Obrolan Garasi #7: Solidaritas Pecinta Vespa Indonesia Bikin Orang Asing Terpesona

Penyelenggaraan Vespa World Days (VWD) 2020-22 di Nusa Dua, Bali, terbilang sukses. Persaudaraan dan solidaritas penggemar Vespa Indonesia, membuat tamu mancanegara ternganga.

Obrolan Garasi #7: Solidaritas Pecinta Vespa Indonesia Bikin Orang Asing Terpesona

Akibat krisis ekonomi yang mengguncang Eropa, Portugal yang semula dipilih jadi tuan rumah VWD 2020 akhirnya mengundurkan diri.

Dalam presentasinya, perwakilan Indonesia berhasil meyakinkan presiden komunitas Vespa dari berbagai dunia lewat berbagai terobosan baru. Mereka pun sepakat menyelenggarakan ajang tersebut di Pulau Dewata, 9-12 Juni silam.

Penggagas Vespa Club Indonesia, Benyamin Aris Nugroho menjelaskan, “Dalam setiap Vespa World Days, selalu ada pertemuan antara presiden komunitas nasional. Martin Stift, mantan Presiden Vespa World Club, punya wawasan bahwa Vespa bukan hanya besar di Eropa, tapi juga sangat besar di Asia.

“Kita diberi kesempatan menyelenggarakan VWD pada 2021. Pada 2018, Portugal dan beberapa negara Eropa dilanda krisis ekonomi. Mereka mestinya menjadi penyelenggara pada 2020, tapi mundur. Indonesia maju jadi pengganti.”

Konsep area berkemah dinilai unik oleh para presiden komunitas Vespa. Pasalnya, di Eropa, hal tersebut belum pernah dibuat. Kearifan lokal justru menjadi kelebihan Indonesia.

“VWD di Eropa rata-rata menarik lima ribu peserta. Biasanya mereka datang ke venue, lalu menginap di hotel sekitarnya,” Benyamin melanjutkan.

“Kalau di Indonesia tidak, setiap event peserta berkumpul di situ. Ini sesuatu yang unik. Teman-teman mancanegara shock melihat camping ground di Pantai Pandawa.

Baca Juga:

“Vespa World Days niatnya silaturahmi. Mayoritas peserta mancanegara hampir tidak bisa berkata-kata. Martin juga sangat terkejut.

“Dia datang ke Surabaya untuk mengikuti National President Meeting , Ia mencoba berkendara dari Surabaya ke Bali, berangkat pukul 08.00 pagi sampai jam 05.00 pagi.

“Martin ingin merasakan pengalaman itu seperti apa. Ia terkejut dengan jumlah, serta brotherhood di Indonesia. Dia membagikan kabar ini kemana-mana tentang solidaritas sesama vespities di Indonesia.”

Pria, yang berprofesi sebagai desainer interior, itu dengan bangga mengumumkan tentang raihan Rekor Muri karena baru pertama VWD dilangsungkan di luar Eropa.

Jumlah pesertanya pun tidak main-main. Animo para pengguna Vespa sangat tinggi hingga menjaring puluhan ribu orang yang berasal dari 16 negara.

“Di Peninsula, Nusa Dua, harus registrasi. Dengan adanya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) maka dibatasi 8.500, ditambah sukarelawan dan penyewa jadi pas 10 ribu karena kapasitas panggung 20 ribu,” ujarnya.

“Kalau di Pandawa, kita serahkan ke desa adat. Peserta membeli tiket selama empat hari. Dilaporkan tiket terjual 32 ribu.

 

“Kita sudah dapat rekor Muri sebagai penyelenggara Vespa World Days pertama di luar Eropa. Oktober bakal ada pengumuman soal jumlah peserta.”

Lebih lanjut, Benyamin menjelaskan tentang asal-usul Vespa World Day. Pertama kali, program tersebut bernama Euro Vespa Day yang dilangsungkan pada 1954.

Dengan berdirinya, Vespa World Club maka nama ajang itu diganti dengan Vespa World Days. Indonesia mengirimkan delegasi perdana di Saint Tropez, Prancis, pada 2016.

Pembahasan mendalam mengenai Vespa dan sisi lain Benyamin Ari Nugroho, bisa disimak dalam program Obrolan Garasi episode ketujuh bersama M.Wahab S. Selengkapnya, silakan simak video di kanal Youtube Motor1 Indonesia atau player di bawah ini.

 
dibagikan
komentar
Obrolan Garasi #6: Ahmad Jayadi Ingin Indonesia Miliki Ikon Balap
Artikel sebelumnya

Obrolan Garasi #6: Ahmad Jayadi Ingin Indonesia Miliki Ikon Balap

Artikel berikutnya

Cara Unik Benyamin Nugroho Satukan Pecinta Vespa Klasik dan Modern

Cara Unik Benyamin Nugroho Satukan Pecinta Vespa Klasik dan Modern