Diminta Mundur ke Belakang, Alex Palou Ingin Penjelasan IndyCar

Pemenang IndyCar edisi Portland, Alex Palou, mengecam perintah Race Control untuk mengatur ulang posisi mobil setelah insiden besar di Tikungan 1 lap pembuka.

Diminta Mundur ke Belakang, Alex Palou Ingin Penjelasan IndyCar

Kekacauan mewarnai balapan di Portland International Raceway, Minggu (12/9/2021). Palou, pole sitter, mendominasi sejak awal. Ia menyingkirkan lawan terdekatnya Alexander Rossi (Andretti Autosport).

Pilot Chip Ganassi Racing, Scott Dixon, yang start dari urutan ketiga tampil agresif. Selepas mendahului Rossi, ia mencoba menyerang Palou.

Ketika mencoba mempertahankan sisi dalam jalur, tiba-tiba mobil Arrow McLaren SP-Chevrolet yang dikemudikan Felix Rosenqvist menyenggolnya sebelum tergelincir di chicane. Nahas tak bisa dihindari, dua pembalap Chip Ganassi, Dixon dan Palou, pun berbenturan.

Meski begitu, mereka masih bisa keluar dari kekacauan tersebut dan bergabung di urutan keempat dan keenam. Tiba-tiba mereka mendapat kabar buruk, mereka berdua bersama Rossi, Colton Herra, Conor Daly dan Rosenqvist diminta memulai dari posisi belakang.

Para pembalap sudah diberitahu dalam pertemuan prabalapan, siapa pun yang gagal berkompromi dengan Tikungan 1 atau 2 akan diminta ke belakang pembalap yang sukses.

Palou sangat kesal dengan keputusan itu, meski ia menjadi pemenang dalam lomba tersebut. Dia ingin menanyakan kepada Direktur Balap Kyle Novak.

“Saya tidak melihat tayangan ulang, jadi tidak tahu apa yang terjadi di sana. Saya tahu Scott di sisi dalam dan disenggol beberapa kali. Saya tidak bisa masuk ke sana sehingga mesti melewati chicane. Saya berhasil dan mengatakan, ‘Ok, hanya kehilangan lima posisi’. Itu banyak sekali, tapi saya mengatakan, ‘Setidaknya saya tidak keluar.’

“Kemudian, IndyCar memutuskan bahwa hukuman itu kurang, dan mereka menempatkan saya ke belakang, yang mana saya tidak tahu bahwa mereka ingin saya melakukan itu pada titik itu. Apa mereka ingin saya menghentikan mobil sepenuhnya dan melewati tikungan, membuat balapan tak aman?

“Saya akan menanyakan kepada Kyle. Saya kira itu tidak benar. Memang benar bahwa itu memberi kami opsi melakukan strategi yang menghasilkan kemenangan hari ini, tapi tetap saja, saya kira itu tak masuk akal. IndyCar melakukan hal IndyCar,” ia menuturkan.

Palou sangat marah tapi tak bisa mengekspresikannya lewat kata-kata. Alhasil, ia melepaskan emosi sepanjang balapan dan fokus menerapkan strategi dari Barry Wanser.

“Saya tidak kehilangan…sulit berkata-kata! Tapi, saya tidak pernah mengatakan, ‘Oh, saya tidak,’ terutama dengan Barry siaga di radio dan tim. Saya hanya marah dan saya ingin duduk dengan IndyCar dan mengatakan, ‘Tolong, apa Anda bisa menjelaskan apa yang terjadi?’ Saya ingin memahami. Saya tidak mengerti karena Barry seperti, ‘OK, hentikan Alex,’ dan saya seperti, ‘OK, Barry, saya akan menghentikannya.’

Baca Juga:

“Dalam balapan, Anda tidak bisa menyerah. 110 lap, IndyCar, itu lap ke-10 dan saya tidak boleh menyerah. Jika saya menyerah, apa yang dapat saya harapkan dari orang-orang di pit stop? Kami pantang menyerah. Mereka melakukan pit stop luar biasa sekali lagi dan kami memenangi balapan,” katanya.

Palou dan pembalap yang dapat penalti memilih untuk masuk pit dengan hati-hati setelah kericuhan di Tikungan 1. Sebab, mereka diberi dua pit stop. Palou, Rossi dan Dixon pun bisa menghemat bahan bakar dan maju serta finis dalam urutan sejak start.

“Ketika mereka butuh waktu untuk menghukum kami, itu lap yang dihitung dan saya seperti, ‘OK, ini hal bagus’. Saya tahu kami dapat membuat jarak tempuh dengan bahan bakar dengan dua pit stop saja… Kami punya mobil sangat kencang. Meski kami punya strategi yang sama seperti orang lain, mungkin kami tidak mampu menang, tapi saya kira hari ini, kami dapat berada di lima besar, enam besar tanpa strategi berbeda,” pembalap Spanyol itu menerangkan.

“Anda tidak pernah tahu. Seperti bagian akhir dengan sebelum bendera kuning terakhir, membuat banyak pembalap dengan strategi sama seperti kami. Saya katakan, ‘Oh, yang benar saja, mungkin itu tak bagus bagi kami. Kemudian kuning terakhir, membuat kami restart dengan bendera hitam sedangkan setiap orang dalam bendera merah, tidak membantu kami. Bagaimana pun, kami berhasil.”

Palou mengudeta puncak klasemen dari Pato O’Ward, yang menuntaskan lomba di urutan ke-14. Antara keduanya, terpaut 25 poin.

“Saya tahu harus berada di depan Pato, Dixon dan Josef Newgarden agar bahagia. Saya perlu menang, sehingga saya berduel dengan Rossi. Dia banyak menekan saya dan saya tahu bahwa 10 poin antara P1 dan P2 sangat bernilai, jadi saya bertarung,” ujarnya.

“Saya tidak memikirkan kompetisi, dan saya kira itu memberi kami kemenangan hari ini, sebaliknya Rossi akan melewati kami.”

Alex Palou, Chip Ganassi Racing Honda

Alex Palou, Chip Ganassi Racing Honda

Foto oleh: Phillip Abbott / Motorsport Images

Pembalap 24 tahun itu memenangi dua trek yang belum pernah disambangi sebelumnya. Selain Portland, dia juga menguasai Barber.

“Pastinya, itu membuat hidup kita lebih mudah, terutama hanya latihan sekali (sebelum kualifikasi) dengan jadwal yang kami miliki belakangan ini, terimbas oleh Covid-19. Sulit bagi para pembalap yang tidak tahu medan, hanya mempelajari dalam sekali latihan,” Palou melanjutkan.

“Ya, tes itu memberi kami pole dan kemenangan. Pada 10 lap terakhir, kami dalam hitam sedangkan lainnya merah. Kami lebih cepat daripada Rossi. Memang kami sangat kuat dan itu karena tes yang kami lakukan.”

Di samping Palou, podium dihuni Rossi dan Dixon.

dibagikan
komentar
Callum Ilott Akan Balapan di Tiga Putaran Terakhir IndyCar

Artikel sebelumnya

Callum Ilott Akan Balapan di Tiga Putaran Terakhir IndyCar

Artikel berikutnya

Callum Ilott Bersiap Lakoni Debut Sulit di IndyCar

Callum Ilott Bersiap Lakoni Debut Sulit di IndyCar
Muat komentar