IndyCar Terus Rayu Ferrari untuk Turun

Menurut sumber Motorsport.com di Italia, Ferrari sudah memutuskan tidak akan membuat mesin untuk IndyCar. Namun, Penske Entertainment memiliki opini lain.

IndyCar Terus Rayu Ferrari untuk Turun

Penanggung jawab sekaligus promotor gelaran balap NTT IndyCar Series – ajang balap mobil formula tertinggi di Amerika Serikat (AS) – tersebut mengaku pembicaraan dengan Ferrari masih berlanjut.   

Mei lalu, Prinsipal Tim Ferrari F1, Mattia Binotto, mengonfirmasi pihaknya sedang mengevaluasi kemungkinan untuk turun di NTT IndyCar Series. Tepatnya saat IndyCar mengganti mesin mereka ke 2.4-liter hybrid yang rencananya diaplikasi pada 2023.

Bakal diluncurkannya aturan batasan total anggaran (budget cap) di Formula 1 bakal membuat staf tim diizinkan bekerja untuk proyek lain ketimbang dilepas (pecat).

Binotto saat itu menegaskan, Ferrari memiliki tanggung jawab sosial besar terhadap karyawannya. “Kami ingin memastikan mereka semua tetap bisa bekerja di masa depan bersama kami,” tutur Binotto.

Kala itu, Binotto juga menyebut jika IndyCar masuk dalam evaluasi Ferrari. Penjajakan terhadap proyek di balap ketahanan juga dipertimbangkan.

Baca Juga:

Berdasarkan sumber Motorsport.com Italia, Ferrari sudah membuat keputusan untuk tidak turun di IndyCar. Pabrikan asal Italia itu justru mengalihkan fokus ke proyek mobil sport dengan target memenangi ajang balap Le Mans 24 Jam (24 Hours of Le Mans).

Ferrari sembilan kali memenangi Le Mans, hanya kalah dari Porsche (19) dan Audi (13). Namun, kemenangan terakhir Ferrari terjadi sudah sangat lama, 1965.

Saat itu, Ferrari diwakili North American Racing Team (NART) dengan mobil Ferrari 250 LM dan Jochen Rindt serta Masten Gregory berada di balik kemudi.

Dalam pernyataan tertulisnya kepada Motorsport.com, Roger Penske menyebut bahwa menambah pabrikan untuk turun adalah salah satu dari banyak strategi kunci pihaknya untuk meningkatkan kualitas NTT IndyCar Series.

“Kami akan terus melakukan pembicaraan serius dengan sejumlah pabrikan berbeda yang masih tertarik untuk bergabung ke IndyCar,” kata Penske, pemilik Penske Corporation, perusahaan induk Penske Entertainment.

“Ferrari salah satu pabrikan yang menunjukkan ketertarikan. Hingga kini kami masih terus melakukan pembicaraan dengan mereka soal kemungkinan untuk turun di IndyCar.”

Kali terakhir IndyCar digelar dengan banyak pabrikan adalah pada 2005, saat Honda, Chevrolet, dan Toyota bertarung ketat. Pada 2006-2011, IndyCar menerapkan hanya satu pemasok mesin, Honda.

Kala itu, Honda menurunkan mesin prototipe khusus balap, Honda Indy V8 3.5-liter, naturally-aspirated. Diproduksi oleh HPD-AHM Co, Honda menggandeng Ilmor Engineering untuk merakit, perawatan, dukungan di trek, dan tune-up.

Pada 2012, tahun pertama mesin IndyCar saat ini – 2.2-liter twin-turbo V6 – dipakai, Lotus sempat turun mendampingi Chevrolet dan Honda sebagai pemasok mesin.

Tetapi, karena dianggap kurang bertenaga, hampir semua tim (kecuali HVM Racing) berganti pabrikan sebelum tengah musim.

Pada musim 2020 yang berakhir pada 25 Oktober lalu, tinggal Chevrolet dan Honda yang turun di IndyCar. Sama-sama mampu memenangi tujuh balapan, Honda akhirnya mampu menempatkan pembalap Tim Chip Ganassi Racing, Scott Dixon, sebagai yang terbaik.

dibagikan
komentar

Video terkait

Grosjean: Saya Tak Ingin Berada di Mobil Tanpa Halo

Artikel sebelumnya

Grosjean: Saya Tak Ingin Berada di Mobil Tanpa Halo

Artikel berikutnya

Montoya Gabung McLaren untuk Indianapolis 500

Montoya Gabung McLaren untuk Indianapolis 500
Muat komentar