Thought leadership series
Topik

Thought leadership series

Tom Kristensen: Motorsport Masih Akan Sangat Menguntungkan

Legenda Le Mans 24 Hours Tom Kristensen yang kini duduk sebagai Presiden Komisi Pembalap FIA berbicara tentang bisnis di balap yang sangat menjanjikan.

Dari pengalaman menjabat posisi tersebut, Kristensen berencana mengikuti pemilihan untuk posisi FIA Deputy President for Sport pada pemilihan Desember nanti. Graham Stoker yang saat ini menempati posisi itu juga akan bertarung untuk posisi Presiden FIA.

Sebelumnya, banyak yang bertanya-tanya mengapa mantan pembalap hebat seperti Kristensen mau menjadi salah satu pengurus di badan automobil dan balap tertinggi di dunia tersebut.

Kepada Motorsport.com, pria asal Denmark yang kini berusia 54 tersebut mengatakan, keterlibatannya di FIA tidak lepas dari kecintaannya pada olahraga balap (motorsport). Ia senang jika banyak orang berpengalaman di balap ikut berkecimpung di FIA.

“Saya ingin membagikan pengetahuan, pengalaman, dan pemahaman untuk membantu generasi muda agar lebih terlibat di balap. Saya sudah cukup lama di FIA dan kini di komisi pembalap,” tuturnya.

“Jadi, pada intinya saya ingin terus terlibat dalam pengembangan olahraga balap yang sangat saya cintai ini.”

#1 Audi Sport Team Joest, Audi R8: Frank Biela, Emanuele Pirro, Tom Kristensen.

#1 Audi Sport Team Joest, Audi R8: Frank Biela, Emanuele Pirro, Tom Kristensen.

Photo by: Clive Rose / Motorsport Images

Bidang yang dibawahi Kristensen di Komisi Pembalap FIA memang sangat luas dan beragam, yang sebagian besar tidak terlalu mendapat perhatian publik.

Banyak area yang bisa dijangkau Komisi Pembalap FIA, di antaranya menyuplai tim steward untuk Grand Prix (Formula 1), mendukung program seperti Wanita dalam Motorsport, Girls on Track hingga berperan dalam keselamatan balap dan kelompok investigasi kecelakaan.

Mereka juga terlibat dalam pembuatan regulasi untuk sejumlah kejuaraan. Sebut saja pengkategorian pembalap (gold, silver, bronze) untuk GT dan balap ketahanan.

Kristensen menyebut di timnya banyak orang berpengalaman di berbagai jenis balapan mulai reli, off-road, karting, sampai Formula. Dengan begitu, banyak masukan dan pengalaman yang bisa dipakai.

“Kami tidak membuat keputusan secara mutlak tetapi membawanya e Dewan Motorsport Dunia dan mendukung komisi lain di FIA. Sebagai contoh, Emanuele Pirro ada di komisi sirkuit, Derek Warwick di komisi single-seater dan saya sendiri di Komisi Keselamatan dan Balap Ketahanan,” tutur Kristensen.

Menurutnya, lima sampai 10 tahun ke depan, olahraga balap akan mengalami perubahan terbesar dan sangat cepat dalam sejarah. Faktor-faktor seperti perubahan iklim, video streaming, gim, dan media sosial akan sangat berperan dalam perubahan motorsport.

Memang, dalam pemilihan Presiden FIA nanti akan ada pemenang dan yang kalah di antara berbagai kategori. Para calon tersebut pasti akan mati-matian memajukan bidangnya masing-masing dan memprioritaskan pengembangan jalan rintisan ke F1.

Pemenang Le Mans 24 Hours: Emanuele Pirro, Tom Kristensen, dan Frank Biela.

Pemenang Le Mans 24 Hours: Emanuele Pirro, Tom Kristensen, dan Frank Biela.

Foto oleh: Motorsport Images

Kristensen menyebut, tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana menjaga keberlangsungan olahraga balap. Menetapkan pendekatan terkait anggaran, bagaimana menyegarkan kembali basis penggemar, bagaimana membuat balapan menarik minat kompetitor lebih banyak, meningkatkan level keselamatan balap, dan memperkuat antardisiplin, hanyalah sebagian cara untuk melangkah ke sana.

“Dengan begitu, aksestabilitas, keberlangsungan, dan keberagaman, serta hal-hal seperti ini, akan menjadi kunci,” kata Kristensen.

