Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Nyck de Vries Jadikan IndyCar Pilihan Kedua

Nyck de Vries sangat senang dapat menguji mobil IndyCar bersama Meyer Shank Racing-Honda, tapi kejuaraan tersebut bukan menjadi tujuan utamanya.

Nyck de Vries, Mercedes-Benz EQ

Juara dunia bertahan Formula E, Nyck De Vries, mendapatkan kesempatan untuk merasakan berada di balik kokpit mobil IndyCar di Sebring, pada Desember lalu.

Pembalap asal Belanda itu mampu tampil cepat, dengan mengungguli Callum Ilot bersama Juncos Hollinger-Chevrolet, Stoffel Vandoorne di Arrow McLaren SP-Chevy, dan Jack Aitken yang mengendarai mobil Ed Carpenter Racing-Chevy.

Pada saat itu, pendiri tim dan salah satu pemilik Michael Shank mengatakan kepada Motorsport.com: “Dia ( De Vries) sangat mengesankan. Umpan baliknya sangat, sangat bagus.

“Anda dapat mengatakan bahwa dia telah berada di sekitar organisasi yang benar-benar profesional selama empat atau lima tahun terakhir. Dia yakin pada dirinya sendiri dan dia memahami terminologi yang kami gunakan, dan dia langsung melakukannya.”

Nyck de Vries mengaku terpukau dengan kekuatan mobil IndyCar, tapi ia mengatakan kepada Motorsport.com itu belum bisa mengalihkan pandangannya pada kejuaraan di Eropa.

“Meyer Shank adalah orang hebat. Ini adalah bentuk balapan yang sangat berbeda di AS. Saya akan mengatakan itu hampir sebanding dengan Formula 2, mengingat fakta bahwa setiap orang memiliki mobil yang sama, meski mesinnya berbeda,” ujar De Vries.

“Saya mungkin akan membandingkannya dengan Formula 2 dalam pengertian bahwa dasar-dasar peralatannya sama. Ini akan bergantung pada setiap tim untuk membuat perbedaan dan jelas mobilnya sedikit lebih cepat.

“Tetapi juga dari sudut pandang perasaan, saya merasa cukup cepat, tapi saya akui itu sangat menuntut fisik. Orang-orang Amerika, Anda tahu, mereka suka pertunjukan dan mereka suka balapan, dan itu sangat murni, yang terkadang menyegarkan."

Baca Juga:

Seperti diketahui, IndyCar belum berada di bawah naungan FIA yang membuat setiap pembalap di sana sulit untuk menembus Formula 1.

Keinginan Nyck de Vries untuk bisa menembus ajang balap jet darat itu menjadi pertimbangannya untuk menjadikan IndyCar pilihan kedua.

“Pada saat yang sama, saya juga menyukai profesionalisme, teknis, dan elemen canggih dari Formula 1, Hypercars, dan Formula E karena semuanya memiliki tantangannya sendiri. Jadi itu adalah pengalaman hebat dan itu pasti sesuatu yang saya bawa,” ujarnya.

“Itulah tujuan utama saya pergi ke sana untuk melihat bagaimana rasanya merasakan lingkungan kerjanya dan benar-benar memahami apakah itu bisa menjadi pilihan yang bagus untuk masa depan saya.

“Tetapi, saat ini saya berada di Eropa mengikuti Formula E (bersama Mercedes) dan menjadi bagian dari Toyota di WEC juga.

“Jadi saya harus melihat bagaimana bulan-bulan berikutnya berkembang dan kemudian di beberapa titik, saya kira saya akan mengetahui seperti apa masa depan saya, setidaknya dalam jangka menengah.”

Nyck de Vries, Mercedes-Benz EQ, EQ Silver Arrow 02

Nyck de Vries, Mercedes-Benz EQ, EQ Silver Arrow 02

Foto oleh: Simon Galloway / Motorsport Images

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Bobby Rahal Berharap Vettel Mau Menguji Mobil IndyCar
Artikel berikutnya Alex Palou Masih Kesal Kalah Duel dari Castrovenes di Indy 500 2021

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia