Audi Perbarui R8 LMS GT3, Sayap Belakang Jadi Sorotan

Audi siap melepas versi terbaru R8 LMS GT3 untuk musim balap 2022 dengan segudang komponen baru.

Audi Perbarui R8 LMS GT3, Sayap Belakang Jadi Sorotan

Seolah ingin menjawab tantangan salah satu rival beratnya di kategori mobil Group GT3 – atau secara teknis dikenal Cup Grand Touring Cars dan disingkat GT3 – all new BMW M4 GT3, Ausi langsung menjawab dengan meluncurkan versi upgrade R8 LMS.

Tiga tahun setelah meluncuran Evo edisi pertama, pabrikan asal Ingolstadt, Bavaria, Jerman, tersebut melansir Audi R8 LMS Evo II, Rabu (21/7/2021) waktu setempat.

Dengan segudang paket baru, mobil yang mengusung mesin V10 ini disiapkan untuk musim balap 2022 atau tepat saat dimulainya homologasi baru untuk mobil kategori GT3.

 Audi R8 LMS GT3 evo II

Audi R8 LMS GT3 evo II

Foto oleh: Audi

Upgrade Audi R8 LMS Evo II ini memang jauh lebih besar dan signifikan dibanding versi 2019, yang lebih memfokuskan pada aerodinamika.

Untuk R8 LMS Evo II ini, Audi menitikberatkan pembaruan pada lima area: pengembangan aerodinamika yang terlihat dari beberapa komponen – paling menonjol sayap belakang – lalu sasis, mesin, sistem elektronik, serta optimalisasi sistem air conditioning alias AC.

Perubahan terbesar Audi R8 LMS Evo II terlihat pada sayap belakang yang diklaim mampu memberikan gaya tekan (downforce) lebih besar. Audi ingin mencoba menghasilkan lebih banyak downforce pada bagian atas mobil.

Konsekuensinya, hambatan udara bakal lebih besar. Namun, downforce bisa lebih konstan. Sementara, diffuser bisa disesuaikan tergantung ground clearance.

 Audi R8 LMS GT3 evo II

Audi R8 LMS GT3 evo II

Foto oleh: Audi

Untuk mengimbangi peningkatan tenaga pada mesin turbo, Audi juga melakukan ubahan pada mesin R8 LMS Evo II ini. Mesin 5.2-liter V10 yang selama ini memiliki torsi kecil, dipasangi intake yang lebih panjang untuk menyesuaikan perubahan karakter torsi lebih tinggi.

Hasilnya, Audi R8 LMS Evo II tidak hanya lebih cepat saat keluar tikungan-tikungan sempit tetapi juga lebih gesit ketiga menghadapi traffic saat turun di lomba dengan kelas campuran.

Kontrol traksi juga diperbaiki sehingga tenaga bisa dialirkan lebih baik. Inilah salah satu kelemahan model sebelumnya (Evo I). Nantinya, kontrol traksi ini bisa dinonaktifkan saat grip sudah tinggi, misalnya di kualifikasi.

Pada sasis, Audi untuk kali pertama memakai peredam (damper) empat arah yang bisa disetel. Rebound dan kompresi dibagi menjadi cepat (bump) dan lambat (distribusi beban tergantung kondisi berkendara, misal untuk pergerakan roll and pitch).

 Audi R8 LMS GT3 evo II

Audi R8 LMS GT3 evo II

Foto oleh: Audi

Menariknya, Audi juga masih mempertahankan peredam TTX-36 keluaran Ohlins. Padahal, pabrikan lain sudah banyak yang memakai TTX-40 yang lebih baru.

Audi berdalih, TTX-36 dipakai untuk mengurangi cost. Mobil juga menjadi lebih mudah dikendarai dengan setting-an baru. Ujungnya, tim tidak dipusingkan dengan set-up mobil.

Semua perubahan pada Audi R8 LMS Evo II ini dimaksudkan agar mobil mengalami peningkatan dari kebanyakan mobil spesifikasi GT3 saat ini. Bukan untuk menambah kecepatan tetapi agar lebih konstan dan mudah dikendalikan oleh amatir sekalipun.

“Evolusi ini mengikuti kebutuhan konsumen kami, bahkan lebih. Sebagian besar inovasi pada Audi R8 LMS Evo II ini merupakan refleksi dan harapan dari tim-tim yang disampaikan kepada kami,” ucap Chris Reinke, Head Audi Sport Customer Racing.

Baca Juga:

Dengan segudang perubahan ini, harga Audi R8 LMS Evo II pun melonjak menjadi 429 ribu euro (sekira Rp7,32 miliar), belum termasuk pajak.

Audi R8 LMS saat ini turun di berbagai ajang balap GT3, termasuk seri GT World Challenge Europe, DTM, IMSA WeatherTech SportsCar Championship, dan SUPER GT.

Sejak Evo kit dipakai mulai 2019, Audi R8 LMS berhasil memenangi Nurburgring 24 Hours (2019), Suzuka 10 Hours (2019), dan gelar pembalap di GT World Challenge Europe Sprint Cup (2020).

 

 

 

 

 

dibagikan
komentar

Video terkait

Bos McLaren F1 Ikuti GT4 Series bersama United Autosports

Artikel sebelumnya

Bos McLaren F1 Ikuti GT4 Series bersama United Autosports

Muat komentar