GALERI: Kilas balik sejarah balap sportscar

Tak ada balap lebih sering gonta-ganti regulasi sesering kategori sportscar. Berikut perjalanan pasang surut balap sportscar, GT dan prototipe dalam kurun setengah abad terakhir.

Mundurnya Porsche per akhir tahun membuat keberadaan kategori LMP1 terancam punah. Tanpa LMP1, maka seluruh esensi balap ketahanan sebagai garda terdepan inovasi dan teknologi pun tak lagi relevan.

Sejarah mencatat ancaman kepunahan kali ini bukan yang pertama. Bisa dibilang ketidakstabilan regulasi dan peserta menjadi ciri khas perjalanan sejarah balap ketahanan.

Berikut perjalanan sejarah kilas balik balap sportscar sejak setengah abad silam. 

 

 

1966 – 1971: Group 6

1966 – 1971: Group 6
1/26

Merupakan kategori prototipe tanpa ketentuan jumlah produksi minimum. Era awal Group 6 dengan tidak adanya batasan kapasitas mesin menjadi saksi duel maut Ford vs Ferrari di Le Mans. Dengan Ford GT40 berhasil mengalahkan Ferrari 330 P3 – P4 di Le Mans 1966 dan 1967. Akan tetapi, masa-masa indah tanpa batas ini tidak berlangsung lama ….

1966 – 1971: Group 6

1966 – 1971: Group 6
2/26

… karena sejak 1968 diberlakukan pembatasan kapasitas hingga 3,0 liter. Perubahan ini memberikan ruang bagi Porsche untuk tampil ke permukaan. Salah satunya dengan model Porsche 907 pemenang Daytona 1967 (foto) dan 908 yang berhasil menjadi runner-up Le Mans 1969.

Foto oleh: Porsche AG

1966 – 1975: Group 7

1966 – 1975: Group 7
3/26

Menjadi tulang punggung kejuaraan Can-Am, inilah kategori impian setiap engineer. Ketika tidak adanya batasan apa pun soal kapasitas mesin, aerodinamika, hingga kapasitas tangki bensin. Berawal dari model sederhana seperti Lola T70, hingga berevolusi menjadi monster Porsche 917/30 bermesin turbo 1.500 dk! Dominasi Porsche di Can-Am membuat seri ini ditinggalkan peserta dan punah di akhir 1974. Di Eropa, Group 7 juga dipakai oleh Interserie hingga 1975. Serta digunakan di Japan Grand Prix di Fuji hingga 1969.

Foto oleh: LAT Images

1969 – 1971: Group 5

1969 – 1971: Group 5
4/26

Guna mengundang sportscar jalanan veteran Group 6, dibuka kategori Five Litre Sports Car untuk mobil-mobil dengan jumlah produksi minimum 25. Porsche mengakali regulasi dengan membuat 25 unit model 917 siap balap. Sejarah mencatat Porsche meraih gelar Le Mans perdana tahun 1970 diikuti kemenangan 1971. Mobil-mobil Group 5 memiliki catatan waktu lebih cepat dari F1 saat itu. Dilarang sejak 1972….

Foto oleh: Porsche AG

1972 – 1975: Group 5

1972 – 1975: Group 5
5/26

… dan memberikan panggung bagi prototipe tiga liter, kini hadir dengan desain beratap terbuka dan dinamai Group 5. Salah satu bintang, Ferrari 312 PB dengan mesin boxer warisan F1, Matra pemenang Le Mans 1972 – 1974, atau Mirage GR8 bermesin Ford Cosworth DFV pemenang Le Mans 1975.

Foto oleh: LAT Images

1976 – 1981: Group 6

1976 – 1981: Group 6
6/26

Alias “Two-seater racing cars”. Merupakan mobil balap beratap terbuka pengembangan generasi sebelumnya dengan mesin berbasis produksi. Pada era ini turbo mulai merajai Le Mans. Group 6 mendominasi Le Mans tahun 1976 dan 1977 (Porsche), 1978 (Renault), 1980 (Rondeau) dan 1981 (Porsche).

