Presley masih incar kemenangan pertama di Eurocup

Setelah berhasil meraup poin perdana, pembalap Indonesia Presley Martono kini bertekad melanjutkan tren positif di ajang Formula Renault Eurocup 2.0 2017.

Mengawali tahun 2017 sebagai juara umum Formula 4 Asia Tenggara, Presley memutuskan untuk mulai menjajal kompetisi Eropa.

Pembalap berusia 16 tahun itu sebenarnya tidak asing dengan kerasnya persaingan di 'benua biru'. Ia mengakhiri kejuaraan gokart CIK-FIA KF Junior European Championship musim 2015 dengan status runner-up. Presley juga menjadi pembalap Asia pertama dan satu-satunya yang bisa menjadi juara pertama di salah satu rondenya.

Tapi Formula Renault Eurocup 2.0 (FR2.0 Eurocup) menjadi pengalaman pertamanya berkompetisi di ajang single-seater Eropa. Presley harus menghadapi 29 pembalap yang beberapa di antaranya sudah tergabung dalam skuat akademi tim Formula 1. Bahkan tidak sedikit rival Presley yang justru merupakan kawan lamanya sejak berkarier di gokart.

Setelah gagal mendulang poin pada dua balapan pembuka di Monza, Presley akhirnya meraup poin perdananya di seri kedua Silverstone, Inggris Raya.

Memulai Race 2 dari posisi start ke-14, pembalap Indonesia itu berhasil naik empat posisi dan finis di urutan kesepuluh. Kendati demikian, Presley mengaku masih harus memperbaiki performa kualifikasinya.

“Saya berharap hasil di Silverstone menjadi titik awal tren positif," ucap Presley. "Di sana, saya harus memulai dua balapan dari barisan belakang karena hasil kualifikasi saya kurang memuaskan.

"Meski demikian, saya senang masih bisa bertarung dan menyalip mobil-mobil lain di kedua balapan hingga akhirnya mencetak poin perdana."

Presley Martono dan Julia Pankiewicz, Mark Burdett Motorsport
Presley Martono dan Julia Pankiewicz, Mark Burdett Motorsport, di sirkuit Pau

 

Setelah Silverstone, para pembalap FR2.0 Eurocup kini bersiap menghadapi dua tantangan sirkuit jalan raya yang diawali dengan balapan Pau pekan ini. Meski karakteristik trek yang sulit, Presley tetap menargetkan juara.

“Sirkuit Pau memiliki karakteristik yang menantang - sempit, berliku-liku, dan penuh dengan tikungan-tikungan tajam. Tidak ada ruang untuk membuat kesalahan," ujarnya. "Jika Anda mengalami kecelakaan, maka bukan tidak mungkin Anda akan menyebabkan kecelakaan beruntun dan memblokir lintasan. Saya tahu ini tidak mudah tapi saya selalu menargetkan menjadi juara di setiap balapan berikutnya.”

 

 

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula Renault
Event Pau
Trek Circuit de Pau
Pembalap Presley Martono
Tim Mark Burdett Motorsport
Tipe artikel Breaking news
Tag formula renault, pembalap indonesia, presley martono