McNish: Mustahil rasanya Audi bisa menangi gelar FE

dibagikan
komentar
McNish: Mustahil rasanya Audi bisa menangi gelar FE
Oleh: Alex Kalinauckas
7 Agt 2018 12.08

Allan McNish mengaku tidak percaya bila ada yang bilang Audi bisa merebut gelar tim Formula E 2017/18, mengingat buruknya performa tim di awal musim.

Lucas di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler
Lucas di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler
Lucas di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler
Lucas di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler
Daniel Abt, Audi Sport ABT Schaeffler
Daniel Abt, Audi Sport ABT Schaeffler
Daniel Abt, Audi Sport ABT Schaeffler
Daniel Abt, Audi Sport ABT Schaeffler
Daniel Abt, Audi Sport ABT Schaeffler, wins the Berlin ePrix

Sejak beralih menjadi tim pabrikan pada musim keempat FE, masalah reliabilitas menghantui bagian inverter mobil e-tron FE04. Akibatnya, Lucas di Grassi, kampiun musim ketiga, tampil buruk pada empat balapan pertama.

Setelah gagal finis dua kali, Di Grassi terpaksa kembali gagal menyelesaikan balapan ronde keempat di Santiago akibat masalah inverter. Rekan setimnya, Daniel Abt, mengalami nasib serupa akibat kecelakaan. Saat itu, Audi berada di posisi kesembilan klasemen tim, berbekal 12 poin.

Namun, Audi kembali bangkit dengan mengamankan empat kemenangan dan 11 podium di delapan ronde berikutnya, hingga akhirnya tim Jerman tersebut menjadi tim terbaik dengan selisih dua poin dari Techeetah.

“Saya rasa Anda bercanda,” ujar McNish kepada Motorsport.com mengenai pendapat Audi mampu memenangi gelar tim terbaik meski terkendala berbagai masalah di awal musim.

“Tidak mungkin rasanya kami bisa memenanginya, terlebih saat saya keluar paddock di Santiago. Target kami awalnya hanya posisi keempat atau kelima, lalu, oh ternyata kami bisa lebih dari ini.

Akhirnya kami bisa melakukannya. Terkadang, keberuntungan memihak pada mereka yang berani.

“Agak surealis memang, tapi rasanya menyenangkan. Sungguh melegakan, sekaligus membanggakan karena kami mampu melakukan perlawanan balik terbaik sepanjang karier saya di Audi.”

Slider
List

Daniel Abt, Audi Sport ABT Schaeffler

Daniel Abt, Audi Sport ABT Schaeffler
1/10

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

Andre Lotterer, Techeetah, Lucas di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler

Andre Lotterer, Techeetah, Lucas di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler
2/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Daniel Abt, Audi Sport ABT Schaeffler, Felix Rosenqvist, Mahindra Racing

Daniel Abt, Audi Sport ABT Schaeffler, Felix Rosenqvist, Mahindra Racing
3/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Lucas di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler, Nelson Piquet Jr., Jaguar Racing

Lucas di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler, Nelson Piquet Jr., Jaguar Racing
4/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Daniel Abt, Audi Sport ABT Schaeffler

Daniel Abt, Audi Sport ABT Schaeffler
5/10

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

Jean-Eric Vergne, Techeetah, Lucas di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler

Jean-Eric Vergne, Techeetah, Lucas di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler
6/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Lucas di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler, finishes 2nd

Lucas di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler, finishes 2nd
7/10

Foto oleh: Alastair Staley / LAT Images

Podium: 1. Jean-Eric Vergne, Techeetah, , 2. Lucas di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler, 3. Daniel Abt, Audi Sport ABT Schaeffler

Podium: 1. Jean-Eric Vergne, Techeetah, , 2. Lucas di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler, 3. Daniel Abt, Audi Sport ABT Schaeffler
8/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Lucas di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler, Jean-Eric Vergne, Techeetah., Daniel Abt, Audi Sport ABT Schaeffler, dalam konferensi pers pascabalapan

Lucas di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler, Jean-Eric Vergne, Techeetah., Daniel Abt, Audi Sport ABT Schaeffler, dalam konferensi pers pascabalapan
9/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Lucas di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler

Lucas di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler
10/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Musim 2017/18 merupakan kali pertama kampiun Le Mans tiga kali, Allan McNish, didapuk sebagai team principal.

Saat ditanya apa yang kini ia pahami mengenai debut sebagai bos tim FE, McNish mengaku,”Saya tahu akan berat.

“Ini bukanlah tentang performa mobil, namun lebih ke memaksimalkan setiap hal di kejuaraan ini. Anda tidak mungkin menguasai setiap hal.

“Itulah masalahnya. Anda hanya bisa mengontrol bagian sangat kecil dari kejuaraan. Sebagian lainnya sengaja tidak bisa dikendalikan, contohnya setelan kualifikasi. Agak sedikit bertaruh saat kualifikasi dengan bagian berbeda. Paling tidak, kompetitor juga mengalami hal sama.

“Di saat jiwa Audi saya tidak suka hal itu, jiwa fans saya justru menyukainya.

“Jiwa membalap saya bilang, bila terus tampil lebih baik dari kompetitor, kita bisa memenangi gelar di akhir musim. JEV adalah pembalap cemerlang tahun ini. Ia layak mendapatkannya.”

Artikel Formula E berikutnya
Kejar Rosenqvist, Heidfeld: Ini adalah hal baru

Artikel sebelumnya

Kejar Rosenqvist, Heidfeld: Ini adalah hal baru

Next article

Vergne: Kompetitor akan ketar-ketir dengan duet Techeetah-DS

Vergne: Kompetitor akan ketar-ketir dengan duet Techeetah-DS
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula E
Penulis Alex Kalinauckas
Tipe artikel Breaking news