Foto oleh: Porsche AG

1976 – 1981: Group 5

1976 – 1981: Group 5
7/26

Adalah modifikasi “bebas merdeka” sportscar jalan raya. Porsche mengeksploitasi habis-habisan regulasi dengan model 935 “slant nose”. Hingga melahirkan GT tersangar sepanjang masa, 935/78 “Moby Dick” berdaya 750 dk! Group 5 merupakan peserta World Championship For Makes 1975 – 1980 dan World Endurance Championship 1981 dan 1982.

Foto oleh: Philippe Hubert

1981 – 1993: IMSA GTP

1981 – 1993: IMSA GTP
8/26

Merupakan kategori balap utama kejuaraan di Amerika (IMSA). Meski bentuk mirip Group C, perbedaan konsep konsumsi bbm dan karakter trek membuatnya terpisah secara teknologi. Nissan merupakan salah satu pemain dominan di sana, dengan keberhasilan menjuarai Daytona 24 Hours 1992. Disebut-sebut kategori ini bubar, salah satunya akibat dominasi Eagle Toyota MK. III (foto) memenangkan 21 dari 27 balap diikutinya. Kategori GTP banyak melahirkan inovasi seperti rem ABS, kontrol traksi dan suspensi aktif.

Foto oleh: Toyota

1982 – 1993: Group C

1982 – 1993: Group C
9/26

Disebut-sebut sebagai masa keemasan balap sportscar. Menggantikan sekaligus Group 5 dan Group 6. Konsep serupa dengan IMSA GTP, namun dengan perbedaan mendasar soal konsumsi bbm. Merupakan mainan pabrikan besar yang ingin menunjukkan keunggulan teknologi. Era awal Group C menjadi saksi keperkasaan Porsche 956 dan penerusnya 962, sebelum ditemani tim pabrikan Jaguar dan Mercedes. Tahun 1989 Group C memiliki popularitas nyaris setara F1….

Foto oleh: Daimler AG

1982 – 1993: Group C

1982 – 1993: Group C
10/26

… sampai FIA melontarkan ide brilian adopsi mesin spek F1 yang mulai diberlakukan per musim 1991. Mengakibatkan biaya meroket yang diikuti mundurnya satu demi satu peserta, hingga menyisakan Toyota dan Peugeot. Minimnya peserta membuat musim 1992 dibatalkan tengah jalan. Mesin eksotis Group C melakukan aksi terakhir di Le Mans 1993 dengan Peugeot 905 berhasil menjadi pemenang.

Foto oleh: LAT Images

1992 – 1999: Le Mans Prototype (LMP)

1992 – 1999: Le Mans Prototype (LMP)
11/26

Minimnya peserta Group C membuat ACO membuka kelas baru dinamai Le Mans Prototype (LMP) berbasis kategori World Sports Car (WSC) dari IMSA. Secara teknologi dasar, tidak berbeda jauh dengan Group 5 atap terbuka. Kecuali Ferrari 333 SP racikan Michelotto, awalnya diikuti konstruktor seperti Kremer K8 (foto), Courage, Pescarolo hingga Lola ….

1992 – 1999: Le Mans Prototype (LMP)

1992 – 1999: Le Mans Prototype (LMP)
12/26

… sampai munculnya gelombang pabrikan dipelopori BMW pada 1998 (V12 LM). Ditemani kemunculan Nissan R391 dan Audi R8R di Le Mans. Mayoritas LMP mendapatkan arena bermainnya di kejuaraan ISRS dan

Foto oleh: LAT Images

1993 – 1998: GT1

1993 – 1998: GT1
13/26

Guna mendongkrak jumlah peserta, ACO kembali membuka kelas GT di Le Mans. Pada awalnya, diikuti supercar-supecar terbaik seperti McLaren F1 GTR, Ferrari F40 GTE, hingga model-model Jepang seperti Skyline GT-R LM dan Toyota Supra LM. McLaren mengejutkan semua pihak dengan memenangkan Le Mans 1995. Akan tetapi ….