Kristensen juga menyoroti bagaimana membuat karting bisa lebih dinikmati lagi oleh para penggemar dengan lebih intens bekerja sama dengan federasi negara-negara sehingga FIA bisa mendukung.

Contoh terakhir bisa dilihat dari meningkatnya penggemar Esports. FIA Esprots pun mencermati situasi tersebut. Bersama komisi yang dipimpin Kristensen, akan banyak ide bagus untuk menyalurkan antusiasme ini.

Hal yang sama terjadi di kejuaraan-kejuaraan Crosscar, seri awal untuk reli. Tidak butuh sirkuit untuk melakukan kegiatan ini. Dengan begitu, wilayah-wilayah seperti di Asia, Amerika Selatan, dan Afrika akan bisa mengakomodasinya.

Pusat masa depan dari motorsport dunia adalah teknologi power unit (PU), dengan fokus pada pemakaian mesin bertenaga listrik. Motorsport juga tengah mengajukan proposal soal bahan bakar murni non-fosil, bersamaan dengan hidrogen sebagai alternatif.

Untuk hal-hal ini, Kristensen mengaku akan terbuka dengan berbagai masukan maupun ide berbeda terkait teknologi untuk berbagai ajang. Kristensen juga melihat banyaknya insinyur dengan ide-ide brilian dari almamater mereka yang sesuai dengan kebijakan dan program FIA.

Yang pasti, Kristensen dan timnya akan terus berusaha menjadikan balap sebagai laboratorium untuk inovasi teknologi, sekaligus mengembangkan perfoma, keberlangsungan terkait lingkungan, dan tentu saja teknologi.

“Yang pasti, motorsport berikut teknologinya akan terus relevan dengan industri otomotif dunia. Kami yakin ini tidak akan putus,” kata Kristensen.

“Jika kami akan terus bekerja sama dengan pabrikan dengan para kompetitor top. Apa yang dilakukan di Le Mans dengan program hidrogen 24 bisa menjadi contoh bagus dan masih banyak lagi.”

Dalam survei penggemar Global F1 terakhir yang digabung dengan para pemain gim – 61% fan F1 berusia 16 sampai 24 tahun juga penggemar dan pemain gim – menunjukkan pentingnya gim dalam pengembangan motrsport dan kompetisinya.

“Esports virtual menjadi sangat bagus. Dalam kondisi pandemi, masih ada banyak balapan, terutama pada tahun 2020. Anda bisa melihat orang-orang dari dunia nyata bersaing dengan para gamer yang sangat efisien, sangat cepat,” ucap Kristensen.

“Campuran itu menciptakan sesuatu dan saat ini terus berkembang dan FIA mendukung itu. Kami telah membuat komisi baru, di bawah kepemimpinan Anna Norquist dari Swedia. Dan baru-baru ini, kami mengeluarkan peringkat dunia Esports FIA. Jadi, mudah-mudahan itu bisa menjadi sesuatu yang bisa didorong oleh FIA.”   

Tom Kristensen dan Nicki Shields menjadi presenter dalam sebiah acara FIA.

Tom Kristensen dan Nicki Shields menjadi presenter dalam sebiah acara FIA.

Foto oleh: DPPI

Selain sejumlah tantangan, Tom Kristensen juga optimistis soal masa depan olahraga balap. Motorsport selalu menghadirkan sumber gairah, integritas, dan minat, berkat kombinasi para pesaing, kompetisi, pabrikan, dan penggemar, di seluruh dunia yang meliput begitu banyak acara.

“Cara berkomunikasi dan mempromosikan olahraga kami juga menjadi poin penting. Dunia itu bergerak cepat, dunia media juga. Lihatlah dampak besar dari seri Netflix, Drive to Survive, untuk F1. Itu contoh yang bagus, seperti kesuksesan film Le Mans 66. Jadi, motorsport masih sangat menguntungkan dan akan bertahan lama,” katanya.   

 

dibagikan
komentar
Saat Menggelar Formula 1 seperti Mengelola Konser Coldplay
Artikel sebelumnya

Saat Menggelar Formula 1 seperti Mengelola Konser Coldplay

Artikel berikutnya

Foto Surat Suara Jadi Perhatian Komite Etik Jelang Pemilihan Presiden FIA

Foto Surat Suara Jadi Perhatian Komite Etik Jelang Pemilihan Presiden FIA
Muat komentar