GALERI: Sejarah Daytona Prototype

dibagikan
komentar
GALERI: Sejarah Daytona Prototype
Oleh: Aditya Siregar
26 Jan 2018 08.34

Jelang balap Daytona 24 Jam akhir pekan ini, berikut sejarah kelas Daytona Prototype hingga menjelma jadi Daytona Prototype International.

Jika kejuaraan diselenggarakan ACO di Eropa dan Asia memiliki kategori Le Mans Prototype, maka arena balap ketahanan Amerika memiliki kategori Daytona Prototype. Meski sejak bergabungnya IMSA dengan Grand-Am pada 2014 telah membuat DP dan LMP2 saling berhadapan, konsep keduanya sangat berbeda.

Mobil Daytona Prototype
Mobil-mobil DP gen-1

Foto oleh: Daytona International Speedway

DP hadir tak lama setelah arena balap sportscar di Amerika pecah menjadi Gran American Road Racing Championship dan American Le Mans Series mulai musim 2000. Untuk memberikan ciri khas sekaligus solusi atas semakin mahalnya prototipe beratap terbuka. Juga ancaman terlalu tingginya kecepatan mobil pada trek utama.

Fokus utama pada DP adalah keselamatan dan kendali biaya. Untuk menghemat biaya dipilih mobil dengan sasis tube-frame, bukan komposit serat karbon seperti dimiliki LMP. Jumlah konstruktor dan pemasok mesin pun dibatasi. Dengan regulasi mesin menggunakan enam atau delapan silinder aspirasi normal bawaan model produksi.

Grand-Am menunjuk tujuh konstruktor sebagai pemasok sasis, yaitu Fabcar, Doran, Multimatic, Crawford, Chase, Picchio dan Riley. Dengan Fabcar menjadi pertama menampilkan DP pada Oktober 2002.

Salah satu kritik terhadap DP adalah desainnya yang kurang sedap dipandang. Ini disebabkan oleh pembatasan dimensi yang bertujuan membatasi aerodinamika pada kecepatan tinggi di Daytona.

Pada debutnya di Daytona 24 Jam 2003, enam DP tampil harus mengakui keunggulan performa kategori GTS. Berada di belakang Chevrolet Corvette dan Ford Mustang pada sesi kualifikasi. Meski begitu, Grand-Am memberikan tiga posisi start terdepan bagi DP tercepat. Pada akhir lomba, hanya dua DP berhasil finis di P4 dan P5.

Tak lama bagi DP untuk mengungguli GTS, langsung memenangkan ronde kedua musim 2003 melalui Fabcar FDCS/03 bermesin Porsche dari tim Brumos dikemudikan Hurley Haywood dan J.C. France.

Di Daytona, DP berhasil menjuarai balap 2004 melalui model Doran JE4 bermesin Pontiac dari Bell Motorsports dikemudikan Christian Fittipaldi, Terry Borcheller, Forest Barber dan Andy Pilgrim.

Presentasi Daytona Prototype
Presentasi DP gen-2

Foto oleh: Rainier Ehrhardt

Berlakunya pembekuan sasis selama lima tahun membuat DP generasi kedua baru hadir pada musim 2008. Pada generasi ini, muncul nama-nama konstruktor lebih familier seperti Lola dan Dallara yang membeli hak suplai Multimatic dan Doran. Dari sisi penampilan, DP gen-2 tidak lebih cantik dibandingkan gen-1.

Konstruktor paling dominan pada DP gen-1 dan gen-2 adalah Riley. Pada era generasi I, Riley Mk XI berhasil memenangkan 80 persen balap diikutinya. Sementara, model Mk XX lebih dominan dengan menang pada 82 persen balap diikutinya antara 2008-2011.

Riley bahkan menjadi pemenang Daytona 24 Jam tanpa henti antara 2004 hingga 2015. Merajai dalam tiga era generasi DP.

Wajah DP baru terlihat membaik pada generasi III diperkenalkan musim 2012. Pada generasi ini, Grand-Am melihat potensi keterlibatan manufaktur pada seri dan mengizinkan pemberian identitas desain dan penggantian nama.

