Carlin perkirakan debut IndyCar yang sulit

Pemilik Carlin, Trevor Carlin, mengungkapkan timnya mungkin akan kesulitan pada debut IndyCar mereka di 2018 karena proses kontrak dan pendanaan yang tertunda.

Garth Rickards, Carlin
Garth Rickards, Carlin

Foto oleh: Indianapolis Motor Speedway

Carlin yang telah menurunkan tim di Indy Lights sejak 2015 itu akan naik kelas ke IndyCar pada tahun depan. Untuk susunan pembalap, tim asal Inggris itu telah menunjuk Charlie Kimball dan Max Chilton. 

Pria Inggris itu mengungkapkan kepada Motorsport.com bahwa penundaan proses kontrak dan pendanaan telah membuat tim tertinggal. Namun dengan mobil serta alat yang diperlukan telah terbeli, ia yakin akan mengejar ketertinggalan tersebut.

"Kami selalu memiliki tenggat waktu yang kami perlukan untuk mengkonfirmasikan kami mengikuti IndyCar [musim depan] pada Agustus sebelum musim balapan," ujarnya.

"Ini memakan waktu lebih lama sebenarnya dari yang direncanakan untuk menyelesaikan pendanaan dan kontrak, sejak pengumumannya.

"Sementara itu, kami telah membeli mobil, peralatan, dan pegawai. Kami kehilangan waktu, sekitar enam minggu, kami melakukan semua yang kami bisa untuk mengejar ketertinggalan.

"Karena ini mobil [aerokit] baru, ada pembatasan bagian dari Dallara. Ini akan menjadi awal yang sulit, tapi kami akan memiliki kedua mobil di St.Petersburg."

Carlin menambahkan bahwa kontrak pembalap diselesaikan dengan cepat, terlebih setelah ia tahu ada dua mantan pembalapnya di pasar pembalap.

"Kami mulai mendapat beberapa firasat dari para pembalap dan manager bahwa mereka mungkin ada di dalam pasar.

"Ada isu tentang Ganassi yang mengurangi mobilnya dari empat menjadi dua, dan langsung menempatkan dua pembalap [Chilton dan Kimball] ke dalam pasar."

"Semuanya berjalan dengan sangat cepat, sponsor datang dan ingin bergabung jadi kami memberi tenggat waktu hingga September, dan kami mendapat komitmen verbal.

"Pada akhir musim IndyCar 2017, kami siap untuk memulai prosesnya."

Carlin juga menambahkan meski Honda adalah pilihan yang menarik, akan lebih masuk akal baginya bermitra dengan Chevrolet karena dominasinya di IndyCar.

Chevrolet memenangi lebih banyak balapan dari Honda pada dua tahun terakhir, meski pabrikan performa pabrikan Jepang itu membaik dengan tujuh kemenangan sepanjang 2017, dari yang sebelumnya hanya dua kemenangan.

Honda memenangi dua Indianapolis 500 terakhir, namun Carlin memperkirakan Chevrolet tetap menjadi mesin yang lebih kuat, bahkan setelah aerokit universal menggantikan desain yang dibuat pabrikan agar persaingan lebih seimbang.

"Kami berbicara kepada keduanya, Anda harus melakukan penilaian mendalam. Dan cara saya melihat sesuatu, pada akhirnya, saya melihat Honda hanya sebagai mesin yang harus dimiliki, semua orang mengatakan seberapa besar tenanga yang dimiliki [mesin] Honda.

"Bagi saya, apa yang sepertinya tidak mereka perhatikan adalah Chevy sebenarnya yang memenangi kejuaraan. Dan perusahaan seperti Chevy tidak akan diam saja ketika orang mengungkapkan mesin Honda lebih baik.

"Jadi saya membayangkan, dan saya telah diberi tahu bahwa Chevy telah melakukan banyak pekerjaan sepanjang musim dingin. Dan setidaknya akan seimbang, jika tidak lebih baik dari Honda, jadi saya sangat senang.

Charlie Kimball, Chip Ganassi Racing Honda

Charlie Kimball, Chip Ganassi Racing Honda
4/5

Max Chilton, Chip Ganassi Racing Honda

Max Chilton, Chip Ganassi Racing Honda
5/5

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan IndyCar
Pembalap Charlie Kimball , Max Chilton
Tim Carlin
Tipe artikel Breaking news