Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Mike Rockenfeller Incar Kursi IMSA 2023

Mike Rockenfeller ingin balapan semusim penuh di IMSA WeatherTech SportsCar Championship 2023, saat regulasi LMDh sudah berjalan.

#48 Action Express Cadillac DPi: Mike Rockenfeller, Kamui Kobayashi, Jose Maria Lopez

Dikenal sebagai pembalap hebat bersama Audi di DTM, Rockenfeller justru lebih menyukai balap ketahanan, dengan pernah mengikuti Le Mans 24 Hours dan Rolex 24 Hours pada 2010.

Pembalap asal Jerman itu mengakhiri kariernya di DTM musim 2021, setelah meramaikan ajang touring car paling bergengsi di negeri Bavaria tersebut selama 15 musim. Ia tercatat pernah merengkuh gelar juara 2013.

Rockenfeller kini bergabung dengan Action Express Racing untuk empat seri IMSA 2022. Ia akan mengendarai mobil #48 Cadillac DPi V.R bersama Kamui Kobayashi, Jose Maria Lopez dan Jimmie Johnson di Daytona.

Pembalap berusia 38 tahun itu menikmati hubungan kerjanya dengan Cadillac, yang saat ini tengah membangun mesin LMDh bersama Dallara.

Akan tetapi, ia tidak menepis peluang tampil di IMSA bersama pabrikan lain di kelas GTP pada 2023, jika memang memiliki opsi untuk berlomba.

"Target saya di IMSA adalah balapan semusim penuh tahun depan," kata Rockenfeller kepada Motorsport.com.

"Untuk sekarang saya memang merasa sangat senang. Saya bahagia karena bisa mengendarai mobil #48 di IMSA. Saya akan lebih senang lagi jika di masa depan bisa kembali mengendarai Cadillac, tapi tidak ada yang tahu masa depan akan seperti apa," ucapnya menambahkan.

#3 Corvette Racing Corvette C7.R: Mike Rockenfeller

#3 Corvette Racing Corvette C7.R: Mike Rockenfeller

Photo by: Art Fleischmann

Mobil #48 Ally Racing/Action Express Cadillac mengawali musim dengan buruk pada ajang IMSA 2022. Para pembalap dibuat sangat kesulitan dalam mengendalikan mobil.

Alhasil, #48 Ally Racing/Action Express Cadillac hanya bisa finis kelima dan keenam, dari tujuh mobil yang diturunkan di kelas DPi pada seri Daytona dan Sebring.

Di trek Daytona, #48 senggolan dengan mobil GT di Tikungan 3 dan kehilangan 23 lap di pit karena dalam proses perbaikan.

Sementara di Sebring, mereka meraih hasil negatif karena mengalami masalah pada remnya. Target yang dipasang tinggi di dua balapan tersebut pun tak terpenuhi.

Rockenfeller mengakui sulit untuk menerima rentetan nasib buruk yang menimpa kru #48 di dua putaran pembukaan, mengingat pembalapnya memiliki kemampuan, sementara mobilnya bisa melaju cepat.

“Ketika Anda hanya melakukan empat balapan di IMSA Endurance Cup musim ini dan dua di antaranya hilang, itu yang membuat musim ini jadi menantang," tuturnya.

“Kami bisa saja ditantang untuk podium di kedua balapan, tapi itulah balapan pada akhirnya.

“Sebagai sebuah tim, saya sendiri, Jimmie (Johnson), Kamui (Kobayashi), dan Jose-Maria (Lopez), semuanya bekerja dengan sangat baik dan kami memiliki kecepatan di dalam mobil.

"Ally Racing/Action Express Racing selalu memberi kita mobil bagus, jadi sebagai sebuah tim, itu menyakitkan, itu membuat kami frustrasi ketika ada yang salah seperti di Daytona dan Sebring.

“Dari sisi saya, sejujurnya saya senang dengan Ally Racing/Action Express Racing dan saya sangat senang dengan performa saya. Keberuntungan akan berpihak pada kami di Watkins Glen 6 Hours pada Juni.

"Mari kita lihat apa yang akan terjadi di sana."

Baca Juga:

Be part of Motorsport community

Join the conversation

Video terkait

Artikel sebelumnya Lakoni Debut IMSA, Stoffel Vandoorne Tampil di Sebring 12 Hours
Artikel berikutnya Tinggalkan Formula E, Lotterer Diplot ke WEC dan IMSA

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia