Le Mans 24 Jam: Malam datang, Toyota pimpin balapan

Persaingan bagaikan tikus dan kucing yang dilakukan Porsche #1 dan Toyota #6 terus berlanjut ketika malam mulai menghinggapi sirkuit Le mans. Kedua mobil tersebut terus bergantian menempati posisi pimpinan lomba sepanjang sore.

Pada jam kelima dan keenam, Mark Webber dan Kamui Kobayashi saling balas-membalas dengan mencatat waktu tercepat di kisaran 3 menit 21 detik.

Namun keberuntunggan jatuh ke tangan Toyota pada jam ketujuh dengan cahaya sore yang mulai meredup. Ketika periode slow zone diberlakukan akibat kecelakaan mobil Pegasus Morgan LMP2 di tikungan Mulsanne, Stephane Sarrazin, yang baru saja keluar dari pit, telah melewati area kecelekaan sebelum periode slow zone diberlakukan.

Timo Bernhard tidak seberuntung pembalap Perancis itu, dan harus kehilangan waktu 40 detik untuk memperlambat laju mobilnya saat melintas daerah tempat insiden tim Pegasus itu terjadi. Bernhard harus merelakan posisi pimpinan lomba kepada Toyota #6, yang terus memakai strategi bahan bakar 14 putaran dengan efektif.

Waktu lokal menunjukan jam 11 malam, Toyota #6 yang dikemudikan Sarrazin memegang jarak 21 detik di depan mobil Porsche #2 dengan Jani di balik kemudi, disusul Bernhard di mobil #1.

Toyota #5 kembali berjuang setelah harus melakukan pit stop ekstra akibat masalah getaran misterius saat Anthony Davidson di balik kemudi. Kini berada di urutan keempat, pembalap Britannia Raya itu menyerahkan kursi kemudi ke Kazuki Nakajima.

Audi #8 sedikit tertinggal dari rombongan pimpinan lomba dan kini berada di belakang mobil Porsche #2 setelah mobil R18 yang dikemudikan Oliver Jarvis itu harus melakukan pergantian pintu penumpang, yang memakan waktu setengah menit tambahan di pit.

Selain masalah pintu, terdapat rumor yang berkembang di pedok bahwa Audi menginstruksikan ke pembalap-pembalapnya untuk tidak melindas kerb secara berlebihan guna tidak mengulangi kerusakan sistem-sistem mobil lainnya.

Sebelum waktu balapan menandakan jam kedelapan, kedua Audi masuk ke pit setelah mekanik dari masing-masing mobil meminta mereka untuk melakukan perbaikan. Perbaikan tersebut membuat Audi kembali kehilangan waktu setelah awal balapan mereka yang sulit.

Kembali pulih dari masalah turbo pada awal balapan, Audi #7 terus memanjat posisi mereka setelah stint yang impresif dari Benoit Treluyer dan kemudian Marcel Fassler untuk kembali ke posisi tujuh kesuluruhan.

Rebellion Racing memegang kendali di kelas LMP1 privatir setelah mobil R-One-AER #13 memimpin mobil #12, yang terhambat pada awal balapan ketika air hujan di dalam airboks mereka menyebabkan masalah.

TDS mengambil keuntungan dari masalah yang menimpa Manor di LMP2

Persaingan di kelas LMP2 kembali menyuguhkan aksi yang seru dan menghiburkan sepanjang sore ini. Persaingan masih terbuka meskipun gelap malam hari mulai menyelimuti trek.

Manor kehilangan posisi pimpinan lomba mereka saat waktu hampir menandakan jam keenam. Matt Rao membuyarkan hasil kerja payah Roberto Merhi di awal balapan, saat ia melintir di Dunlop Chicane setelah menerima tekanan dari Ryo Hirakawa yang mengemudikan TDS Oreca 05-Nissan.

Nasib sial kembali menimpa Manor ketika Rao masuk ke pit pada pukul 21.30 dengan masalah starter dan menyebabkan posisi mereka jatuh ke barisan belakang.

Hirakawa mengambil alih posisi pemimpin balapan dan membangun jarak yang besar dari pesaing mereka yang kini dipimpin oleh Signatech Alpine #36, Oreca dari tim KCMG, dan Gibson #38 dari tim G-Drive.

