Buemi: Perang perangkat lunak jadi fokus tim Formula E

dibagikan
komentar
Buemi: Perang perangkat lunak jadi fokus tim Formula E
Oleh: Piotrek Magdziarz , Writer
Co-author: Alex Kalinauckas
6 Nov 2018 11.28

Pembalap Nissan e.dams, Sebastien Buemi, menilai persaingan perangkat lunak di Formula E setara dengan perang aerodinamika di Formula 1.

Dengan dibekukannya peningkatan powertrain sebelum bergulirnya FE tiap musim, sektor perangkat lunak jadi satu-satunya tumpuan tiap tim untuk menghadirkan inovasi baru.

Saat diwawancarai oleh Motorsport.com terkait pengembangan software yang mirip dengan perang aerodinamika di F1, Buemi mengamini hal tersebut.

“Meski bagian hardware tidak boleh lagi diutak-atik jelang berlangsungnya musim baru, kami masih bisa menjamah sektor perangkat lunak.

“Ini akan membantu kami dalam hal pengaturan energi saat balapan. Ada banyak cara yang bisa dicoba untuk membuat mobil lebih kencang.

“Untuk beberapa hal, kami tetap menginginkan set-up terbaik dari setiap komponen mobil. Tapi, saat ini modal utama tim adalah perangkat lunak.

“Kami tengah berusaha meningkatkan performa mobil dengan sistem baru di sepanjang musim. Jadi, memang mirip [dengan set-up aerodinamika di F1].

Slider
List

Sébastien Buemi, Nissan e.Dams, Nissan IMO1 with the new hyper boost LED lights on the halo

Sébastien Buemi, Nissan e.Dams, Nissan IMO1 with the new hyper boost LED lights on the halo
1/10

Foto oleh: Alastair Staley / LAT Images

Sébastien Buemi, Nissan e.Dams, Nissan IMO1

Sébastien Buemi, Nissan e.Dams, Nissan IMO1
2/10

Foto oleh: Alastair Staley / LAT Images

Sébastien Buemi, Nissan e.Dam, Nissan IMO1

Sébastien Buemi, Nissan e.Dam, Nissan IMO1
3/10

Foto oleh: Alastair Staley / LAT Images

Sébastien Buemi, Nissan e.Dams, Nissan IMO1

Sébastien Buemi, Nissan e.Dams, Nissan IMO1
4/10

Foto oleh: Alastair Staley / LAT Images

Sébastien Buemi, Nissan e.Dams, Nissan IMO1

Sébastien Buemi, Nissan e.Dams, Nissan IMO1
5/10

Foto oleh: Alastair Staley / LAT Images

Sébastien Buemi, Nissan e.Dams

Sébastien Buemi, Nissan e.Dams
6/10

Foto oleh: Alastair Staley / LAT Images

Sébastien Buemi, Nissan e.Dams

Sébastien Buemi, Nissan e.Dams
7/10

Foto oleh: Alastair Staley / LAT Images

Sebastien Buemi, Renault e.dams

Sebastien Buemi, Renault e.dams
8/10

Sébastien Buemi, Renault e.Dams

Sébastien Buemi, Renault e.Dams
9/10

Foto oleh: Sam Bagnall / LAT Images

Sebastien Buemi, Renault e.Dams

Sebastien Buemi, Renault e.Dams
10/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Menurut Aturan Teknis FE 2018/19, tiap tim boleh mengubah bagian powertrain setelah mendapat persetujuan FIA dan pabrikan peserta lainnya, dengan tujuan meningkatkan reliabilitas.

Semua tim harus menunggu satu bulan sebelum diadakan scrutineering (pengecekan oleh pihak pengawas) terkait dengan keamanan, serta 60 hari untuk perubahan teknis di mobil.

Kampiun musim 2015/16 itu juga menggaris bawahi pentingnya FE untuk mengevaluasi penggunaan software baru supaya bisa menekan pengeluaran.

Salah satu masalah timbul akibat penggunaan perangkat lunak baru adalah diskualifikasi duo Techeetah, Jean-Eric Vergne dan Andre Lotterer, karena kerusakan sistem pembatas tenaga maksimal.

“Terkadang, kami hanya perlu memastikan semuanya berjalan dengan baik, tanpa perlu membawa pembaruan perangkat lunak,” ucap Buemi. “Sangat mudah terjadi kesalahan pada program yang mengakibatkan mobil berhenti.”

Baca Juga:

Next article
Mahindra: Kami belum siap merengkuh gelar

Artikel sebelumnya

Mahindra: Kami belum siap merengkuh gelar

Next article

Gunther lengkapi lini pembalap Dragon Racing

Gunther lengkapi lini pembalap Dragon Racing
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula E
Pembalap Sébastien Buemi
Tim DAMS
Penulis Piotrek Magdziarz
Tipe artikel Breaking news