Dennis: Tak Ada yang Percaya Saya Bisa Menang di Valencia

Minggu (25/4/2021) menjadi hari yang tidak akan pernah dilupakan Jake Dennis. Sang pembalap merebut kemenangan Formula E perdananya meskipun sebelumnya tak ada yang memperkirakan itu.

Dennis: Tak Ada yang Percaya Saya Bisa Menang di Valencia

Jake Dennis tampil meyakinkan dalam kualifikasi Valencia E-Prix II, putaran keenam Formula E 2020-2021, dan berhasil meraih pole position. Namun pembalap BMW Inggris itu merasa tidak ada yang yakin dirinya mampu menang.

Tampil di trek permanen dengan karakter seperti Sirkuit Ricardo Tormo membuat tim bisa meminta pembalapnya tetap berada di slipstream demi menghemat tenaga untuk lap-lap terakhir daripada mencoba memimpin sejak awal.

Sebagai rookie, Denis yang mengklaim pole perdananya setelah jadi yang tercepat di kualifikasi, menjelaskan timnya, BMW i Andretti Motorsport ingin membiarkan Alex Lynn (Mahindra Racing), mengambil alih pimpinan race.

"Rencananya selalu membiarkan Alex (Lynn) lewat, namun kemudian terbukti dia tidak mau melakukannya. Kami harus mengubahnya. Dia pada dasarnya hanya mengikuti setiap gerakan yang saya lakukan, seperti bermain poker," ujar Dennis.

Baca Juga:

"Kami hanya menunjukkan kartu kami sedikit dan itu akan menjadi balapan yang sulit pada akhirnya dalam hal energi. Kami menjalankan strategi yang sempurna, membuat balapan berjalan lebih lama dalam satu lap, menghabiskan waktu dan pada putaran terakhir melaju dengan kecepatan penuh. Itu berhasil.

"Tak ada yang ingin menjadi pemimpin, namun seseorang harus menjadi pemimpin. Saya pun dijadikan sebagai semacam 'kelinci percobaan'. Yang tidak mereka sangka, saya mampu mengendalikan seagalanya, menghemat energi dengan perfek.

"Sungguh melegakan kami sukses mendapatkan kemenangan pertama. Ini memperlihatkan efisiensi powertrain (BMW)," pembalap 25 tahun tersebut menambahkan.

Antonio Felix da Costa, peraih pole pada race Valencia E-Prix I, Sabtu (24/4/2021) mengatakan kepada Motorsport.com bahwa dirinya menerima pesan dari empat pembalap yang tidak akan menyalipnya selama putaran awal balapan.

Sementara Dennis mengakui dirinya diberitahu oleh para pesaingnya di paddock bahwa mobil BMW tidak akan menang dalam balapan kedua di Ricardo Tormo. Namun kesuksesan meraih kemenangan mematahkan anggapan tersebut.

"Setiap pembalap terkejut sebab saya berhasil memimpin dari lap pertama hingga lap 30. Tidak ada yang mengira itu mungkin dilakukan," Dennis menuturkan.

Pemenang Valencia E-Prix II, Jake Dennis, BMW i Andretti Motorsport, dan timnya berselebrasi di podium.

Pemenang Valencia E-Prix II, Jake Dennis, BMW i Andretti Motorsport, dan timnya berselebrasi di podium.

Foto oleh: Sam Bagnall / Motorsport Images

"Tentu Anda menghadapi pembalap sekelas Antonio (da Costa), (Jean-Eric) Vergne dan (Oliver) Rowland. Mengalahkan mereka merupakan sesuatu yang membuat kepercayaan diri dan motivasi saya berlipat ganda."

Sebelumnya pun tidak ada yang mengira Dennis akan mendapatkan kursi BMW di Formula E. Maklum, pabrikan Jerman itu memiliki banyak opsi seperti Phillip Eng, Marco Wittmann dan Lucas Auer.

Namun, BMW terkesan dengan keberhasilannya dalam tes simulator serta mempercayakan satu kursi sekaligus menjadi tandem Maximilian Gunther musim ini.

Dennis mengataka kemenangannya dalam Valencia E-Prix II membuktikan keputusan BMW memberinya kepercayaan tak salah. Tentunya, ia berharap bisa terus mempersembahkan yang terbaik.

"Sangat mengesankan bahwa mereka menaruh kepercayaannya untuk saya dan senang bisa memberikan kemenangan perdana musim ini. Itu menunjukkan mereka telah membuat keputusan yang tepat, saya berterima kasih atas kesempatan ini," ucap Dennis.

Jake Dennis, BMW i Andretti Motorsport, BMW iFE.21, Alex Lynn, Mahindra Racing, M7Electro, Oliver Turvey, NIO 333, NIO 333 001, Norman Nato, Venturi Racing, Silver Arrow 02, Tom Blomqvist, NIO 333, NIO 333 001, at the start

Jake Dennis, BMW i Andretti Motorsport, BMW iFE.21, Alex Lynn, Mahindra Racing, M7Electro, Oliver Turvey, NIO 333, NIO 333 001, Norman Nato, Venturi Racing, Silver Arrow 02, Tom Blomqvist, NIO 333, NIO 333 001, at the start

Photo by: Alastair Staley / Motorsport Images

 

dibagikan
komentar
Julian Jakobi, Manajer Pembalap Bertangan Dingin nan Legendaris
Artikel sebelumnya

Julian Jakobi, Manajer Pembalap Bertangan Dingin nan Legendaris

Artikel berikutnya

Sirkuit Monako Lebih Cocok untuk FE Ketimbang F1

Sirkuit Monako Lebih Cocok untuk FE Ketimbang F1
Muat komentar