Michelin: F1 tak berani ambil risiko seperti WEC/Formula E

Michelin merasa senang bisa berkomitmen di ajang Formula E dan FIA World Endurace Championship karena dinilai lebih berani mengambil risiko ketimbang Formula 1.

Michelin tyres detail

Michelin, yang terakhir kali memasok ban F1 pada 2008, baru-baru ini memperpanjang kontrak untuk menjadi pemasok resmi ban Formula E hingga 2020.

Dalam ajang single-seater elektrik tersebut, Michelin memperkenalkan ban khusus yang bisa digunakan untuk segala cuaca. Sementara di WEC, pabrikan asal Perancis itu meluncurkan ban slick-intermediate pada 2012.

Bos Michelin, Pascal Couasnon, mengisyaratkan bahwa kategori balap sportscar dan Formula E dinilai lebih cocok untuk berinovasi ketimbang F1.

"Sebagai pemimpin pasar, kami senang mengambil risiko, ingin tetap seperti itu," kata Couasnon kepada Motorsport.com. "Bertahun-tahun kami telah berbicara soal ban 18 inci dengan Formula 1, mungkin sejak 2010. Tapi kami belum bisa meyakinkan mereka untuk mengambil risiko itu.

"Di WEC kami meluncurkan ban slick yang berfungsi dalam kondisi hujan, itu cukup gila tapi berhasil. Kami ingin seperti itu."

Couasnon kemudian berkata bahwa keinginan Formula E untuk memakai ban segala cuaca dianggap telah menyiarkan pesan yang sama seperti Michelin soal relevansi mobil jalanan.

"Mungkin kami akan membawa konsep ini ke ajang balap lain," tambahnya. "Mengapa tidak? Anda harus bisa mencari pihak lain yang berani mengambil risiko.

"Memperkenalkan ban 18 inci pada mobil open-wheel, sesuatu yang saat itu masih merupakan konsep asing, dan akhirnya berhasil. Itu adalah langkah yang sempurna dan kami ingin melanjutkannya."

1/8

Foto oleh: PhotoCiabatti

2/8

Foto oleh: LAT Images

3/8

Pascal Couasnon, Michelin

6/8

Foto oleh: LAT Images

7/8

Foto oleh: LAT Images

8/8

Foto oleh: Adrenal Media
Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula E , WEC
Tipe artikel Breaking news
Tag michelin