Conway Menangis seperti Gadis Kecil Usai Menangi Le Mans 24 Hours

Kemenangan Le Mans 24 Hours bersama #7 Toyota Gazoo Racing menjadi sesuatu yang spesial bagi Mike Conway setelah bertahun-tahun gagal melakukannya.

Toyota mengamankan kemenangan keempatnya secara beruntun di Circuit de la Sarthe, dan jadi pertama kalinya di era Hypercar. Kemenangan itu dipersembahkan oleh Conway, Jose Maria Lopez dan Kamui Kobayashi.

Itu merupakan kemenangan yang sangat emosional setelah tiga edisi terakhir dimenangi oleh #8 Toyota, dengan beberapa kendala yang dialami #7 Toyota menggagalkan mereka untuk menempati podium tertinggi.

Kobayashi dan Conway sebenarnya hampir meraih kemenangan pada 2017, ketika mereka mengalami kerusakan pada kopling akibat kesalahpahaman di pit lane.

Setelah bertahun-tahun frustrasi dan patah hati, akhirnya ketiga pembalap itu berhasil mematahkan kutukan #7 Toyota di Le Mans.

“Berkali-kali kami sangat dekat dengan kemenangan, dan akhirnya kami mendapatkannya dengan hypercar baru beserta seluruh rekan setim yang selalu melakukan pekerjaan luar biasa,” kata Conway kepada Eurosport.

“Berada dalam lingkaran ini, penuh dengan emosional. Saya menangis seperti gadis kecil.

“Ini sedikit dari segalanya, Anda bekerja dengan sangat keras untuk mendapatkan itu setiap tahunnya sehingga Anda lupa betapa kerasnya perjuangan.”

Baca Juga:

Namun, kemenangan yang didapatkan #Toyota 7 tak semuus yang dibayangkan. Pasalnya, mereka juga mengalami masalah yang hampir mengagalkan mereka mendapatkan trofi.

Untungnya masalah pada sistem bahan bakar tak membesar sehingga membuat mereka dapat menyelesaikan balapan sesuai dengan rencana awal.

“Kami datang dari jauh. Melewati masa-masa sulit, tidak bertemu dengan ayah saya sejak lama, melakukan banyak pekerjaan,” kata Lopez.

“Ketika Anda mengalami kesulitan seperti yang kami alami di tahun-tahun sebelumnya, saya pikir kemenangan ini sangat spesial.

“Di penghujung balapan kami mengalami masalah pada bahan bakar, kami harus melakukan banyak hal pada mobil. Itu sungguh mengkhawatirkan.”

Race winners #7 Toyota Gazoo Racing Toyota GR010 - Hybrid Hypercar, Mike Conway, Kamui Kobayashi, Jose Maria Lopez, second place #8 Toyota Gazoo Racing Toyota GR010 - Hybrid Hypercar, Sebastien Buemi, Kazuki Nakajima, Brendon Hartley

Race winners #7 Toyota Gazoo Racing Toyota GR010 - Hybrid Hypercar, Mike Conway, Kamui Kobayashi, Jose Maria Lopez, second place #8 Toyota Gazoo Racing Toyota GR010 - Hybrid Hypercar, Sebastien Buemi, Kazuki Nakajima, Brendon Hartley

Foto oleh: ACO

Kamui Kobayashi yang mendapat kehormatan sebagai pembalap terakhir dan membawa #7 Toyota menyentuh garis finis, mengatakan masalah yang dialami telah membuat tim makin kuat.

“Kami memiliki banyak peluang untuk menang, dan nyatanya kami kalah, tapi akhirnya kami meraih kemenangan,” ujarnya.

"Menurut saya, kami lebih menyatu sebagai sebuah tim dibandingkan sebelumnya. Kami tidak melakukan sesuatu yang spesial di Le Mans, tapi kami yakin pada setiap orang sebagai sebuah tim.

“Saya kira kami makin kuat sebagai sebuah tim, mungkin itu sebabnya kami berhasil melakukannya kali ini.”

Kobayashi mengatakan dirinya tak sabar untuk bertarung dengan pabrikan lain seperti Pugeot, Ferrari, Audi dan Porsche di masa depan.

“Di masa depan Hypercar dan LMDh akan menjadi kategori yang besar, dan Le Mans akan dipenuhi oleh banyak pabrikan,” tuturnya.

“Saya benar-benar tak sabar untuk melawan mereka.”

Kemenangan ini juga membuat Conway, Lopez dan Kobayashi mengambil alih pimpinan klasemen dengan dua seri tersisa di Bahrain.

dibagikan
komentar

Video terkait

Robin Frijns Terguncang Bisa Menangi Le Mans 24 Hours

Artikel sebelumnya

Robin Frijns Terguncang Bisa Menangi Le Mans 24 Hours

Artikel berikutnya

Sean Gelael Pilih Fokus WEC ketimbang Incar Kursi F1

Sean Gelael Pilih Fokus WEC ketimbang Incar Kursi F1
Muat komentar