Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Vandoorne Dapat Penalti karena Dasbor dan Tak Bisa Menyerang

Stoffel Vandoorne mendapat pukulan di Diriyah E-Prix II. Pembalap DS Penske Formula E diberi penalti 24 detik karena masalah elektronik yang membuat dasbor kosong dan tak bisa mengaktifkan mode serangan.

Stoffel Vandoorne, DS Penske, DS E-Tense FE23, Norman Nato, Nissan Formula E Team, Nissan e-4ORCE 04, Sacha Fenestraz, Nissan Formula E Team, Nissan e-4ORCE 04

Pembalap Belgia itu berpeluang meraih poin sebelum akhirnya terjatuh ke posisi 11 saat Dan Ticktum berhasil menyalipnya untuk mengamankan poin terakhir pada balapan Sabtu (28/1/2023) malam waktu Arab Saudi.

Tanpa poin dan dikenai penalti 24 detik, ia pun terpaksa turun ke posisi terbawah. Menjelaskan masalah ini, juara bertahan Formula E menyatakan telah kehilangan semua fungsi kemudi di mobilnya sejak awal balapan. Alhasil, Vandoorne tidak dapat berbicara di radio dan memilih aktivasi mode serangan.

"Sangat mudah, sungguh - setelah lima lap, saya kehilangan dasbor dan semua fungsi di kemudi berhenti bekerja," kata Vandoorne kepada Motorsport.com.

Baca Juga:

"Saya tidak bisa mengaktifkannya. Saya tidak bisa mendengar apa-apa lagi, jadi saya mencoba untuk melakukan prosedur, tetapi saya tahu saya akan didiskualifikasi.

"Saya tidak tahu energi apa yang saya miliki. Saya tidak dapat melihat apapun. Jadi ya, hari yang buruk."

Karena tidak memiliki alat pembacaan di dasbor, mantan pembalap Mercedes FE itu tidak dapat mengetahui berapa banyak energi yang ia hemat. Yang mengejutkan, ia menemukan masih punya 4 persen lebih banyak energi yang dapat digunakan dibandingkan lawan di sekitarnya pada menit-menit akhir.

Stoffel Vandoorne, DS Penske

Stoffel Vandoorne, DS Penske

Photo by: Carl Bingham / Motorsport Images

Ia berpendapat bahwa ini adalah bukti bahwa paket DS Penske memiliki efisiensi yang baik. Hanya saja, ia merasa khawatir dengan tren penurunan performa mobil sejak latihan hingga balapan.

"Ada tren yang cukup jelas saat ini di mana, untuk beberapa alasan, kami cepat di latihan bebas dan kami tidak dapat mengubahnya menjadi hasil yang baik di kualifikasi," jelasnya.

"Oke, (Sabtu) mungkin sedikit lebih baik bagi saya, dan saya berhasil masuk ke dalam duel untuk pertama kalinya tahun ini, tapi kami masih terlalu jauh.

"Tentu saja ada beberapa hal yang harus kami perbaiki untuk meningkatkannya. Balapan ini sulit untuk dinilai, maksud saya, mobil-mobil Porsche terlihat sangat kuat.

"Tapi kemudian, saya pikir itu mungkin lapangan yang lebih seimbang setelah itu. Saya pikir kami sangat baik dalam hal energi, tetapi kami belum dapat menggunakannya sejauh ini, dan hari ini saya tidak memiliki apa pun yang berhasil.

"Rupanya saya masih lebih unggul 3-4% (dalam hal energi) dari siapa pun. Jangan tanya saya bagaimana caranya!"

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Diriyah E-Prix II: Wehrlein Raih Kemenangan Kedua
Artikel berikutnya Ticktum Ungkap NIO 333 Kurang Efisiensi dalam Balapan

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia