Formula E Akan Perkenalkan Format Kualifikasi Baru

Formula E sedang bersiap untuk mengubah format kualifikasi yang tidak populer untuk musim 2021/2022, sambil menunggu persetujuan dari pertamuan Dewan Olahraga Motor Dunia FIA, akhir pekan ini.

Formula E Akan Perkenalkan Format Kualifikasi Baru

Sejak musim 2018/2019, ajang balap mobil listrik, Formula E, telah menggunakan sistem kualifikasi grup yang secara efektif menghukum driver dengan posisi terbaik di kejuaraan.

Pembalap dibagi menjadi enam kelompok kualifikasi, dalam urutan menurun, dengan hasil bahwa pilot terkemuka memiliki kondisi trek terburuk dan sering berakhir di dekat bagian belakang grid.

Konsep ini terbukti berhasil dalam menjaga pertarungan Formula E tetap terbuka, tetapi telah banyak dikritik oleh pembalap karena terlalu dibuat-buat dan secara tak langsung menghukum pemain terbaik.

Formula E malah mengusulkan untuk memperkenalkan format gaya turnamen knock-out yang menurut Alberto Longo (Pendiri dan CCO) telah dirancang agar lebih mudah dipahami para penggemar.

Dengan format ini nantinya pembalap akan dibagi menjadi dua grup, dengan empat  tercepat di setiap grup masuk ke babak perempat final satu lawan satu.

Pemenang dari empat duel ini akan maju ke dua semifinal, setelah itu dua peserta tercepat akan bertarung langsung untuk pole position.

Berbicara pada konferensi pers di Meksiko, Longo mengonfirmasi format baru kualifikasi, menjelaskan bahwa itu adalah hasil dari tekad untuk menyederhanakan balapan.

“Kami kembali ke dasar, tetapi kami juga ingin menjadi inovatif. Format ini sangat bisa dipahami karena semua orang memahami undian final turnamen tenis. Secara visual sangat menarik dan di televisi kami akan menawarkan sesuatu yang spektakuler,” kata Longo.

“Kuncinya ada di dua grup pertama yang masing-masing terdiri dari 11 pembalap, mereka akan memiliki kesempatan untuk melakukan beberapa lap cepat selama 12 menit kualifikasi akan berlangsung. Setelah itu kami akan menentukan empat pembalap tercepat di setiap grup.

“Di babak perempat final, yang tercepat dari grup satu akan berhadapan dengan pembalap peringkat keempat dari grup dua dan seterusnya.

“Dari situ, kami akan maju ke semifinal dan dua finalis. Siapa pun yang memenangkan duel itu akan menjadi polesitter.”

Antonio Felix Da Costa, DS Techeetah, DS E-Tense FE21, Lucas Di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler, Audi e-tron FE07

Antonio Felix Da Costa, DS Techeetah, DS E-Tense FE21, Lucas Di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler, Audi e-tron FE07

Foto oleh: Sam Bloxham / Motorsport Images

Alberto Longo menjelaskan bahwa ia yang melontarkan gagasan itu, tetapi saran untuk format baru datang dari Sam Bird. Format baru ini akan diratifikasi oleh WMSC pada 15 Oktober mendatang.

Musim 2021/2022, akan dimulai pada 28-29 Januari di Arab Saudi dengan double-header, sebelum melakukan perjalanan ke Meksiko untuk melakoni satu-satunya balapan di Amerika Latin pada 12 Februari, di Autodromo Hermanos Rodriguez.

Baca Juga:

dibagikan
komentar

Video terkait

Jika Tinggalkan FE, Lucas di Grassi Sempat Pertimbangkan DTM

Artikel sebelumnya

Jika Tinggalkan FE, Lucas di Grassi Sempat Pertimbangkan DTM

Artikel berikutnya

Jakarta Gelar Putaran Kesembilan Formula E 2022

 Jakarta Gelar Putaran Kesembilan Formula E 2022
Muat komentar