Adalah General Motors yang langsung memanfaatkan regulasi baru DP dengan menurunkan Chevrolet Corvette DP berbasis sasis Coyote. Membawa nama Corvette kembali ke arena puncak balap sportscar, sebelumnya sempat tampil di IMSA GTP dekade 1980an.

 

#60 Michael Shank Racing with Curb-Agajanian Ford Riley: A.J. Allmendinger, Oswaldo Negri, John Pew, Justin Wilson

 

Walau inkarnasi terkini Riley, model Mk XXVI berjaya di Daytona, ia harus mengakui keunggulan Corvette DP sepanjang dua musim terakhir Grand-Am. Corvette merebut 16 kemenangan, sementara Riley sembilan.

Dominasi Corvette terus berlanjut setelah bergabungnya Grand-Am dengan ALMS menjadi IMSA United SportsCar Championship pada 2014. Hadirnya sasis LMP2 berkonstruksi lebih canggih tidak membuat DP kalah. Lewat upaya modifikasi, utamanya pada sektor downforce, DP tetap merajai arena balap ketahanan Amerika. Dari 30 ronde balap 2014-2016, 24 diantaranya dimenangkan DP dari Corvette dan Riley.

Tepat lima musim setelah DP gen-3 meluncur, penyelenggara mengubah konsep dasar menjadi Daytona Prototype International. Melalui konsep DPi, pabrikan diizinkan turun sebagai partner tim privat, serta memasang mesin tersendiri dan memberikan identitas desain. Sebagai basis, diwajibkan memilih empat sasis LMP2 tersedia dari Riley, Dallara, Ligier dan Oreca.

Konsep ini langsung disambut oleh General Motors, Mazda dan Nissan pada musim 2017. Dengan merek Cadillac, General Motors menggandeng Dallara menurunkan DPi-V.R, Kolaborasi Nissan-Ligier mengghadirkan Nissan Onroak DPi, sementara Mazda dan Riley dengan RT24-P.

Dari sisi penampilan, konsep DPi menghadirkan prototipe berpenampilan lebih menarik dibandingkan LMP2 standar. Identitas pabrikan seperti gril, bentuk lampu depan, hingga gril dan logo terpampang dengan jelas pada DPi Cadillac, Mazda dan Nissan.

Dari 10 ronde IMSA 2017, sembilan diantaranya dimenangkan oleh DPi. Cadillac menjadi konstruktor dominan dengan merebut tujuh, dengan dua kemenangan dipersembahkan Nissan.  

 Memasuki 2018, hadir pendatang baru DPi dari divisi mewah Honda, Acura yang menggunakan sasis Oreca dan berkolaborasi dengan tim veteran Penske. Apakah di tahun ini DPi akan mengulangi dominasinya seperti 2017? 

Slider
List

Fabcar FDSC/03

Fabcar FDSC/03
1/14

Doran JE4

Doran JE4
2/14

Chase CCE

Chase CCE
3/14

Multimatic MDP1

Multimatic MDP1
4/14

Riley MkXI

Riley MkXI
5/14

Dallara DP-01

Dallara DP-01
6/14

Lola B08/70

Lola B08/70
7/14

Riley MkXX

Riley MkXX
8/14

Corvette DP

Corvette DP
9/14

Riley MkXXVI

Riley MkXXVI
10/14

Cadillac DPi-V.R

Cadillac DPi-V.R
11/14

Mazda RT24-P

Mazda RT24-P
12/14

Nissan Onroak DPi

Nissan Onroak DPi
13/14

Foto oleh: Jake Galstad / LAT Images

Acura ARX-05

Acura ARX-05
14/14

Foto oleh: Jake Galstad / LAT Images

Artikel IMSA berikutnya
Brown realistis atas peluang Alonso di Daytona

Artikel sebelumnya

Brown realistis atas peluang Alonso di Daytona

Next article

Daytona 24 Jam: Cadillac rebut pole, Alonso P13

Daytona 24 Jam: Cadillac rebut pole, Alonso P13

Tentang artikel ini

Kejuaraan IMSA
Penulis Aditya Siregar
Tipe artikel Special feature