Aitken Ikut GT World Challenge untuk Tingkatkan Kemampuan

Pembalap cadangan Williams, Jack Aitken, mengungkapkan bahwa dirinya mengikuti ajang GT World Challenge Eropa adalah untuk mengasah kemampuannya sebagai pembalap.

Aitken Ikut GT World Challenge untuk Tingkatkan Kemampuan

Aitken, yang bakal turun di balap ketahanan dan Sprint Cup GT World Challenge akan mengendarai mobil Lamborghini Huracan GT3 EVO. Mengikuti lomba balap mobil turing tersebut, menurut Aitken, adalah untuk mengasah kemampuan.

Pembalap 25 tahun itu akan mencatatkan debut di balap GT dengan turun pada lomba pertama seri Endurance Cup GT World Challenge Europe (GTWCE) pada akhir pekan ini (16-18 April) di Sirkuit Monza, Italia.

Aitken akan membalap untuk Emil Frey Lamborghini dan bertandem dengan Konsta Lappalainen, sepanjang 10 balapan GTWCE. Emil Frey sendiri menurunkan tiga mobil pada musim ini.

Pembalap asal Prancis, Arthur Rougier, akan bergabung bersama keduanya dalam lima ronde, termasuk Spa 24 Hours pada Juli mendatang.

Baca Juga:

"Mengikuti GT World Challenge, ini semua karena saya ingin mengasah kemampuan saya sebagai seorang pembalap," tutur pembalap Britania Raya berdarah Korea Selatan itu.

"Anda tentunya jarang melihat pembalap F1 turun di lomba balap GT. Jadi jika memang ada sedikit masalah pada adaptasi, saya tidak akan menganggap itu sebagai kendala.

"Ini adalah kompetisi yang sangat ketat, saya akan kesulitan tampil di sini. Tapi itu bagus untuk perkembangan saya.

"Saya sedang belajar untuk mengendarai mobil yang berbeda, belajar bagaimana cara bekerja dalam lingkungan yang baru, dengan rekan setim yang baru, karena tim balap itu bukan hanya tentang satu pembalap."

Jack Aitken, Williams Racing

Jack Aitken, Williams Racing

Foto oleh: Charles Coates / Motorsport Images

Aitken juga mengatakan bahwa keikutsertaannya di GTWCE merupakan hal yang penting baginya, mengingat ia butuh tampil reguler agar insting balapnya tidak menumpul.

"Saya sudah tiga musim balapan di Formula 2, dan saya tidak melihat adanya kesempatan untuk kembali ke sana. GTWCE menjadi ajang yang tepat karena secara jadwal, tidak banyak yang bentrok dengan F1," ujarnya.

"Kemudian perlombaan diselenggarakan di Eropa, jadi saya tidak memiliki masalah untuk berpindah-pindah lokasi," kata Jack Aitken.

dibagikan
komentar
'Ratu Nurburgring' Sabine Schmitz Meninggal di Usia 51 Tahun

Artikel sebelumnya

'Ratu Nurburgring' Sabine Schmitz Meninggal di Usia 51 Tahun

Muat komentar