Le Mans 24 Jam: Porsche rebut kemenangan, Toyota pupuskan peluang mereka sendiri

Porsche mengunci kemenangan Le Mans mereka yang ke-18 setelah mobil Toyota yang menjadi pimpinan balapan dan terlihat hampir dipastikan menjadi pemenang balapan tahun ini berhenti di trek dengan sisa waktu hanya menyisakan empat menit pada balapan...

Pada paruh akhir balapan yang menguras tenaga ini, banyak yang menduga Kazuki Nakajima dengan mobil Toyota #5 yang juga dikemudikan oleh Anthony Davidson dan Sebastien Buemi hampir dipastikan melintas garis finish di depan mobil Porsche 919 Hybrid #2 yang dikemudikan Neel Jani, Marc Lieb, dan Romain Dumas dengan jarak yang besar.

Jani, mengambil alih dari Lieb untuk membalap hingga garis finish melakukan usaha yang terbaiknya untuk mengejar Nakajima di fase penutup balapan. Pembalap Swiss itu berhasil memperkecil jaraknya dari 1 menit 10 detik menjadi 30 detik saat stint terakhir dimulai.

Pembalap Swiss tersebut harus melakukan pit stop terakhir untuk menggunakan dua ban baru pada sisa waktu 10 menit, memungkinkan mobil #5 yang dikemudikan Nakajima untuk merebut kemenangan pertama Toyota tanpa rintangan.

Tetapi, dengan sisa waktu tiga menit dan 30 detik, pembalap Jepang itu terhenti di chicane terakhir, memungkinkan Jani dan Porsche untuk mendahului dan merebut kemenangan yang tidak terduga – kemenangan yang kedua secara beruntun untuk pabrikan dari Weissach dan yang pertama kali untuk Jani dan Lieb.

Mobil Toyota #5 harus tertatih-tatih untuk finish di urutan kedua, namun pada akhirnya hasil balapan mereka harus dicoret setelah dianggap tidak melintas bendera finish pada waktunya, mempromosikan Toyota #6 yang dikemudikan Mike Conway, Stephane Sarrazin, dan Kamui Kobayashi di urutan kedua.

Trio tersebut telah memimpin mayoritas paruh pertama balapan ini sebelum turun di belakang mobil #5 di pagi hari, dan akhirnya keluar dari persaingan perebutan juara ketika Kobayashi melintir ke jebakan pasir pada jam ke-20.

Insiden mobil #5 itu kemudian berlanjut dengan mobil backmarker yang menyebabkan bodywork di sisi kiri mengalami kerusakan.

Tim Toyota kemudian memilih untuk membawa mobil itu ke dalam pit untuk mengecek sistem pendingin dan mengakibatkan hilangnya waktu sebanyak 10 menit, mengeluarkan mereka dari perebutan juara keseluruhan, Sarrazin kemudian membawa mobil itu ke garis finis ke podium terakhir.

Balapan “mimpi buruk” Audi

Setelah gugurnya mobil #5, Audi merebut peringkat ketiga dan keempat untuk mobil R-18 #8 dan 7. Mereka menyelesaikan balapan 14 dan 17 putaran di belakang setelah melakukan banyak kunjungan ke garasi sepanjang balapan.

Diantara kunjugan ke garasi tersebut, yang paling signifikan adalah proses pergantian suspensi bagian depan-kanan mobil selama 40 menit terhadap mobil #8 yang dikemudikan Oliver Jarvis, Lucas di Grassi, dan Loic Duval pada jam ke-21.

Ini diikuti oleh pit stop pencegahan untuk menggantikan cakram rem bagian depan mobil R-18 e-tron quattro #7 yang dikemudikan oleh Andre Lotterer, Benoit Treluyer, dan Marcel Fassler. Mereka secara efektif telah keluar dari peta persaingan juara pada Sabtu malam setelah kerusakan turbocharger yang harus diganti.

Porsche #1 yang dikemudikan oleh juara bertahan WEC Mark Webber, Timo Bernhard, dan Brendon Hartley berada di peringkat kelima, 38 putaran di belakang, dan tidak bisa pulih setelah harus menghabiskan banyak waktu di garasi untuk memperbaiki kebocoran air.

Di divisi LMP1-L, satu-satunya mobil yang masih berjalan untuk melintas garis finish adalah mobil Rebellion R-One #12 yang dikemudikan Nelson Piquet Jr, Nick Heidfeld, dan Nicola Prost yang melintas garis finis 54 putaran di belakang setelah mengalami masalah listrik pada fase pembuka.

Signatech-Alpine memenangi kelas LMP2

Kemenangan di divisi LMP2 direbut oleh Signatech Alpine 460 #36 yang dikemudikan oleh juara bertahan kelas LMP2, Nicolas Lapierre, Gustavo Menezes yang menjadi pendatang baru di Le Mans, dan Stephane Richelmi.