Foto oleh: LAT Images

1993 – 1998: GT1

1993 – 1998: GT1
14/26

…. Porsche melihat celah regulasi dan memperkenalkan 911 GT1 pada 1996. Peluang yang juga dilihat oleh Mercedes-Benz akibat kehilangan mainan di DTM / ITC. Batas produksi minimum 25 unit menjadi dasar Porsche dan Mercedes-Benz memproduksi GT khusus balap. Tahun 1997 menjadi inaugurasi kejuaraan FIA GT diikuti tim pabrikan BMW (dengan McLaren), Porsche dan Mercedes. Tingkatan permainan pun meningkat …

1993 – 1998: GT1

1993 – 1998: GT1
15/26

…. karena pada 1998 baik Mercedes dan Porsche benar-benar menghadirkan GT semi-prototipe yang tidak berbasis model jalan raya. Diikuti Toyota dengan TS020 berbentuk lebih mirip mobil Group C. Porsche berhasil memenangkan Le Mans 1998, walau harus pasrah diasapi Mercedes di FIA GT. Akhir 1998 Porsche mundur dari balap sportscar, kategori GT1 resmi bubar …

Foto oleh: Toyota

1999 - 2003: LMPGTP

1999 - 2003: LMPGTP
16/26

… dan menjadi LMGTP (Le Mans Grand Touring Prototype) di Le Mans. Kategori ini hanya diikuti oleh tiga model yaitu: Toyota TS020 dan Audi R8C hadir tahun 1999, serta Bentley Speed 12 (foto) yang berhasil menjadi juara Le Mans 2003. Sedikitnya perbedaan dengan LMP1 dan sedikitnya peserta membuat LMGTP dijadikan satu dengan LMP900…

Foto oleh: Richard Sloop

2000 – 2003 LMP900 & LMP675

2000 – 2003 LMP900 & LMP675
17/26

Mulai 2000, ACO memecah kategori LMP berdasarkan bobot menjadi LMP900 dan LMP675. LMP900 memiliki mesin lebih bertenaga dan unggul top speed, tetapi lebih berat sehingga kalah lincah. Audi, Chrysler, Cadillac dan Panoz memilih kelas LMP900. Di Le Mans, tiada sosok lebih perkasa selain Audi R8 yang berhasil menjadi juara 2000, 2001 dan 2002.

2003 – 2016: Daytona Prototype (DP)

2003 – 2016: Daytona Prototype (DP)
18/26

Munculnya seri baru Grand-American Rolex Sports Car Series (Grand-Am) melahirkan kategori Daytona Prototype (DP). Idenya membuat prototipe dengan teknologi lebih sederhana sehingga berbiaya efisien, juga lebih aman di trek oval Daytona. Sasis pun terbuat dari rangka tabung, bukan komposit karbon seperti LMP. DP generasi pertama banyak dicibir lantaran bentuknya yang jelek. Sasis dibuat oleh konstruktor seperti Riley atau Lola, dengan mesin disuplai pabrikan mulai dari BMW, Lexus, Porsche, hingga Chevrolet.

Foto oleh: Rainier Ehrhardt

2003 – 2016: Daytona Prototype (DP)

2003 – 2016: Daytona Prototype (DP)
19/26

Guna mengundang peran pabrikan, revisi regulasi dilakukan pada DP generasi ketiga (2012). Memberikan ruang kepada pabrikan untuk memberikan identitas brand. Peluang segera ditanggap Chevrolet dengan Corvette DP racikan Coyote.

Foto oleh: Eric Gilbert

Sejak 2004: LMP1 & LMP2

Sejak 2004: LMP1 & LMP2
20/26

Tahun 2004 ACO melakukan restrukturisasi dengan mengubah susunan kelas menjadi LMP1 dan LMP2. Kali ini benar-benar berbeda kasta. Mayoritas peserta LMP1 mengadopsi desain beratap terbuka. Walau dikuasai Audi, tim privat menggunakan sasis buatan Courage, Lola, Pescarolo, hingga Dome ikut tampil meramaikan kelas LMP1.

