Respons Dutch E-Prix Tak Masuk Kalender Formula E 2022

Lembaga yang menjadi organizer Dutch E-Prix memberikan responsnya terkait tidak masuk kalender balap Formula E musim 2022.

Respons Dutch E-Prix Tak Masuk Kalender Formula E 2022

Formula E dan FIA telah mengumumkan kalender balap sementara untuk 2022. Di dalamnya, terdapat 12 kota yang akan menggelar 16 race musim depan.

Pengumuman dibuat pada Kamis (8/7/2021). Dari ke-12 kota yang masuk kalender balap Formula E musim depan, terdapat Cape Town (Afrika Selatan), Vancouver (Kanada) serta Seoul (Korea Selatan), yang akan mencatatkan debutnya.

Untuk slot per tanggal 4 Juni 2022, FIA dan Formula E masih mengosongkan jadwal. Pihak ajang balap mobil elektrik paling bergengsi tersebut akan menentukan venue balap di lain waktu.

Yang menjadi perhatian pada kalender balap Formula E musim depan adalah tak adanya nama Eindhoven, Belanda. Padahal, pemerintah setempat telah memberikan dukungannya untuk gelaran yang bertajuk Dutch E-Prix.

Sayangnya, Eindhoven tidak ada dalam kalender sementara musim 2022. Pernyataan pun disampaikan oleh organizer balapan tersebut.

Baca Juga:

"Saat kalender balap sementara Formula E 2022 diumumkan pekan ini, beberapa media mengira Formula Eindhoven Foundation (organizer Dutch E-Prix) tidak akan masuk kalender tersebut, atau bahkan tidak akan bisa menggelar balapan Formula E ke depannya. Dugaan tersebut tidak benar," tulis pernyataan Formula Eindhoven Foundation.

Formula Eindhoven Foundation mengaku telah berdiskusi dengan pihak Formula E. Perbincangan kedua pihak dinilai 'sangat konstruktif'.

Formula Eindhoven Foundation pun menyalahkan pandemi atas gagalnya Dutch E-Prix masuk ke dalam kalender balap 2022. Hal ini menghambat pihak Formula E untuk melakukan pembelajaran layout Sirkuit Jalanan Eindhoven.

"Kami telah bekerja sama dengan tim khusus untuk membuat proposal yang ditujukan ke Formula E. Proposal tersebut kini tengah didiskusikan di London," ujar chairman Formula Eindhoven Foundation, Peter-Paul Laumans.

"Pandemi yang terjadi saat ini memperlambat pembicaraan dan investigasi layout sirkuit. Larangan bepergian internasional, contohnya, telah menunda proses riset desain trek kami," tambahnya.

Nyck de Vries, Mercedes Benz EQ, EQ Silver Arrow 02

Nyck de Vries, Mercedes Benz EQ, EQ Silver Arrow 02

Photo by: Andy Hone / Motorsport Images

Laumans kemudian mengungkapkan bahwa Dutch E-Prix masih bisa terselenggara di musim 2022, jika ada satu seri yang ditunda atau dibatalkan karena pandemi.

Namun, jika tak bisa menggelar balapan sepenuhnya tahun depan, Dutch E-Prix rencananya akan dilangsungkan pada Formula E 2023.

"Covid-19 memang masih memberikan dampak besar terhadap kalender berbagai ajang balap. Memang kami mengutamakan balapan di 2022, tapi kami juga memikirkan balapan selepas 2022.

"Diskusi kami dengan Formula E bersifat jangka panjang, kerja sama lebih dari satu tahun, yang akan dimulai di 2022 atau bahkan 2023.

"Perbincangan mengenai penggunaan sirkuit lain sebagai alternatif juga terus berjalan," ungkap Laumans.

dibagikan
komentar
Formula E Tunggu Sinyal Pemerintah DKI Jakarta

Artikel sebelumnya

Formula E Tunggu Sinyal Pemerintah DKI Jakarta

Artikel berikutnya

Seragam Pembalap Mahindra di London E-Prix Didesain oleh Fans

Seragam Pembalap Mahindra di London E-Prix Didesain oleh Fans
Muat komentar