Lima persepuluh detik tentukan gelar Formula E

dibagikan
komentar
Lima persepuluh detik tentukan gelar Formula E
Diterjemahkan oleh: Cep Goldia
3 Jul 2016 05.33

Tim ABT Schaeffler Audi Sport mengakhiri musim ini dengan posisi kedua di klasemen pembalap dan tim, ditambah podium yang diraih oleh Daniel Abt.

Lucas di Grassi, ABT Schaeffler Audi Sport
Lucas di Grassi, ABT Schaeffler Audi Sport

Pecinta motorsport baru saja menyaksikan akhir dari pekan Formula E yang menegangkan di mana Lucas di Grassi bertarung untuk merebutkan gelar hingga ke menit-menit terakhir, namun pada akhirnya Sébastien Buemi menunjukkan bahwa balapan berpihak kepadanya dengan mendapatkan dua poin dari lap tercepat. Tim ABT Schaeffler Audi Sport mengakhiri musim dengan posisi kedua di klasemen pembalap dan tim, dan tambahan podium bagi pembalap muda, Daniel Abt.

Akhir dari sepuluh ronde ini tidak tertandingi dari segi drama, menyisakan dua pembalap yang saling bersaing untuk merebutkan gelar, Lucas di Grassi dan Sébastien Buemi, memulai balapan dengan perolehan poin yang sama, saling bertabrakan di lap pertama dan tercecer ke barisan belakang. Sejak terjadinya momen tersebut, tinggal satu pertanyaan yang tersisa: Siapa yang akan mencetak lap tercepat untuk poin bonus dan menjadi pemilik gelar juara umum? Buemi menjawabnya dengan mencatatkan waktu lebih cepat 0,483 detik dari lap yang dicatat oleh di Grassi.

“Selamat kepada Sebastien. Ia adalah pembalap yang kuat dan tanpa keraguan, berhak untuk menjadi kampiun Formula E,” sebut Lucas di Grassi. “Namun, kami harus pulang dari London dengan tetap semangat. Kami masih mampu bertarung untuk gelar hingga balapan terakhir – seluruh mekanik, insinyur, dan penggemar kami seharusnya bangga dengan ini, karena saya sendiri bangga”. Pembalap asal Amerika Latin ini berhasil meraih tujuh podium di sepuluh balapan musim ini dan merebut tiga kali juara. Di Grassi: “Tentu saja kami kecewa hari ini. Namun kami akan mulai memikirkan untuk musim depan besok dan besoknya lagi. Kami akan lebih kuat dari sebelumnya.”

Debat penuh Kontroversi

Kejadian di lap pertama menjadi sumber dari debat kontroversial di antara para steward dan pada akhirnya berakhir dengan pemberian hukuman waktu kepada Lucas di Grassi. Di Grassi memulai balapan di posisi ketiga, di belakang Buemi dan pemenang balapan, Nicolas Prost, dan kemudian menyentuh Prost dalam usahanya untuk menyalipnya dan kemudian menabrak sang juara umum baru. “Sebastien mengerem terlalu awal dari biasanya dan saya sedang sedikit agresif dengan usaha overtaking karena saya tahu harus menyusul Nico di saat start untuk mampu bertahan di lomba,” kata sang pembalap Brasil, sambil menjelaskan situasi tersebut. “Di saat semuanya dipertaruhkan, hal seperti ini bisa saja terjadi.”

Balapan solid Daniel Abt

Di saat seluruh mata memandang perebutan titel, hampir tidak ada yang memperhatikan kuatnya balapan yang dilakukan oleh Daniel Abt. Di umur 23, pembalap termuda di lintasan ini langsung memanfaatkan kecelakaan yang ada di depannya, kemudian mendahuli kompatriotnya, Nick Heidfeld, dengan manuver yang berani yang memberikannya posisi kedua di depan ribuan penonton di Battersea Park. Ini adalah raihan podium ketiganya tahun ini dan juga memberikannya posisi tujuh di klasemen, sekaligus membuktikannya sebagai pembalap Jerman terbaik di lintasan.

Terlepas dari apa yang terjadi di balapan penentu gelar, Hans-Jürgen Abt memberikan pendapatnya, dengan reaksi positif: “Di tahun kedua, Formula E telah membuktikan keberadaannya sebagai kejuaraan paling inovatif dan mencengangkan di dunia. Alejandro Agag dan timnya patut diapresiasi karena mampu membuat pencapaian ini. Dan melihat kalender balap untuk musim depan, jelas sekali bahwa masa depan kejuaraan ini sangat terang.

Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh mekanik, insinyur, mitra, penggemar, dan pembalap kami, Daniel dan Lucas. Mereka telah membentuk musim ini dengan performa dan sikap mereka, serta telah menciptakan momen-momen yang sulit untuk dilupakan. Kami akan menciptakan motivasi baru dari sini dan untuk ke depannya kami akan memberikan segalanya untuk menjadi penantang perebutan piala, sampanye, dan gelar. Lucas pada khususnya telah mendemonstrasikan momen kekalahan sehingga kami dengan senang hati akan berkompetisi lagi besok hari.”

Musim terbaru Formula E akan meliputi 14 balapan di 12 ronde dan akan dimulai di Hong Kong pada tanggal 9 Oktober. Generasi baru mobil balap elektrik, ABT Schaeffler, telah dihomologasi dan kedua pembalap akan tetap membalap bersama tim.

ABT Schaeffler Audi Sport

Artikel berikutnya
Buemi hilang respek kepada di Grassi karena "berbohong"

Artikel sebelumnya

Buemi hilang respek kepada di Grassi karena "berbohong"

Artikel berikutnya

Renault e.dams menangkan gelar Formula E untuk kedua kalinya

Renault e.dams menangkan gelar Formula E untuk kedua kalinya
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula E
Event London ePrix
Sub-event Pascabalapan, Minggu
Lokasi Streets of London
Pembalap Lucas di Grassi , Daniel Abt
Tim Team Abt
Jadilah yang pertama untuk mendapatkan
berita terbaru