Visi-Misi Mohammed ben Sulayem Jika Terpilih Jadi Presiden FIA

Kandidat Presiden FIA, Mohammed ben Sulayem, percaya ada peluang untuk membuat motorsport lebih besar di semua level. Kuncinya, biaya yang lebih terjangkau bagi para partisipan.

Visi-Misi Mohammed ben Sulayem Jika Terpilih Jadi Presiden FIA

Dalam wawancara eksklusif kepada Motorsport.com, Sulayem berbicara tentang visi dan misi jika dia sukses terpilih sebagai Presiden FIA. Eks pereli itu melihat peluang besar bagi semua klub anggota badan balap.

“Saya ingin mengembangkan FIA. Menurut saya, ada potensi. Saya merasa ada potensi untuk menumbuhkan kompetisi,” ucapnya.

“FIA mengandalkan dua pilar: Anda memiliki motorsport dan Anda memiliki mobilitas. Mobilitas, ada pembalap yang harus kami jaga, ada lingkungan dan ada juga keselamatan jalan. Itu semua berjalan beriringan.

“Di motorsport, kami harus meningkatkan jumlahnya dan saya percaya apakah itu di Amerika Latin atau di India, atau di Cina, atau tempat lain di Afrika, ada banyak potensi.

“Cara menumbuhkannya adalah pertama-tama membuatnya terjangkau. Saat ini, olahraga itu mahal. Bahkan gokarting sangat mahal. Anda bisa melihat orang-orang menghabiskan 300 ribu dolar Amerika (setara 4,3 miliar Rupiah) untuk satu musim penuh bagi seorang pembalap muda. Biaya kompetisi sebanyak itu.”

Wakil Presiden FIA bidang olahraga dan 14 kali juara Reli Timur Tengah, Mohamed Ben Sulayem

Wakil Presiden FIA bidang olahraga dan 14 kali juara Reli Timur Tengah, Mohamed Ben Sulayem

Foto oleh: DPPI

Sulayem pun berpikir, bahwa pengurangan biaya di semua level motorsport sangat penting jika kategori akan berkembang di masa depan. FIA dapat mencurahkan sumber daya untuk mencapai hal tersebut.

“Tidak ada yang menyangkal F1 adalah puncak motorsport di FIA. Tetapi FIA bukan hanya F1, jika tidak hanya terbatas pada area tertentu. Bagaimana dengan kejuaraan regional? Kami tidak ingin mereka mati,” tuturnya.

“Satu-satunya cara untuk meningkatkan adalah melindungi kejuaraan regional. Dan melindungi sebenarnya adalah memastikan harganya terjangkau. Aturan tidak untuk membatasi. Aturan ada untuk menyelamatkan dan juga untuk tumbuh bersama mereka, untuk melayani mereka.

“Saya melihat kejuaraan kami di FIA Middle East Rally Championship, itu naik turun. Dan itu selalu karena kami tidak inovatif. Perbedaan antara biaya tim seperti saya, dibandingkan dengan tim di tempat terakhir, adalah sejumlah besar uang.

“Tetapi jika kami membuatnya sedikit seimbang, dengan kesetaraan dan sehingga tidak ada yang bisa datang ke sana dengan jutaan dolar dan membeli mobil terbaik untuk menang, tidak akan ada kesenjangan besar.”

Formula 1

Mohammed ben Sulayem lalu berpikir, bahwa pemilik F1 saat ini, Liberty Media, melakukan pekerjaan luar biasa dalam menjaga Grand Prix tetap berjalan selama pandemi Covid-19. Namun, dia menilai masih ada peluang untuk membuat balap jet darat lebih baik.

“Sebagai olahragawan dan bagian dari masyarakat motorsport, saya mengucapkan selamat kepada Liberty dan tim untuk, melawan semua pembatasan ini, memiliki kejuaraan non-stop yang aman tahun lalu,” ucapnya.

“Kami tahu pandemi ini sangat mengerikan. Jadi, untuk memiliki mobilisasi dan logistik besar-besaran dengan F1, ini adalah sesuatu pujian kepada mereka, ‘Selamat atas hal ini’.

“Karena itu, tantangan dengan F1 yang harus kami atasi adalah kami harus mendengarkan mitra kami dan kami harus melanjutkan masa depan.

“Tantangan utama yang saya rasakan jelas adalah batasan biaya. Ini adalah cara yang harus ditempuh. Tetapi batasan biaya tidak hanya khusus untuk bagian-bagian tertentu dari sebuah tim.

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, and Lando Norris, McLaren MCL35M, prepare to lead the field away at the start

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, and Lando Norris, McLaren MCL35M, prepare to lead the field away at the start

Photo by: Mark Sutton / Motorsport Images

“Saya percaya (itu mencakup) seluruh tim. Dan seluruh tim mencakup teknis, jumlah tes dan banyak hal, termasuk pembalap, banyak hal. Dan itu akan menciptakan kompetisi.

“Saya tidak merasa ada orang yang ingin melanjutkan dan menonton hanya dua atau tiga tim yang bertarung, dan kemudian sisanya saling bertumpuk. Itu bukan kompetisi dan bukan itu yang diinginkan tim itu sendiri.

“Saya percaya dalam menciptakan departemen teknis yang baik di FIA dan untuk memberdayakannya, dan juga memiliki dialog yang jauh lebih besar dengan para anggota dan bersama tim.”

Baca Juga:

Sulayem menambahkan, dirinya menikmati hubungan yang sangat baik dengan Formula 1. Telah menjadi penyelenggara GP Abu Dhabi sejak 2009, dia melihat bagaimana mengembangkan sebuah event.

“Saya dapat melihat masalah apa yang ada dan apa yang mereka cari di masa depan. Saya telah berbicara dengan mereka. Saya telah berbicara dengan Toto Wolff tentang bagaimana kami dapat mempertahankannya,” ujarnya.

“Motorsport bukan hanya kompetisi, ini hiburan dan bisnis. Dan jika kami tidak punya rencana, kami akan gagal.”

dibagikan
komentar
Tokoh Balap Nasional Alfonsus Judiarto Tutup Usia

Artikel sebelumnya

Tokoh Balap Nasional Alfonsus Judiarto Tutup Usia

Artikel berikutnya

Sirkuit Spa-Francorchamps Kembali Terdampak Cuaca Ekstrem

Sirkuit Spa-Francorchamps Kembali Terdampak Cuaca Ekstrem
Muat komentar