Dennis Hauger Kurang Percaya Diri Sebelum Juarai F3

Dennis Hauger bangkit dengan cara terbaik pada musim 2021. Setelah penampilan buruk pada kampanye pertamanya di F3, pembalap Prema Racing itu sukses memenangi gelar.

Dennis Hauger Kurang Percaya Diri Sebelum Juarai F3

Pada musim 2020, dua pembalap yang mendominasi Kejuaraan Formula 4 Jerman 2019 melakoni debut dalam ajang FIA Formula 3 (F3) dengan nasib yang bertolak belakang.

Theo Pourchaire, juara F4, tampil mengesankan pada F3 2020 dengan finis di peringkat kedua sebagai rookie. Sementara Dennie Hauger, runner-up F4, menutup musim di urutan ke-17.

Pada tahun ini, Pourchaire telah bersaing dalam Formula 2 (F2) dengan beberapa hasil yang luar biasa. Sedangkan Hauger bertahan di F3, namun pindah dari Hitech GP ke Prama Racing.

Keputusan berganti tim itu terbukti sangat tepat. Pembalap binaan Red Bull itu tampil impresif bersama Prema, mencetak sembilan podium, termasuk empat kemenangan, dalam 20 race.

Baca Juga:

Dennis Hauger juga berhasil mengamankan tiga dari tujuh kemungkinan pole position. Ia dengan mudah memenangi pertarungan gelar melawan rival sekaligus kolega di Red Bull, Jack Doohan.

“Saya pikir tahun lalu saya mulai bertanya-tanya apa yang sedang terjadi, apakah saya cukup baik. Dan setelah tes dengan Prema, bekerja bersama Prema, saya benar-benar belajar secara mental bahwa saya tidak boleh meragukan diri sendiri,” ujar Hauger.

“Memasuki musim ini, pada akhir 2020, (gelar) jelas menjadi tujuannya. Saya tahu itu akan menjadi tahun yang besar, saya mengerahkan semua upaya saya untuk musim ini. Jadi saya senang telah mampu menyelesaikannya di puncak,” imbuh sang pilot.

Manajer Tim Prema Rene Rosin memuji penampilan Dennis Hauger dalam musim yang luar biasa setelah tahun debut yang sulit pada 2020, di mana ia tidak bisa menunjukkan potensinya.

Dennis Hauger, Prema Racing

Dennis Hauger, Prema Racing

Foto oleh: James Gasperotti / Motorsport Images

“Saya kira (kesuksesan) itu (datang) terutama karena kepercayaan dirinya, karena dia datang usai musim di mana dia sukses di F4, lalu ke Formula 3 dan kesulitan meraih hasil yang diinginkan. Jadi saat datang ke kami, kepercayaan dirinya rendah,” kata Rosin.

“Kami bekerja membenahi pikirannya lebih dulu, untuk memastikan dia tahu bahwa dia bisa berhasil dan mampu bangkit. Ketika dia meraih satu hasil (positif), kedua, dan seterusnya, dia secara otomatis mulai percaya diri. Dari situ, semuanya jadi lebih mudah.”  

Meski belum ada konfirmasi atau pengumuman resmi, Hauger diperkirakan akan membalap di F2 pada musim 2022 bersama Prema Racing. Ia telah mengikuti tes F2 di Abu Dhabi pekan lalu.

Selama pengujian tiga hari tersebut, pembalap 18 tahun itu mencatat waktu tercepat ke-10. Ia berada 1 detik di belakang torehan terbaik yang ditetapkan pilot Prema lainnya, Jehan Daruvala.

 

dibagikan
komentar
Formula 2 dan Formula 3 Perkenalkan Sistem Poin Baru
Artikel sebelumnya

Formula 2 dan Formula 3 Perkenalkan Sistem Poin Baru

Artikel berikutnya

Prema Racing Gaet Pembalap Ferrari Junior Oliver Bearman

Prema Racing Gaet Pembalap Ferrari Junior Oliver Bearman
Muat komentar