Porsche Bidik Banyak Kemenangan di Tahun Kedua Formula E

Porsche menetapkan sasaran tinggi di tahun keduanya menggeluti Formula E. Mereka ingin mengoleksi banyak kemenangan di musim 2020-2021.

dibagikan
komentar
Porsche Bidik Banyak Kemenangan di Tahun Kedua Formula E

Untuk mencapai targetnya, Porsche melakukan beragam perubahan di antaranya pergantian personel di departemen teknik.

Martin Fuchtner dilantik jadi manajer proyek teknik menggantikan Malte Huneke, yang kini bertanggung jawab pada pengembangan mobil balap Porsche Motorsport secara keseluruhan.

Pembatalan balapan pembuka di Santiago, Cile, memberi kesempatan bagi mereka, terutama para pembalap melakukan persiapan matang.

Andre Lotterer memasuki tahun kedua memperkuat Porsche di Formula E. Pembalap yang pernah mencicipi Formula 1 2014 dengan tim Catterham tersebut mengaku telah belajar banyak dari musim perdana. Pilot Jerman itu berlatih keras dan mengubah beberapa program latihan.

“Itu adalah perubahan rencana yang tak terduga. Tapi saya dengan cepat beradaptasi dengan situasi baru. Saya meningkatkan program olahraga saya dan menambah beberapa unit. Contohnya, saya mulai dengan kickboxing. Saya juga berlatih di simulator,” ia menjelaskan.

“Kami punya kurva belajar lebih tajam dibanding tim-tim lain. Anda dapat mengharapkan performa apik di sana. Kami banyak belajar di musim rookie.

“Perjalanan ini juga mengubah target kami. Di musim perdana, kami menginginkan podium. Kami bisa mencapainya. Sekarang, kami menginginkan kemenangan. Tentu tekanan lebih besar tapi saya yakin kami bisa mengatasinya.”

Sementara itu, pendatang baru Pascal Wehrlein, baru mengakhiri masa hiatus. Performa terakhir mantan pembalap Mahindra tersebut di Marakesh, Maroko, 29 Februari 2020.

Andre Lotterer

Andre Lotterer bereitete sich mit Kickboxen auf die neue Saison vor

Foto: Motorsport Images

Kendati demikian, hal itu tak menyurutkan tekadnya untuk memenangi balapan. Ia pernah naik ke podium kedua di Santiago, Cile, musim 2018-2019.

“Tentu kami melakukan pengujian dan membuat kemajuan bagus. Tapi itu tidak menggantikan balapan. Membalap untuk Porsche tentu sesuatu spesial,” katanya.

“Porsche merupakan salah satu pabrikan mobil yang paling sukses. Bagi saya, sebuah kehormatan dan motivasi besar jadi bagian dari keluarga Porsche Motorsport. Kami memiliki segalanya untuk memenangi balapan. Itu target kami.”

Baca Juga:

Debut mereka di Formula E terimbas pandemi Covid-19 sehingga tak bisa mengikuti sesi pramusim dengan maksimal. Wajar kalau mereka belum mampu unjuk gigi dengan maksimal.

“Karena pandemi, pramusim sangat singkat. Bagi kami, sebagai tim debutan itu kekurangan besar pada musim lalu karena kami kehilangan pengalaman trek yang penting karena kegagalan balapan,” ujar manajer operasi Formula E, Amiel Lindesay.

Lockdown, terlepas dari semua kemungkinan virtual dapat kami gunakan untuk pengembangan lebih jauh Porsche 99X Electric, pemotongan dalam. Lalu ada pembatalan balapan pembuka musim di Cile. Tapi kami biasa bereaksi cepat untuk pengembangan baru. Fleksibilitas merupakan kehidupan kami sehari-hari. Spirit tim dan solidaritas ada di sana.”

Jelang Seri Pembuka, Sims Kenang Diriyah E-Prix 2020

Artikel sebelumnya

Jelang Seri Pembuka, Sims Kenang Diriyah E-Prix 2020

Artikel berikutnya

Punya Powetrain Baru, Audi Ingin Juara Formula E

Punya Powetrain Baru, Audi Ingin Juara Formula E
Muat komentar