Selandia Baru bidik balapan Formula E

dibagikan
komentar
Selandia Baru bidik balapan Formula E
Oleh:
Co-author: Wisnu Setioko
26 Nov 2018 10.18

Tiga perusahaan asal Auckland tengah berencana membawa balapan Formula E ke Selandia Baru.

Konsorsium yang dipimpin Vector Energy, New Zealand International Convention Centre, serta Auckland University of Technology and Drive Electric makin serius menjadikan Auckland sebagai tuan rumah musim keenam ajang single-seater elektrik.

Diskusi dengan Formula E telah dimulai, dengan fokus utama melibatkan pemerintah setempat dalam rencana tersebut.

Menurut Craig Cotton, Ketua Badan Inovasi Selandia Baru sekaligus salah satu anggota penggagas, gelaran e-Prix di Auckland akan menjadikan wilayahnya sebagai kota daur ulang pada 2035, serta bebas asap kendaraan sebelum 2050.

“Formula E termotivasi hadir di kota kami. serta menunjukkan apresiasinya terhadap upaya kami dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ungkap Cotton. “Kami perlu menghadirkan kendaraan listrik demi peningkatan taraf hidup penduduk Selandia Baru.

“Salah satu cara mencapai target lingkungan hidup 2035 dan 2050 adalah dengan Formula E, yang kami harapkan bisa menghadirkan berbagai solusi. Selain itu, kami ingin Auckland dipandang sebagai tempat terbaik untuk bumi ini,” paparnya.

Hal senada juga diungkapkan mantan pembalap Formula 1, Mark Webber. Ia menilai Formula E sebagai sarana mewujudukan kendaraan pribadi di masa depan.

“Jangan sampai kita melewatkan Australia dan Selandia Baru, karena kedua negara itu tengah mengembangkan teknologi infrastruktur masa depan,” ungkap sang duta Porsche. “Setelah melihat daftar kota dan perusahaan yang terlibat, kita yakin bahwa Formula E akan menjadi pelopor standar kendaraan pribadi generasi mendatang.

“Hadirnya Mitch Evans sebagai pembalap tuan rumah di tim pabrikan akan menambah antusiasme fans balap Selandia Baru,” tutupnya.

Beberapa kota di Asia seperti Seoul dan Tokyo juga masuk daftar penyelenggaraan Formula E. Namun untuk ibukota Jepang, pihak penyelenggara tengah kesulitan berurusan dengan Kepolisian Metropolitan Tokyo, pemegang wewenang tertinggi lalu lintas.

Baca Juga:

Slider
List

Sam Bird, Envision Virgin Racing, Audi e-tron FE05

Sam Bird, Envision Virgin Racing, Audi e-tron FE05
1/10

Foto oleh: Dom Romney / LAT Images

Lucas Di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler, Audi e-tron FE05

Lucas Di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler, Audi e-tron FE05
2/10

Foto oleh: Dom Romney / LAT Images

Sébastien Buemi, Nissan e.Dams, Nissan IMO1

Sébastien Buemi, Nissan e.Dams, Nissan IMO1
3/10

Foto oleh: Dom Romney / LAT Images

Tom Dillmann, NIO Formula E Team, NIO Sport 004

Tom Dillmann, NIO Formula E Team, NIO Sport 004
4/10

Foto oleh: Alastair Staley / LAT Images

Sébastien Buemi, Nissan e.Dam, Nissan IMO1

Sébastien Buemi, Nissan e.Dam, Nissan IMO1
5/10

Foto oleh: Alastair Staley / LAT Images

Sébastien Buemi, Nissan e.Dam, Nissan IMO1

Sébastien Buemi, Nissan e.Dam, Nissan IMO1
6/10

Foto oleh: Alastair Staley / LAT Images

Stoffel Vandoorne, HWA Racelab, VFE-05

Stoffel Vandoorne, HWA Racelab, VFE-05
7/10

Foto oleh: Malcolm Griffiths / LAT Images

Sébastien Buemi, Nissan e.Dams

Sébastien Buemi, Nissan e.Dams
8/10

Foto oleh: Alastair Staley / LAT Images

Sébastien Buemi, Nissan e.Dams

Sébastien Buemi, Nissan e.Dams
9/10

Foto oleh: Alastair Staley / LAT Images

Robin Frijns, Envision Virgin Racing, Audi e-tron FE05

Robin Frijns, Envision Virgin Racing, Audi e-tron FE05
10/10

Foto oleh: Dom Romney / LAT Images

Next article
Tujuh pembalap wanita ikuti tes Formula E

Artikel sebelumnya

Tujuh pembalap wanita ikuti tes Formula E

Next article

RESMI: Oliver Rowland perkuat Nissan e.dams

RESMI: Oliver Rowland perkuat Nissan e.dams
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula E
Penulis Andrew van Leeuwen