Fabien Barthez, dari lapangan hijau ke Le Mans

dibagikan
komentar
Fabien Barthez, dari lapangan hijau ke Le Mans
Oleh: Wisnu Setioko
16 Jun 2018 05.50

Setelah malang melintang di kancah sepak bola dunia, Fabien Barthez terjun ke dunia motorsport mulai 2008. Simak kisah mantan kiper Prancis Piala Dunia yang berganti karier menjadi seorang pembalap.

Barthez mengawali karier sebagai kiper Toulouse Football Club, musim 1990/91. Setelah dua musim berada di Toulouse, pemain dengan julukan Le Divin Chauve itu mengembangkan karier di klub papan atas Prancis, Marseille, dan Monaco.

Debut Piala Dunia Barthez dimulai pada 1998 di kandang sendiri. Kala itu, ia hanya kebobolan dua gol sepanjang turnamen. Timnas Prancis menjadi kampiun di pertandingan final setelah menang 3-0 atas Brasil. Dua tahun kemudian, gelar Piala Eropa juga direngkuh oleh Tim Ayam Jantan.

Tawaran manajer Manchester United era 2000an, Sir Alex Ferguson, untuk merumput di Old Trafford tidak ia sia-siakan. Musim 2000/01, Barthez berhasil membawa MU meraih gelar ketiga Liga Premier Inggris secara berturut-turut.

Kiprahnya sebagai penjaga gawang Timnas Prancis berakhir pada Piala Dunia 2006, saat Prancis gagal mendulang kesuksesan 1998, terlebih dengan adanya insiden tandukan Zinedine Zidane terhadap Marco Matterazi. Barthez gantung sepatu setelah sempat bermain di Nantes musim 2006/07.

Slider
List

#23 Panis Barthez Competition, Ligier JSP217 - Gibson: Fabien Barthez

#23 Panis Barthez Competition, Ligier JSP217 - Gibson: Fabien Barthez
1/10

P2 Qualifying, #23 Panis Barthez Competition, Ligier JSP217 - Gibson: Fabien Barthez, Timothé Buret,

P2 Qualifying, #23 Panis Barthez Competition, Ligier JSP217 - Gibson: Fabien Barthez, Timothé Buret,
2/10

Foto oleh: JEP / LAT Images

Fabien Barthez, Timothé Buret, Nathanael Berthon, Panis-Barthez Competition

Fabien Barthez, Timothé Buret, Nathanael Berthon, Panis-Barthez Competition
3/10

Foto oleh: Nikolaz Godet

#23 Panis-Barthez Competition Ligier JS P217 Gibson: Fabien Barthez, Timothe Buret, Nathanael Bertho

#23 Panis-Barthez Competition Ligier JS P217 Gibson: Fabien Barthez, Timothe Buret, Nathanael Bertho
4/10

Fabien Barthez, Timothe Buret, Nathanael Berthon, Panis-Barthez Competition

Fabien Barthez, Timothe Buret, Nathanael Berthon, Panis-Barthez Competition
5/10

Foto oleh: Nikolaz Godet

#23 Panis-Barthez Competition Ligier JSP217 Gibson

#23 Panis-Barthez Competition Ligier JSP217 Gibson
6/10

Foto oleh: Marc Fleury

#23 Panis-Barthez Competition Ligier JSP217 Gibson

#23 Panis-Barthez Competition Ligier JSP217 Gibson
7/10

Foto oleh: Marc Fleury

#23 Panis Barthez Competition, Ligier JSP217 - Gibson: Fabien Barthez, Timothé Buret, Nathanael Bert

#23 Panis Barthez Competition, Ligier JSP217 - Gibson: Fabien Barthez, Timothé Buret, Nathanael Bert
8/10

#23 Panis-Barthez Competition Ligier JSP217 Gibson: Timothé Buret, Julien Canal, Will Stevens

