Pengalaman pembalap multidisiplin: Lynn dan Rosenqvist

dibagikan
komentar
Pengalaman pembalap multidisiplin: Lynn dan Rosenqvist
Oleh: Wisnu Setioko
29 Agt 2018 09.12

Mungkinkah pembalap yang berlaga di berbagai kejuaraan dalam satu musim bisa tampil apik? Simak komentar dari Alex Lynn dan Felix Rosenqvist berikut!

Bagi pembalap kompetitor kejuaraan dunia seperti Formula 1 dan MotoGP, rasanya cukup mustahil untuk serius di ajang lainnya. Untuk saat ini, Fernando Alonso bisa menjadi contoh dengan mengikuti F1 dan World Endurance Championship di saat bersamaan.

Bila melihat ajang lain seperti sportscar dan balap turing, bukan menjadi rahasia bila kebanyakan dari mereka suka mengambil beberapa pekerjaan di waktu bersamaan, alias ikut berbagai balapan dalam satu musim.

Jurnal FIA, AUTO, mewawancarai mereka beberapa waktu lalu. Berikut ini petikan wawancaranya.

Slider
List

Alex Lynn, DS Virgin Racing

Alex Lynn, DS Virgin Racing
1/8

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Alex Lynn, DS Virgin Racing

Alex Lynn, DS Virgin Racing
2/8

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

Alex Lynn, DS Virgin Racing

Alex Lynn, DS Virgin Racing
3/8

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Alex Lynn, DS Virgin Racing

Alex Lynn, DS Virgin Racing
4/8

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

#97 Aston Martin Racing Aston Martin Vantage AMR: Alex Lynn, Maxime Martin, Jonathan Adam

#97 Aston Martin Racing Aston Martin Vantage AMR: Alex Lynn, Maxime Martin, Jonathan Adam
5/8

Foto oleh: JEP / LAT Images

#97 Aston Martin Racing Aston Martin Vantage AMR: Alex Lynn, Maxime Martin, Jonathan Adam

#97 Aston Martin Racing Aston Martin Vantage AMR: Alex Lynn, Maxime Martin, Jonathan Adam
6/8

Foto oleh: JEP / LAT Images

#97 Aston Martin Racing Aston Martin Vantage AMR: Alex Lynn, Maxime Martin

#97 Aston Martin Racing Aston Martin Vantage AMR: Alex Lynn, Maxime Martin
7/8

Foto oleh: Andreas Beil

#97 Aston Martin Racing Aston Martin Vantage AMR: Alex Lynn, Maxime Martin, Jonathan Adams

#97 Aston Martin Racing Aston Martin Vantage AMR: Alex Lynn, Maxime Martin, Jonathan Adams
8/8

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Lynn: Seperti badminton dan tenis

Selain membela DS Virgin Racing di Formula E, Lynn juga membuktikan ketahanannya di WEC dengan pengalaman di dua kelas berbeda, LMP2 (Manor) dan GTE Pro. (Aston Martin).

Dengan mantap, ia yakin bisa berprestasi balapan di berbagai ajang, meski terdapat sejumlah perbedaan pada Formula E dan balap GT yang tengah ia lakoni.

Menurut rekan setim Sam Bird di DS Virgin Racing tersebut, Formula E dan balap GT seperti badminton dan tenis. Kelihatannya serupa, namun ada sejumlah perbedaan, seperti tenaga penggerak dan durasi balapan.

“Tentu saja bisa! [Peluang pembalap multidisplin berprestasi]. Formula E dan GTE Pro sangat berbeda, yang satu balap mobil elektrik berdurasi singkat, satunya lagi memakai mobil bensin. Rasanya seperti badminton dan tenis. Mirip-mirip tapi masih ada beberapa perbedaan.”

Lynn berujar bahwa latihan di balap single-seater listrik tidak seintens di balap ketahanan.

“Di Formula E, Anda cukup menjaga berat badan, sedangkan di balapan seperti Le Mans 24 Jam dan Nurburgring 24 Jam, fisik prima jauh lebih penting,” ungkap pembalap Inggris tersebut.

“Di Le Mans, saya menargetkan bisa mengemudi tiga jam dalam satu periode, sedangkan kalau di Formula E satu balapan hanya berdurasi satu jam.

