Presley Martono tidak sabar menjajal trek Monako

Jelang berlaga di Formula Renault 2.0 Eropa, pembalap Indonesia, Presley Martono, mengaku menantikan ronde di sirkuit jalan raya Monte Carlo.

Pada musim perdananya di ajang balap single-seater, pembalap Indonesia, Presley Martono, langsung berhasil menyabet gelar juara umum Formula 4 Asia Tenggara.

Saat itu Presley berhasil mengalahkan rival dan pembalap berpengalaman asal Selandia Baru, Faine Kahia, dengan jarak keunggulan tipis, empat poin.

Langkah berikutnya untuk pembalap berusia 17 tahun itu adalah ajang balap Formula Renault 2.0 (FR2.0) Eropa. Salah satu lokasi sirkuit yang akan dikunjungi adalah sirkuit legendaris Monte Carlo.

Ronde yang akan digelar pada tanggal 26-28 Maret itu juga menjadi ronde istimewa mengingat balapan FR2.0 akan menjadi balapan pendukung Formula 1.

"Tahun ini kami memutuskan akan pindah berkompetisi di Eropa karena saya merasa itulah langkah berikutnya untuk karier saya," ucap Presley. "Kami akan berlomba di Formula Renault 2.0 Eurocup Championship, yang merupakan kejuaraan yang sangat bagus.

"Kami juga tidak sabar menjalani dua balapan di Monako yang mendukung akhir pekan balapan F1.

Saat ditanya siapa pembalap Formula 1 yang menjadi idolanya, Presley berkata: "Idola saya Lewis Hamilton. Saya selalu mendukungnya bahkan sebelum dia masuk ke F1.

"Saya sudah mengikuti kariernya sejak ia masih di GP2. Dan kemudian di musim F1 pertamanya, ia bisa langsung tampil baik."

Kini mengoleksi total 12 poin superlicense, Presley tentunya berambisi bisa menambah torehan poinnya tersebut agar bisa semakin dekat dengan persyaratan 40 poin yang menjadi batas minimal untuk bisa berlaga di balap Formula 1.

 

 

 

 

 

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula Renault
Pembalap Presley Martono
Tim Mark Burdett Motorsport
Tipe artikel Breaking news