Mobil G-Drive lainnya, yang memulai balapan dari posisi pole, terkena hukuman penalti drive-through akibat melakukan pengisian bahan bakar dalam kondisi mesin yang menyala. Pada akhirnya mereka kembali merebut posisi keempat dari mobil G-Drive #38 setelah Roman Rusino berhasil mendahului Simon Dolan.

G-Drive yang dikemudikan Rusinov kemudian naik ke posisi ketiga setelah Tsugio Matsuda memberhentikan mobil Oreca dari tim KCMG di lurusan Mulsanne dan tidak dapat menyalakan kembali mobilnya, mengakhiri usaha tim Hong Kong itu untuk mempertahankan titel juara mereka.

Ford dan Ferrari mengulangi pertarungan klasik mereka

Kembalinya Ford ke Le Mans untuk yang pertama kali sejak 34 tahun silam, berhasil merebut perhatian pada fase awal balapan setelah mereka berhasil memimpin sebagian besar jalannya lomba pada sore hari.

Oval Biru, julukan pabrikan Amerika Serika tersebut mengambil alih kendali pimpinan kelas GTE Pro melalui pertarungan ketat pada jam kelima ketika mobil #68 dan #69 yang masing-masing dikemudikan oleh Joey Hand dan Ryan Briscoe berhasil mengejar dan mendahului mobil Ferrari yang dikemudikan Toni Vilander dari tim Risi Competizione.

Sejak saat itu, Ford memiliki keunggulan yang tipis di depan mobil Ferrari #82. Hand memperlihatkan performa yang baik setelah ia berhasil memimpin di depan mobil #69 dari tim Ford Amerika Serikat, dan mobil Ford GT #66 dari tim Ford Inggris Raya.

Ferrari berada di posisi kedua pada jam 23.00, setelah Fisichella yang kini berada di balik kemudi mobil Risi 488 GTE. Mantan pemenang balapan Grand Prix itu hanya terpaut empat detik di belakang Dirk Muller yang mengemudikan mobil Ford #68. Pembalap Jerman tersebut baru saja menggantikan Sebastien Bourdais pada jam kedelapan.

Mobil Ford #66 yang dikemudikan oleh Pla, Mucke, dan Johnson berada di posisi ketiga, tertinggal 26 detik di belakang. Mobil Ford #69 dari tim Chip Ganassi yang dikemudikan oleh Briscoe, Westbrook, dan Dixon membuat pabrikan Amerika Serikat tersebut berada di posisi 1-3-4.

Mobil-mobil dari tim setengah pabrikan, AF Corse harus bersusah payah akibat masalah yang dialami. Mobil #51 terpaut jauh di belakang dan secara efektif sudah keluar dari persaingan juara kelas namun masih bersirkulasi di trek, sementara mobil #71 yang dikemudikan oleh Bird, Bertolini, dan Rigon berada di posisi kedelapan kelas GTE Pro setelah mengalami hambatan akibat masalah listrik.

Mobil Aston Martin terbaik yang dikemudikan oleh Darren Turner, Marco Sorenson, dan Nicki Thiim berada di posisi kelima setelah menjalani balapan yang bersih dan konsisten membuat mereka masih berada di peta persaingan perebutan juara. Mobil mereka menjadi mobil terbaik yang berada di belakang mobil-mobil Ford dan Ferrari.

Kelas GTE Am, pada sore hari, sebagian besar dipimpin oleh Mobil Porsche 911 RSR dari tim Abu-Dhabi Proton yang dikemudikan oleh Pat Long, David Heinemeier-Hansson, dan Khaled Al Qubaisi.

Namun sebelum pukul 23.00, mobil Aston Martin #98 yang dikemudikan oleh Pedro Lamy berhasil melesat dan merebut pimpinan balapan dari Long, sebelum Lamy menyerahkan kursi kemudi kepada Paul Dalla Lana, yang membuat pimpinan lomba kembali dipegang oleh mobil Porsche #88.

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Le Mans
Event Le Mans 24 Jam
Trek Circuit de la Sarthe
Tipe artikel Race report