Kobayashi Yakin Penyelenggara Le Mans Sengaja Jegal Alpine

Kamui Kobayashi menuding penyelenggara Le Mans 24 Hours sengaja menjegal Alpine agar tidak memenangi kategori LMP1.

Kobayashi Yakin Penyelenggara Le Mans Sengaja Jegal Alpine

Alpine menurunkan Oreca A480, desain terakhir LMP1, dalam FIA World Endurance Championship (WEC) 2022. Mobil tersebut dikemudikan Nicolas Lapierre, Andre Negrao dan Matthieu Vaxiviere.

Mereka mengalami problem teknis sehingga harus puas finis di urutan kelima atau paling buncit di antara peserta Hypercar. Skuad tersebut kerepotan mengikuti Balance of Performance (BoP) yang dibuat Federasi Otomotif Internasional (FIA) dan Automobile Club de l’Ouest.

Awalnya, mereka diberi kelonggaran untuk menaikkan daya dua kali. Pertama, saat uji coba di Le Mans, di mana A480 ditenagai Gibson 427 kW (573 bhp).

Ketika melihat lompatan tenaga besar, FIA dan promotor pun meminta mereka kembali ke daya semula 417 kW (559 bhp).

Baca Juga:

Kobayashi yang merupakan pembalap sekaligus prinsipal skuad Toyota, yakin kalau Alpine sengaja menyembunyikan pace sebelum tenaga mobilnya dikurangi.

“Berdasarkan simulasi kami, mereka seharusnya hanya sekitar satu detik lebih cepat (dengan peningkatan tenaga kedua), tapi mereka lebih cepat 2,6 detik. Mereka membodohi kami,” katanya kepada media Jepang, sebelum balapan.

Dalam konferensi pers Sugo Super Formula, mantan pembalap F1 itu mendapat pertanyaan seputar perjuangan Alpine di Le Mans.

“Saya kira ACO selalu mencoba membuat lomba yang adil. Tapi, Alpine berdasarkan kategori LMP1 lama. Ketika mereka tidak mengakuinya, saya pikir mereka menyadari tidak akan bagus kalau mobil itu memenangi Le Mans,” Kobayashi mengungkapkan.

 

“Saya kira itu kenapa mereka memberikan Alpine pengurangan BoP lebih besar daripada yang diperlukan.

“Meski tanpa perubahan itu, Toyota berada di posisi bagus untuk bertarung. Namun, jika Alpine lebih kencang daripada Glickenhaus, akan keras untuk para pabrikan yang membawa mobil baru.

“Ini bukan tentang Toyota dan Alpine, melainkan pabrikan yang masuk ke kategori Hypercar. Jika mereka mengembangkan hypercar (LMH) dan ‘kakek’ mobil lebih kencang, maka itu bukan tempat yang tepat.

“Saya kira itu kenapa mereka memutuskan BoP dan itu adalah keputusan tepat.”

Mobil LMP1 milik pabrikan Prancis tersebut tidak diizinkan untuk berlaga di Kejuaraan Balap Ketahanan musim depan. Jadi mereka harus turun ke LMP2 hingga merilis LMDh terbaru untuk WEC 2024.

 

dibagikan
komentar
Sebastien Ogier Tak Berminat Ikuti Sisa Musim WEC 2022
Artikel sebelumnya

Sebastien Ogier Tak Berminat Ikuti Sisa Musim WEC 2022

Artikel berikutnya

Sebastien Ogier Ucapkan Selamat Tinggal kepada WEC

Sebastien Ogier Ucapkan Selamat Tinggal kepada WEC