobil Gen2 di Sirkuit Tempelhof

Nico Rosberg, kampiun F1, inverstor Formula E, menjajal mobil Gen2 di Sirkuit Tempelhof
4/10

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

Nico Rosberg, kampiun F1, inverstor Formula E, menjajal mobil Gen2 di Sirkuit Tempelhof

Nico Rosberg, kampiun F1, inverstor Formula E, menjajal mobil Gen2 di Sirkuit Tempelhof
5/10

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

Tom Dillmann, Venturi Formula E Team

Tom Dillmann, Venturi Formula E Team
6/10

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

Jérôme d'Ambrosio, Dragon Racing

Jérôme d'Ambrosio, Dragon Racing
7/10

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

Lucas di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler

Lucas di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler
8/10

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

Nick Heidfeld, Mahindra Racing

Nick Heidfeld, Mahindra Racing
9/10

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

Luca Filippi, NIO Formula E Team

Luca Filippi, NIO Formula E Team
10/10

FIA juga telah mengumumkan perubahan format durasi balapan FE, dari hitungan lap menjadi waktu maksimum 45 menit ditambah satu lap.

“Kejuaraan ABB FIA Formula E selalu menghadirkan balapan kompetitif yang sulit ditebak hasilnya,”ujar Alejandro Agag selaku CEO Formula E.

“Formula E adalah sinonim dari inovasi dan pemelopor teknologi baru. Itulah yang akan kita lihat lagi musim depan dengan performa dan efisiensi mobil futuristik Gen2, serta mencoba konsep unik dan radikal untuk menyambut era baru Formula E.

“Format baru, serta pemisahan tenaga yang mulai digunakan pada musim kelima akan menambah elemen strategi ekstra, serta tetap menyuguhkan kompetisi intens dan menarik antar pembalap bertalenta dan pabrikan terbesar motorsport.

“Saya menantikan aksi mobil dan format baru yang bertarung di kota-kota ikonik dunia, mulai Ad Diriyah di Desember.”

Artikel Formula E berikutnya

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula E
Penulis Alex Kalinauckas
Tipe artikel Breaking news