Formula 1
R
F1 GP Spanyol
06 Mei
Event berikutnya
24 hari
MotoGP
04 Apr
Event selesai
12 Mei
Event berikutnya
31 hari
Formula E WRC
22 Feb
Event berikutnya
10 hari
WEC
R
Sebring
17 Mar
Dibatalkan
29 Apr
Event berikutnya
17 hari
Selengkapnya:

Luis Leeds, Layu sebelum Berkembang

Ibarat layu sebelum berkembang, itulah impian Luis Leeds. Keinginannya menembus Formula 1 lewat jalur cepat terpaksa ditunda akibat tak ada sponsor.

Luis Leeds, Layu sebelum Berkembang

Beberapa waktu lalu, ia mendapat tawaran untuk mengisi program pembalap muda tim Williams F1 jelang akhir 2019. Di sana, pembalap diaspora itu mempelajari banyak hal, mulai mengemudi dengan simulator, melakukan persiapan membalap termasuk mengenal seluk-beluk trek, terlibat dalam pengembangan mobil, memberi umpan balik kepada tim serta memahami segala hal tentang mesin.

Paket lengkap yang ditawarkan tentu membuat pemuda 20 tahun itu tergiur walaupun belum ada kepastian berlaga di F1. Tapi syarat adanya sponsor sangat memberatkan.

Luis Leeds pun sowan ke Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) demi mendapatkan sponsor dan dukungan. Sayangnya, komitmen tak kunjung diperoleh pemuda keturunan Australia-Indonesia itu hingga tenggat waktu yang ditetapkan, Desember 2019.

Juara Australian Formula 4 Championship 2019 itu terpaksa mundur lagi dan bertarung di kancah domestik Negeri Kanguru, sembari mencari jalan menuju cita-citanya.

Pemuda 20 tahun tersebut baru menyelesaikan tes privat awal dengan Garry Rogers Motorsport (GRM). Ia menjadi rekan setim James Golding untuk berkompetisi di ajang 2021 VHT S5000 Australian Drivers’ Championship.

 

“Saya seorang kompetitor, jadi target saya menang Bintang Emas. Saya ingin jadi juara Australian Drivers. Saya bekerja keras di jeda musim dalam kondisi prima dan saya mempelajari data untuk membantu saya maju secepat mungkin,” ujarnya.

“Di AGP, saya kurang pengalaman pada kendaraan ban terbuka yang besar dan berat, tapi sangat penting kalau saya punya GRM dan orang-orang tangguh seperti James di sebelah saya. Barry dan Garry (pemilik tim) sangat berkomitmen dan punya minat besar terhadap olahraga motor. Mereka alasan saya termotivasi membalap di S5000.”

Jika menilik jejak rekamnya, Leeds sempat dekat dengan kursi F1. Pada 2016, ia tergabung dalam Red Bull Junior Team dan merengkuh peringkat ketiga di Kejuaraan F4 Inggris. Tapi hasil itu tidak cukup untuk mempertahankannya di program yang pernah diikuti Sebastian Vettel, Daniel Ricciardo, Mark Webber, Max Verstappen, Daniil Kvyat serta Alexander Albon.

Baca Juga:

Di usia belia, putra Dean Leeds dan Maria Eni juga mengikuti Formula Renault 2.0 dan membalap di sirkuit-sirkuit ternama Eropa. Petualangannya dengan Jose Kauffman Racing pada 2017 tidak berjalan mulus karena finis di urutan ke-19 dan 17.

Kecintaan pembalap, yang kabarnya pernah tinggal di Ngawi, Jawa Timur, itu terhadap dunia balap timbul usai menyaksikan Mark Webber mengharumkan nama Australia di kancah F1.

Leeds kecil, yang kala itu berusia 10 tahun, bermimpi ingin menorehkan prestasi seperti idolanya tersebut. Ia berkenalan dengan gokart saat ulang tahun temannya.

Beruntung, orang tuanya terutama sang ayah mendukung dengan membelikan mobil balap mini pertama serta mencari dana untuk belomba.

“Impian saya menjadi juara dunia F1 termuda. Kalau tidak bisa, saya akan mencoba dan memenangi banyak kejuaraan. Saya dapat mencoba dan melewati Michael Schumacher. Lihat saja seberapa dekat saya bisa sampai pada rekor ini,” ucapnya.

Rekor juara dunia F1 termuda saat ini dipegang Sebastian Vettel, yang merengkuh titel itu musim 2010, tepatnya saat ia berusia 23 tahun 134 hari. Jadi Luis Leeds masih punya waktu sekitar tiga tahun untuk mengejar targetnya.

 

 

dibagikan
komentar
Michele Mouton tentang Girls on Track: Pembalap Wanita Akan Juara

Artikel sebelumnya

Michele Mouton tentang Girls on Track: Pembalap Wanita Akan Juara

Artikel berikutnya

Maya Weug, Pembalap Putri Pertama Akademi Ferrari

Maya Weug, Pembalap Putri Pertama Akademi Ferrari
Muat komentar