WEC dorong IMSA adopsi regulasi generasi berikut LMP1

dibagikan
komentar
WEC dorong IMSA adopsi regulasi generasi berikut LMP1
Gary Watkins
Oleh: Gary Watkins
14 Feb 2018 05.39

FIA World Endurance Championship mendorong IMSA WeatherTech SportsCar Championship agar mengadopsi aturan generasi berikut LMP1.

Promtor WEC Automobile Club de l’Ouest yakin bahwa generasi baru P1 prototipe berbiaya rendah akan hadir untuk musim 2020/21 dapat menjadi basis kelas utama IMSA di masa mendatang.

Presiden ACO Pierre Fillon mengatakan dirinya telah mengemukakan ide tersebut saat pertemuan antara pejabat WEC dan IMSA di Amerika tahun lalu.

Seperti formula DPi berbasis LMP2 diperkenalkan IMSA tahun silam, konsep LMP1 mendatang akan mengizinkan pabrikan menampilkan perwajahan mobil jalan raya.

“Kami sedang mengerjakan aturan prototipe bersama,” ucap Fillon kepada Motorsport.com. “Idenya seperti memberikan identitas desain pada mobil seperti DPi, tetapi kami ingin melangkah lebih jauh.

“Kami juga ingin mengurangi biaya generasi berikut prototipe sehingga tidak berbeda jauh dengan DPi.”

ACO, bekerjasama dengan FIA untuk aturan baru, ingin memperbolehkan teknologi hybrid, meski menurut Fillon akan menjadi masalah untuk IMSA.

Kunci perbedaan lain adalah aturan WEC mengizinkan pabrikan untuk membangun mobil, bukan membeli sasis dari produsen LMP2 seperti saat ini.

Bos IMSA Scott Atherton mengatakan bahwa upaya mendorong aturan bersama tengan dilakukan.

“Kami sedang bekerja sama dengan tujuan sama dan berbagi visi untuk menghadirkan aturan teknik prototipe yang membuat mobil mampu bertarung memperebutkan gelar umum Le Mans 24 Jam dan Daytona 24 Jam, serta semua seri IMSA Lainnya, mobil yang sama,” ucapnya kepada Motorsport.com.

“Itu bagian mudahnya, lebih gampang mengatakan daripada melakukannya.”

Atherton bersikeras bahwa IMSA akan “mempertahankan apa yang dipercaya menjadi elemen inti formula DPi”.

Ia menambahkan, “DPi telah menarik rombongan pabrikan dan tim impresif dan mendapatkan dukungan penggemar, mereka terlihat keren dan mereka juga hebat.

“Anggaran dibutuhkan untuk program ini masuk akal dan berkesinambungan, jika dibandingkan dengan pilihan lain.”

 

#55 Mazda Team Joest Mazda DPi: Jonathan Bomarito, Spencer Pigot, Harry Tincknell
#55 Mazda Team Joest Mazda DPi: Jonathan Bomarito, Spencer Pigot, Harry Tincknell

Foto oleh: Alexander Trienitz

 

Pabrikan Amerika Utara ingin pertahankan DPi

Ide IMSA mengadopsi aturan P1 WEC untuk musim 2022 menyusul perpanjangan regulasi saat ini hingga akhir 2021, tidak mendapatkan dukungan dari pabrikan terlibat di DPi.

John Doonan, bos motorsport Mazda North America mengatakan, “Kami perlu konsisten dan mengambil momentum untuk mengembangkan sport, daripada mengubah banyak hal.

“Jika kami harus membuat sendiri mobil, maka nilainya akan hilang.”

Steve Eriksesn, VP Honda Performance Development, mengoperasikan program Acura DPi, memberikan opini serupa.

“Setelah membuat sendiri mobil P1 dan P2 serta melihat biayanya dan membandingkannya dengan mengambil mobil konstruktor dan memodifikasinya, perbedaannya bagaikan siang dan malam,” ucapnya.

“Bagian dari alasan kenapa formula DPi begitu menarik dan akan terus menjadi begitu adalah karena penawaran value-nya yang memikat.”

ACO berharap dapat menampilkan cetak biru aturan 2020/21 pada pekan Le Mans Juni ini. 

Artikel IMSA berikutnya

Tentang artikel ini

Kejuaraan IMSA
Penulis Gary Watkins
Tipe artikel Breaking news