Le Mans 24 Jam: Memasuki paruh akhir balapan, Toyota memimpin di depan Porsche

Pertarungan yang menjadi salah satu yang terpanas di balapan Le Mans ini terus berlanjut, dengan Porsche berusaha keras menghalau kesempatan Toyota untuk merebut kemenangan yang sangat dinantikan di sirkuit La Sarthe ini.

Anthony Davidson merebut pimpinan balapan dari Marc Lieb sebelum pukul 11 pagi setelah pertarungan balapan yang sengit antar keduanya menyuguhkan hiburan bagi penonton banyak.

Peta pertarungan berubah setelah pukul 8 pagi, ketika Sebastien Buemi yang mengemudikan mobil Toyota TS050 Hybrid #5, melakukan manuver overtake terhadap Mike Conway di mobil #6 yang menjadi pimpinan pada mayoritas balapan.

Periode safety car/slow zone selama 1 jam pada pukul 7 hingga 8 pagi membuat tontonan yang menarik dengan tiga mobil terlibat pertarungan merebutkan pimpinan lomba. Mobil Porsche #2 yang dikemudikan Neel Jani kini berada tepat di belakang kedua mobil Toyota.

Namun, Buemi terus menancap gas dan berhasil memperbesar jarak menjadi sekitar 20 detik setelah balapan telah mencapai jam ke-20. Buemi kemudian masuk ke pit dan menyerahkan kursi kemudi ke Davidson.

Pertarungan merebutkan posisi kedua antara mobil #2 dan 6 semakin intensif pada pukul 10 pagi setelah Lieb dan Conway terus berduel di trek, melewati banyak mobil-mobil yang lebih lambat bagaikan menjalani stint terakhir di balapan enam jam.

Pertarungan di trek itu terhenti setelah Conway melakukan pit stop, tetapi dengan pasang surut alur balapan yang terjadi, hampir dipastikan pertarungan tersebut akan berlanjut kembali pada paruh akhir balapan sampai bendera chequered flag dikibarkan.

Porsche mengambil keputusan yang beresiko dan berani namun diperlukan dengan melakukan triple-stint di ban Michellin mereka untuk pertama kalinya pada pukul 10.15 pagi. Lieb kemudian kembali turun ke trek sebagai pimpinan lomba.

Hal itu menempatkan mereka berada tiga sampai empat di depan mobil Toyota yang dikemudikan Davidson dan Kobayashi. Namun sebelum jam menunjukkan pukul 11 pagi, Davidson tepat di belakang mobil Lieb, mengambil slipstream dari mobil 919 Hybrid itu dan berhasil mendahului Lieb di tikungan Mulsanne untuk mengambil alih posisi pimpinan balapan.

Mobil Audi #8 terus menjalani balapan yang sepi di posisi keempat, 1,5 putaran di belakang pertarungan tiga mobil di depan. Tetapi progres mereka terhenti pada pukul 11 pagi ketika mobil tersebut didorong masuk ke dalam garasi untuk dilakukan perbaikan.

Mobil-mobil yang terluka yaitu Audi #7 dan Porsche #1 terus melanjutkan balapan mereka di posisi kelima dan keenam di kelas LMP1. Mereka terus membalap untuk memperoleh poin berharga untuk memperbesar peluang mereka meraih titel juara WEC.

Rebellion Racing menggugurkan mobil #13 mereka setelah mobil R-One-AER itu berhenti dengan Mattheo Tuscher berada di balik kemudi. Hal ini menyisakan mobil #12 membalap sendiri di kelas privatir LMP1 meskipun terhambat akibat masalah listrik.

Signatech v G-Drive di LMP2

Alur balapan di kategori LMP2 terus terkena turbulensi setelah banyak mobil-mobil unggulan yang gugur pada fase awal pagi balapan.

Mobil #Oreca #46 dari tim Thiriet by TDS menjadi contoh yang paling signifikan setelah memimpin balapan pada mayoritas 16 jam balapan. Pierre Thiriet menabrak mobilnya ketika berada di posisi kedua dan tidak lama kemudian, tim Perancis itu terpaksa harus mengakhiri balapan mereka akibat kerusakan yang diterima dari kecelakaan tersebut.

Kisah tragis tim tersebut berlanjut setelah mereka gagal merebut kemenangan pada tahun 2012 dan 2014.

Mobil Signatech Alpine #36 melanjutkan balapan mereka sebagai pemimpin di kelas LMP2, disusul oleh G-Drive Racing #26 yang terpaut hampir 1 putaran di belakang. Namun Rene Rast berhasil memanfaatkan proses pergantian pembalap (dari Richelmi ke Menezes) yang lambat dari tim Perancis itu pada pukul 8.30 pagi.

Maraton dan stint cepat yang dilakukan Rast di balik kemudi mobil #26 berhenti sebelum pukul 10 pagi. Pembalap Jerman itu tanpa lelah mengejar pimpinan balapan kelas LMP2 sejak pukul 5 pagi dan berhasil mencatat waktu tercepat kelas ini.

Will Stevens mengambil alih kokpit mobil itu pada pukul 11 pagi, dan dengan waktu balapan menyisakan empat jam, mantan pembalap F1 itu kini hanya berada 1 putaran di belakang mobil Signatech Alpine #36.

Setelah banyak mobil-mobil yang diprediksikan meraih podium LMP2 gugur, posisi podium terakhir direbutkan oleh mobil BR01 #37 dari tim SMP dan mobil Gibson #42 dari tim Strakka.

Jonny Kane berhasil meraih posisi ketiga itu sebelum kembali turun ke posisi keempat ketika Nick Leventis masuk ke mobil pada jam ke-19.

Ford kembali di kursi kendali kelas GTE

Pertarungan Ford v Ferrari di kelas GTE Pro terus berlanjut di fase awal pagi setelah mobil 488 GTE #82 dari tim Risi Competizione dan mobil Ford GT #68 dari tim Ford Chip Ganassi USA bersaing dengan ketat untuk meraih kehormatan di kelas GTE.

Pada pukul 10.30 pagi, Joey Hand berada tepat di belakang Matteo Mallucelli dan berhasil melakukan manuver kunci dengan mendahului pembalap Italia yang baru pertama kali membalap di Le Mans itu di tikungan chicane pertama lurusan Mulsanne.

Percobaan-percobaan Hand sebelumnya harus terhambat akibat periode slow zone, safety car, dan pit stop, sehingga ia bertekad dan berhasil memperbesar jarak pimpinannya menjadi tiga detik saat jam menunjukkan pukul 11 pagi.

Ford masih menjaga dua dari tiga posisi podium yang tersedia dengan mobil #69 yang dikemudikan Ryan Briscoe menjadi mobil lainnya yang berada di putaran yang sama dengan pemimpin balapan.

Townsend Bell terus menunjukkan performa juaranya dengan memperbesar keunggulannya di kelas GTE Am dengan mobil Ferrari dari tim Scuderia Corsa.

Tim Ferrari dari Amerika Serikat tersebut menikmati keunggulan sebesar 1 putaran di depan pemimpin kelas pada awal balapan, tim Abu-Dhabi Proton dengan Porsche 911 RSR yang dikemudikan Khaled Al Quabaisi, David Heinemeier-Hansson, dan Pat Long.

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Le Mans
Event Le Mans 24 Jam
Trek Circuit de la Sarthe
Tipe artikel Race report