Kontroversi 'marshal palsu' jadi penyebab kegagalan Toyota di Le Mans?

Kerusakan mekanis yang dialami Kamui Kobayashi dan Toyota #7 saat memimpin balapan Le Mans 24 Jam, diyakini secara tidak langsung disebabkan oleh tingkah laku pembalap LMP2 yang dikira sebagai marshal.

Kobayashi, yang mengemudikan mobil TS050 Hybrid #7 bersama Mike Conway dan Stephane Sarrazin, memegang kendali Le Mans 24 Jam sebelum mengalami masalah kopling saat balapan memasuki jam ke-10 dalam kondisi gelapnya tengah malam.

Kemudian diketahui bahwa kopling mencapai suhu yang terlalu panas saat dalam periode Safety Car. Saat itu Kobayashi baru saja mengambil alih kemudi mobil dari Conway dan berhenti di ujung pit lane, menunggu datangnya rombongan mobil Safety Car.

Pembalap Jepang itu kemudian melihat sosok yang ia kira sebagai marshal menyuruhnya untuk kembali bergabung ke lintasan. Tapi ia kemudian mendapat instruksi radio dari timnya untuk berhenti lagi. Dalam kebingungan tersebut, kopling mobil TS050 Hybrid mendapat beban kerja yang berat dan memicu kerusakan saat periode Safety Car berakhir.

"Mobil pemimpin balapan, #7, mengalami masalah yang cukup mengejutkan," ucap bos teknis Toyota, Pascal Vasselon kepada Eurosport. "Mobil kami berhenti saat menunggu rombongan Safety Car. [lalu] ada seseorang yang tampak seperti marshal yang membuat mobil kami berjalan kembali.

"Tapi lampu [di ujung pitlane] masih merah, jadi kami menyuruhnya [Kobayashi] berhenti. Ia kemudian berjalan dan berhenti lagi sekitar dua atau tiga kali, dan itu tidak direncanakan.

"Karena insiden tersebut, kopling kami mencapai suhu yang terlalu panas."

Sosok "marshal" tersebut kemudian diidentifikasi bernama Vincent Capillaire, pembalap LMP2 dari tim Algarve Pro Racing, yang menghuni garasi pit terakhir tepat di ujung pitlane – dekat dengan lokasi mobil Kobayashi berhenti.

"Pada hari Sabtu malam, saat balapan, saya sedang menunggu giliran saya," ujar Capillaire dalam sebuah pernyataan di Facebook.

"Saya ingin memberikan semangat kepada mobil pemimpin balapan, yang berhenti di ujung pitlane, hanya beberapa meter dari kotak pitstop tim kami.

"Saya spontan memberikan semangat kepada dia. Tapi karena gestur tersebut, saya mendapat hukuman denda dari Steward. Saya mengakui kejadian ini memang sangat disayangkan, dan saya menyesali perbuatan saya."

Setelah diketahui "marshal" tersebut ternyata seorang pembalap, Vasselon kemudian menambahkan di terbitan Perancis, L'Equipe: "Kami paham bahwa ia tidak bermaksud buruk, tapi ia sama sekali tidak memikirkan konsekuensi dari perbuatannya."

Laporan tambahan oleh Jamie Klein dan Guillaume Nedelec

 

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Le Mans
Event Le Mans 24 Jam
Trek Le Mans
Pembalap Kamui Kobayashi
Tim Toyota Racing
Tipe artikel Analisis