Formula E Sukses karena Mengedepankan Isu Penting

Presiden Federasi Otomotif Internasional (FIA), Jean Todt, mengungkapkan bahwa Formula E bisa berkembang pesat karena mengedepankan isu penting.

Formula E Sukses karena Mengedepankan Isu Penting

Formula E dinilai menjadi ajang balap yang berkembang secara pesat. FIA baru memberi label kejuaraan dunia setelah ajang tersebut memasuki musim ketujuh.

FE sendiri pertama kali diselenggarakan pada musim 2014-2015. Ada beberapa faktor yang membuat kompetisi tersebut langsung digandrungi banyak penggemar otomotif.

Pertama, format balapan yang unik saat itu (para pembalap berlarian mengganti mobil pada saat pit stop), ditambah dengan atmosfer festival musik. Tak heran kalau banyak pecinta motorsport dibuat penasaran dengan jalannya balapan.

Baca Juga:

Selain itu, fan tidak bisa menebak atau memprediksi siapa yang akan memenangi balapan. Dari enam ronde pertama Formula E 2014-2015 saja, terdapat enam pemenang yang berbeda.

Selain jalannya lomba yang menarik dan tak bisa diprediksi, menurut Jean Todt, selaku presiden FIA, Formula E cepat mencuri atensi karena mengedepankan isu penting dalam dunia otomotif.

Ya, dunia otomotif saat ini tengah berusaha untuk mengalihkan fokus mereka, memproduksi kendaraan bertenaga elektrik, agar dapat meminimalisir kadar polusi udara.

Formula E pun dianggap menjadi wadah yang tepat bagi pabrikan, untuk mendemonstrasikan teknologi kendaraan elektrik mereka.

Robin Frijns, Envision Virgin Racing, Audi e-tron FE07 Sam Bird, Jaguar Racing, Jaguar I-Type 5

Robin Frijns, Envision Virgin Racing, Audi e-tron FE07 Sam Bird, Jaguar Racing, Jaguar I-Type 5

Foto oleh: Alastair Staley / Motorsport Images

"Yang pasti, mereka mengedepankan isu penting yang tengah terjadi saat ini," ujar mantan prinsipal tim Formula 1 Ferrari itu.

"Kendaraan elektrik memang dibuat untuk para pengendara otomotif di kota-kota besar. Ini karena kadar polusi kota-kota besar yang tinggi, dan kami menyadari 50 persen populasi dunia hidup di kota-kota besar.

"Kami juga menyadari bahwa kendaraan listrik memiliki beberapa batasan. Mereka butuh waktu untuk mengisi daya mesin. Tapi tentu saja itu akan berubah seiring berjalannya waktu, dengan banyak pabrikan yang mulai mengubah fokus mereka dan bergabung ke Formula E."

dibagikan
komentar
Lebih Fleksibel, Alasan Audi Pindah ke Dakar
Artikel sebelumnya

Lebih Fleksibel, Alasan Audi Pindah ke Dakar

Artikel berikutnya

Lucas di Grassi Sambut Baik Perubahan Layout Roma e-Prix

Lucas di Grassi Sambut Baik Perubahan Layout Roma e-Prix
Muat komentar