Foto oleh: Regis Lefebure

Sejak 2004: LMP1 & LMP2

Sejak 2004: LMP1 & LMP2
21/26

Tahun 2006 Audi menggegerkan jagad otomotif dengan kemunculan R10 V12 TDI bermesin diesel. Langsung menjadi diesel pertama memenangkan Le Mans dan tidak terkalahkan di sana, bahkan sampai munculnya Peugeot 908 HDI FAP pada 2007. Peugeot baru berhasil mengalahkan Audi di Le Mans 2009. Meski langsung dibalas kemenangan 1-2-3 di Le Mans 2010. Tahun 2009 Aston Martin ikut meramaikan kategori LMP1 sebagai satu-satunya tim pabrikan menggunakan mesin bensin. Meski gagal memenangkan Le Mans.

Foto oleh: Tom Haapanen

Sejak 2004: LMP1 & LMP2

Sejak 2004: LMP1 & LMP2
22/26

Teknologi hybrid muncul tepat dengan diluncurkannya FIA WEC pada 2012. Mundurnya Peugeot seakan “memaksa” Toyota untuk mengakselerasi program LMP1 dengan TS030 Hybrid. Awalnya Audi menghadirkan dua versi R18, dengan dan tanpa hybrid. Namun kemenangan di Le Mans meyakinkan Audi untuk fokus pada versi hybrid bernama R18 e-tron quattro.

Foto oleh: XPB Images

Sejak 2004: LMP1 & LMP2

Sejak 2004: LMP1 & LMP2
23/26

Demi menjaga tradisi balap sportscar sebagai ujung tombak inovasi dan atas dasar isu ramah lingkungan, FIA dan ACO mewajibkan pabrikan untuk hadir dengan LMP1 hybrid mulai 2014. Spesikasi mesin dibebaskan, namun dengan batasan pemakaian bbm tergantung besarnya sistem hybrid. Porsche kembali ke balap ketahanan dengan 919 Hybrid pada 2014. Diikuti penampilan sesaat Nissan GT-R LM Nismo setahun kemudian. Masalah pun muncul ketika Audi mundur tahun silam diikuti Porsche akhir 2017.

Foto oleh: Eric Gilbert

Sejak 2004: LMP1 & LMP2

Sejak 2004: LMP1 & LMP2
24/26

Ditambahtim privat dengan sub kategori LMP-l lebih ringan tidak mampu menandingi sedikit pun performa LMP1-h (hybrid). Satu demi satu tim privat pun rontok. Jika awal WEC diikuti beberapa tim privat menggunakan sasis HPD dan Lola, belakangan tinggal Rebellion dengan R-One racikan ORECA serta ByKolles. Rebellion (foto) mundur akhir 2016 dan memilih LMP2, pun dengan ByKolles (foto) yang konon menyiapkan musim 2018. Diharapkan, mundurnya Porsche akan memberikan rasa percaya diri tim privat untuk kembali ke LMP1 tahun depan.

Foto oleh: XPB Images

Sejak 2004: LMP1 & LMP2

Sejak 2004: LMP1 & LMP2
25/26

Tahun 2017 menjadi saksi perubahan konsep LMP2 dari bebas memilih konstruktor dan mesin, menjadi nyaris spek-series. Jumlah konstruktor dibatasi dan mesin disuplai tunggal oleh Gibson. Tujuannya demi efisiensi biaya. Formula berhasil dengan banyaknya peserta, serta kejutan nyaris memenangkan Le Mans 2017.

Foto oleh: JEP / LAT Images

Sejak 2017: Daytona Prototype International (DPi)

Sejak 2017: Daytona Prototype International (DPi)
26/26

Setelah DP dan LMP2 diadu selama dua musim, penggabungan IMSA dan Grand-Am yang melahirkan United Sports Car Championship memberlakukan regulasi baru DPi pada tahun ini. Dengan menggandeng konstruktor LMP2, pabrikan boleh memasang mesin pilihan dan body kit spesifik. Memancing minat Cadillac, Nissan dan Mazda. Segera diikut Acura tahun depan.

Foto oleh: Michael Tan
Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Le Mans , ALMS , WEC , IMSA
Tipe artikel Top List