Tim Perancis itu memegang kendali balapan pada malam hari, dan mengambil keuntungan dari gugurnya mobil Oreca dari tim TDS Racing pada pagi hari.

Hal itu membuat jarak pimpinan mereka menjadi 1 putaran di depan mobil Oreca #26 dari tim G-Drive. Meskipun usaha terbaik sudah diberikan oleh Rene Rast di mobil yang juga dikemudikan oleh Will Stevens dan Roman Rusinov untuk kembali ke putaran yang sama dengan pemimpin pada pagi hari, mereka masih tertinggal 2 menit 40 detik di belakang.

Empat putaran di belakang mereka, mobil BR01 #37 yang dikemudikan Vitaly Petrov, Viktor Shaitar, dan Kirill Ladygin berada di urutan ketiga, disusul oleh mobil Gibson #42 dari tim Strakka yang dikemudikan oleh Jonny Kane, Danny Watts, dan Nick Leventis.

Kane sempat mendahului Shaitar di trek untuk merebutkan posisi terbawah di podium kelas LMP2, namun kemudian Leventis gagal untuk menyamai laju rekan setimnya tersebut, dan mobil mereka berakhir di urutan keempat, dan tertinggal tiga putaran di belakang.

Mobil Oreca Manor #44 yang memimpin mayoritas fase pembuka, menjadi tim unggulan yang gugur di paruh akhir balapan ketika Matt Rao menabrak dinding pembatas di Porsche Curves setelah mengalami kerusakan bodywork bagian depan pada insiden sebelumnya di Indianapolis.

Ford mengukir sejarah di GTE

Di kelas GTE Pro, Ford mengulangi kesuksesan masa lampau mereka dengan melakukan 'comeback' setelah mobil #68 dari tim Chip Ganassi Team USA yang dikemudikan Dirk Muller, Joey Hand, dan Sebastien Bourdais merebut kehormatan di kelas ini, sementara mobil #69 yang dikemudikan Ryan Brisco, Richard Westbrook, dan Scott Dixon merebut peringkat ketiga.

Kedua mobil Ford GT dibelah oleh mobil Ferrari #82 dari tim Risi Competizione yang dikemudikan Giancarlo Fisichella, Toni Vilander, dan Matteo Malucelli. Mereka sempat memimpin jalannya balapan sebelum mobil #68 mendahului mereka dengan laju yang lebih kencang.

Satu-satunya mobil Ferrari 488 GTE yang bertahan di balapan itu sempat terhambat setelah Vilander sempat melintir di jam ke-21 saat mengejar mobil Ford yang menjadi pimpinan balapan, Fisichella kemudian membawa pulang mobil tersebut dengan jarak satu menit di belakang Muller yang melintas garis finish untuk mengunci kemenangan historis tim Oval Biru tersebut.

Namun mobil #82 diharuskan untuk menjalankan penalti stop-go pada fase penutup balapan untuk memperbaiki lampu indikator posisi, tetapi Ferrari #82 itu tidak mengindahkan penalti tersebut membuat hasil balapan mereka diselimuti keraguan.

Peringkat keempat ditempati oleh mobil kompetitor GT WEC terbaik di balapan Le Mans ini, Ford #66 yang dikemudikan oleh Stefan Mucke, Olivier Pla, dan Billy Johnson dan terpaut satu putara di belakang setelah masalah listrik, disusul oleh dua mobil pabrikan Aston Martin, mobil #95 memimpin di dpan mobil #97.

Di kelas GTE-Am, Ferrari 458 dari tim Scuderia Corsa yang dikemudikan Townsend Bell, Jeff Segal, dan Bill Sweedler merebut kemenangan yang mudah, hampir satu lap di depan mobil AF Corse #83 yang dikemudikan Emmanuel Collard, Rui Aguas, dan Francois Perrodo.

Bell menjadi kunci kemenagan dengan stint heroik pada malam hari untuk mengejar dan mendahului mobil Porsche #88 yang dikemudikan Pat Long, David Heinemeier-Hansson, dan Khalid Al-Qubaisi, yang kemudian turun ke urutan ketiga di klasemen akhir GTE-Am.

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Le Mans
Event Le Mans 24 Jam
Trek Circuit de la Sarthe
Pembalap Anthony Davidson , Sébastien Bourdais , Marc Lieb , Romain Dumas , Neel Jani , Kazuki Nakajima , Sébastien Buemi
Tim Team Joest , Chip Ganassi Racing , Porsche Team , Toyota Racing , Signatech , Risi Competizione
Tipe artikel Race report