Siklus Homologasi Dikhawatirkan Untungkan Tim Besar Formula E

Perubahan pada regulasi Formula E, yang dirancang untuk mengimbangi dampak Covid-19, dapat memberi keuntungan bagi dua tim teratas di kejuaraan.

Siklus Homologasi Dikhawatirkan Untungkan Tim Besar Formula E

FIA dan FE, mengubah aturan homologasi pada musim 2020-21, demi memperhitungkan penundaan rantai pasokan yang diakibatkan oleh krisis kesehatan global.

Hal ini memungkinkan DS Techeetah dan Nissan e.dams, yang menempati posisi pertama dan kedua tahun lalu, ditambah Dragon Penske Autosport, menunda peluncuran mobil anyar mereka.

Ketiga tim akan memulai musim baru dengan mobil musim 2019-20, sebelum memperkenalkan powertrain baru mereka setelah 5 April, saat homologasi direvisi.

Sedangkan sembilan tim yang tersisa, semuanya telah melakukan homologasi terhadap mobil anyar mereka, untuk digunakan dari balapan pertama.

Ketika amandemen ini - disetujui oleh seluruh 12 tim - pertama kali ditandatangani, kalender sementara Formula E 2021 terdiri dari lima seri.

Namun, karena belum meredanya pandemi, hanya balapan malam ganda di Arab Saudi yang dijadwalkan berlangsung sebelum 5 April.

Dengan tiga balapan bagi DS Techeetah, Nissan e.dams dan Dragon Penske Autosport tampil menggunakan mobil lama mereka, sejumlah bos rival menganggap hal ini telah memberi mereka keuntungan.

Baca Juga:

“Mengubah siklus homologasi, dilakukan untuk alasan yang benar,” ucap Jaguar Racing Director, James Barclay, kepada Motorsport.com.

“Tidak ada kritik di sana. Jika ada, itu sangat membantu untuk semua orang. Kemungkinan hingga lima balapan akan terjadi dan itu ada dalam rencana kami pada saat kami membuat keputusan (melakukan homologasi mobil pada waktunya untuk balapan pertama).

“Ini jelas memberikan sedikit keuntungan bagi tim-tim yang telah pergi ke slot kedua. Mengukur itu sulit untuk dikatakan. Kami akan mencari tahu. Ini jelas kurang dari ideal.

“Tantangannya sekarang adalah (untuk mengidentifikasi) apa skala keuntungan itu dan apakah itu sesuatu yang akan dilihat secara rinci dari FIA.”

Motorsport.com memahami, bahwa pengaturan waktu untuk siklus homologasi yang direvisi pada awalnya didasarkan terhadap berapa banyak tim balapan akan bersaing dengan powertrain lama atau baru mereka.

Sementara belum ada perubahan jadwal pada 5 April, tim-tim menunggu untuk mengetahui apakah slot akan berubah.

“Kami tidak berpikir salah satu pabrikan yang memilih slot kedua di mana membayangkannya sebagai sesuatu selain dari apa yang perlu mereka capai pada saat itu,” kata Team Principal Audi, Allan McNish.

“Sekarang jelas, sepertinya itu bisa jatuh ke tangan mereka sedikit. Dari segi olahraga, itu jelas bukan bagian dari perencanaan.

“Tetapi saya dapat melihat bagaimana itu terjadi dan dapat memahami bagaimana itu terjadi. Kami harus memastikan tidak ada, karena sesuatu dilakukan untuk alasan yang benar, tim yang mengalami kerugian atau keuntungan darinya. Kami perlu membuatnya itu senetral mungkin.”

Adapun, bos DS Techeetah, Mark Preston menyadari bahwa siklus holomogasi dapat menguntungkan skuadnya.

“Kami memilih slot (kedua) hanya karena situasi Covid-19, yang telah membawa beberapa ketidakpastian dalam rantai pasokan, pengaturan waktu, dan segalanya,” ujarnya kepada Motorsport.com.

“Terkadang hal-hal datang kepada Anda dibandingkan Anda melakukan sesuatu yang sangat disengaja. Kami melakukan apa yang kami pikir paling baik dan menandatanganinya sejak lama.

“Mungkin itu bisa menguntungkan kami.”

dibagikan
komentar
Kehadiran Attack Mode Akan Membuat Formula E: Accelerate Lebih Sulit

Artikel sebelumnya

Kehadiran Attack Mode Akan Membuat Formula E: Accelerate Lebih Sulit

Artikel berikutnya

Alejandro Agag: F1 Perlu Merger dengan Formula E

Alejandro Agag: F1 Perlu Merger dengan Formula E
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula E
Penulis Matt Kew