#23 Panis-Barthez Competition Ligier JSP217 Gibson: Timothé Buret, Julien Canal, Will Stevens
9/10

Foto oleh: LAT Images

Fabien Barthez (paling kanan), Olivier Panis (paling kiri), Panis-Barthez Competition

Fabien Barthez (paling kanan), Olivier Panis (paling kiri), Panis-Barthez Competition
10/10

Foto oleh: Nikolaz Godet

Karier Motorsport Barthez

Sempat vakum setelah membela klub sepak bola Ligue 1, Nantes, Barthez memulai karier balapnya di ajang Porsche Carrera Cup Prancis bersama tim SOFREV Auto Sport Promotion pada 2008. Penampilan perdananya di arena balap profesional ia jalani saat menginak usia 35 tahun.

Meski termasuk hitungan senja saat memulai karier balap, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk berprestasi. Dua musim kemudian, ia meraih podium perdananya di ajang FFSA GT Prancis, ronde Dijon-Prenois, sebelum memenangkan balapan FFSA Series di Sirkuit Navarra, 2012. Semusim kemudian, Barthez merengkuh kampiun French GT bersama rekan satu mobilnya, Morgan Moullin Traffort.

Sebelumnya, Barthez sempat membalap di berbagai kejuaraan, seperti THP Spider Cup, French GT Championship, Bioracing Series, dan Caterham Sigma Cup France pada 2009.

Saat diwawancara setelah meraih gelar French GT 2013, ia mengakui adanya perbedaan saat menjalani karier sebagai seorang pembalap dan pesepak bola. Menurutnya, usia kepala tiga tidaklah menjadi halangan untuk terus menekuni dunia balap, berbeda dengan sepak bola di mana dirinya sendiri mengakhiri karier saat berusia 35 tahun.

“Ini berbeda dengan sepak bola,” tukasnya. “Anda masih bisa tampil bagus meski berusia 35 tahun, saat saya berhenti bermain [sepak bola].

Tidak cukup berpuas diri dengan kemenangan di kejuaraan GT Prancis, Barthez berniat menantang Le Mans 24 Hours pada 2014. Bersama Anthony Pons dan Soheil Ayari, ia meraih finis posisi kesembilan kelas GTE Am di Circuit de la Sarthe dengan mobil Ferrari 458 GTC.

Usahanya di balap ketahanan berlanjut dengan mendirikan tim Panis-Barthez Competition bersama mantan pembalap Formula 1, Olivier Panis. Tim tersebut fokus di ajang European Le Mans Series dan Le Mans 24 Hours kategori LMP2 dengan mobil LIGIER JSP217 - Gibson, serta sempat membalap di kelas LMP3 khusus kejuaraan ELMS.

Barthez berstatus sebagai pembalap di timnya sendiri dari 2016 hingga 2017, baik di ELMS maupun Le Mans 24 Hours. Musim ini, tim tersebut mempercayakan kursi pembalap kepada Timothe Buret, Will Stevens, dan Julien Canal untuk menaklukkan Circuit de la Sarthe, 16 hingga 17 Juni 2018.

Meski tengah tidak berstatus sebagai pembalap, Barthez tetap akan menunjukkan semangatnya terhadap motorsport, sama seperti saat ia berkarier sebagai penggawa Timnas Prancis dan klub-klub yang pernah dibelanya.

Artikel Le Mans berikutnya
Kecelakaan parah, sasis Villorba Corse masih bisa digunakan

Artikel sebelumnya

Kecelakaan parah, sasis Villorba Corse masih bisa digunakan

Next article

Le Mans 24h: Toyota #8 raih pole, Nakajima/Buemi/Alonso terdepan

Le Mans 24h: Toyota #8 raih pole, Nakajima/Buemi/Alonso terdepan

Tentang artikel ini

Kejuaraan Le Mans
Pembalap Fabien Barthez
Tim Panis-Barthez Competition
Penulis Wisnu Setioko
Tipe artikel Special feature