“Intinya sama. Bila terus fokus saat balapan, Anda akan terbiasa,” tuturnya.

Bersama Bird, ia membawa DS Virgin Racing ke posisi ketiga klasemen akhir Formula E 2017/18.

Baca Juga:

Slider
List

Felix Rosenqvist, Mahindra Racing

Felix Rosenqvist, Mahindra Racing
1/8

Foto oleh: Steven Tee / LAT Images

Felix Rosenqvist, Mahindra Racing

Felix Rosenqvist, Mahindra Racing
2/8

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Felix Rosenqvist, Mahindra Racing

Felix Rosenqvist, Mahindra Racing
3/8

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

Felix Rosenqvist, Mahindra Racing, bersama kampiun Formula 1, Nico Rosberg

Felix Rosenqvist, Mahindra Racing, bersama kampiun Formula 1, Nico Rosberg
4/8

Foto oleh: Alastair Staley / LAT Images

#6 WAKO’S 4CR LC500

#6 WAKO’S 4CR LC500
5/8

Foto oleh: Masahide Kamio

#6 WAKO’S 4CR LC500

#6 WAKO’S 4CR LC500
6/8

Foto oleh: Masahide Kamio

Kazuya Oshima dan Felix Rosenqvist(#6 WAKO'S 4CR LC500)

Kazuya Oshima dan Felix Rosenqvist(#6 WAKO'S 4CR LC500)
7/8

Foto oleh: Masahide Kamio

#6 WAKO’S 4CR LC500

#6 WAKO’S 4CR LC500
8/8

Foto oleh: Masahide Kamio

Rosenqvist: Berganti-ganti mobil menguntungkan pembalap

Hal senada diungkapkan Rosenqvist, pembalap Mahindra di Formula E, serta Team LeMans Wako’s di Super GT. Meski demikian, ia tidak memungkiri adanya kesulitan menjalani balapan ekstra, seperti persiapan dari satu balapan ke balapan lainnya serta kurangnya tidur.

“Saat Anda berkomitmen menjalani berbagai balapan, akan banyak jadwal tambahan yang mengikuti, seperti workshop tim, seat fitting, tes simulator dan di trek,” ungkapnya. “Secara logistik cukup ngeri memang.

“Soal jet lag, tidak ada obat untuk itu. Saya harus terbiasa akan hal itu meski pernah berkali-kali mengalami kesulitan tidur di malam hari jelang balapan akhir pekan.”

Meski demikian, rekan satu mobil Kazuya Oshima di mobil Lexus LC500 #6 Super GT tersebut merasakan  keuntungan dengan mencoba beberapa mobil di waktu bersamaan.

“Berganti-ganti mobil sebenarnya menguntungkan pembalap,” akunya. “Mengemudikan dua hingga tiga mobil dalam satu musim seperti menemukan cara baru naik sepeda.

“Orang-orang bisanya cuma naik sepeda maju. Tapi dengan cara seperti ini, Anda bisa tahu cara mengendarai sepeda secara mundur.”

Rosenqvist sempat memenangi dua balapan awal Formula E musim ketiga meski harus berakhir di posisi keenam klasemen pembalap.

Baca Juga:

Nantikan pengalaman balapan multidisiplin Lance Stroll dan Alinka Hardianti, minggu depan hanya di Motorsport.com Indonesia!

Slider
List

Lance Stroll, Williams Racing

Lance Stroll, Williams Racing
1/2

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Alinka Hardianti, Toyota Team Indonesia

Alinka Hardianti, Toyota Team Indonesia
2/2

Foto oleh: Toyota Team Indonesia

(Diintisarikan dari jurnal FIA, AUTO, edisi ke-22)

Artikel Formula E berikutnya
Formula E umumkan jadwal tes pramusim 2018/19

Artikel sebelumnya

Formula E umumkan jadwal tes pramusim 2018/19

Next article

Formula E siapkan ajang off-road elektrik

Formula E siapkan ajang off-road elektrik
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan Super GT , WEC , Formula E
Pembalap Felix Rosenqvist , Alex Lynn
Penulis Wisnu Setioko
Tipe artikel Special feature