Lotterer: WEC harus buka mata setelah Le Mans

dibagikan
komentar
Lotterer: WEC harus buka mata setelah Le Mans
Jamie Klein
Oleh: Jamie Klein
Co-author: Roman Wittemeier
26 Jun 2018 12.28

Andre Lotterer ingin FIA World Endurance Championship membuka mata dengan memperpendek jarak antara Toyota dan tim nonhibrida LMP1, setelah pabrikan Jepang tersebut akhirnya menjuarai Le Mans 24 Hours, 17 Juni lalu.

Lotterer, pembalap im Rebellion LMP1 mengemudikan mobil nomor #1 yang finis keempat di Le Mans. Mobil tersebut tertinggal 13 lap di belakang Toyota #8, sedangkan Rebellion #3 terpaut 12 lap saat bendera kotak-kotak berkibar.

Rekan setim Lotterer, Neel Jani, merasa bosan dengan gelaran balap ketahanan legendaris musim ini, akibat ketidakmampuan tim-tim privateer LMP1 memberikan perlawanan berarti bagi Toyota.

Berbicara kepada Motorsport.com, Lotterer menegaskan kembali pandangan Jani dengan memanggil perumus aturan WEC, FIA dan Automobile Club de l’Quest, untuk mengambil sikap atas ketimpangan antara Toyota dan lawan-lawannya.

“Kami sebenarnya berharap Toyota ketiban sial supaya bisa menang,” ungkap Lotterer. “Ternyata tidak terjadi apa-apa. Jelas kami tidak bisa menang melawan Toyota.

“Kami tidak punya kesempatan. Terima saja, ini merupakan gelaran Le Mans 24 Hours paling membosankan. Saya harus mengakui susah untuk tampil maksimal setiap lap. Bagaimana bisa kami termotivasi?

“Semoga saja ACO dan FIA segera sadar. Ini pilihan mereka. Sayang bila perhelatan ini tidak berjalan semestinya. Mereka harus sadar sendiri.

“Jika tidak perubahan, musim ini akan menjadi tambah membosankan.”

Pembalap ByKolles, Oliver Webb, yang gagal tampil di balapan Le Mans 2018 akibat kecelakaan Dominik Kraihmer saat membawa ENSO CLM P1/01 Nissan, mengamini opini Lotterer.

“Sungguh, Toyota telah memegang musim ini,” ujar Webb kepada Motorsport.com. “Silvestone mungkin bisa menguntungkan Rebellion dengan paket downforcenya, serta duo Ginetta. Tapi tetap saja Toyota unggul.

“Entah dengan membawa lebih banyak [bahan bakar], atau dengan aliran bahan bakar lebih deras, saya tidak tahu. Namun kami harus tampil selangkah lebih maju jika tidak ingin adanya pengkotak-kotakan antara mesin hibrida dan nonhibrida di LMP1.

Slider
List

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer, Neel Jani, Bruno Senna

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer, Neel Jani, Bruno Senna
1/10

Foto oleh: Marc Fleury

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer, Neel Jani, Bruno Senna

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer, Neel Jani, Bruno Senna
2/10

Foto oleh: Paul Foster

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer, Neel Jani, Bruno Senna, #8 Toyota Gazoo Racing Toyota TS050: Sébastien Buemi, Kazuki Nakajima, Fernando Alonso

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer, Neel Jani, Bruno Senna, #8 Toyota Gazoo Racing Toyota TS050: Sébastien Buemi, Kazuki Nakajima, Fernando Alonso
3/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer, Neel Jani, Bruno Senna

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer, Neel Jani, Bruno Senna
4/10

Foto oleh: Ashleigh Hartwell / LAT Images

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer, Neel Jani, Bruno Senna

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer, Neel Jani, Bruno Senna
5/10

Foto oleh: Scott R LePage / LAT Images

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer, Neel Jani, Bruno Senna

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer, Neel Jani, Bruno Senna
6/10

Foto oleh: JEP / LAT Images

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer, Neel Jani, Bruno Senna and #3 Rebellion Racing Rebellion R-13: Mathias Beche, Gustavo Menezes, Thomas Laurent

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer, Neel Jani, Bruno Senna and #3 Rebellion Racing Rebellion R-13: Mathias Beche, Gustavo Menezes, Thomas Laurent
7/10

Foto oleh: Ashleigh Hartwell / LAT Images

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer
8/10

Foto oleh: Nikolaz Godet

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer, Neel Jani, Bruno Senna

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer, Neel Jani, Bruno Senna
9/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer, Neel Jani, Bruno Senna crashes into #10 Dragonspeed BR Engineering BR1: Henrik Hedman, Ben Hanley, Renger Van der Zande at the start

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer, Neel Jani, Bruno Senna crashes into #10 Dragonspeed BR Engineering BR1: Henrik Hedman, Ben Hanley, Renger Van der Zande at the start
10/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Perubahan EoT serasa candaan

Lotterer juga mengkritik keputusan mengurangi debit aliran bahan bakar pada mobil nonhibrida jelang tes Le Mans, dibanding dengan ronde pembuka saat Toyota juga tampil dominan.

“Kami berharap lebih dari EoT [aturan penyeimbang mesin hibrida dan nonhibrida],” ujar sang kampiun Le Mans tiga kali. “Mereka bercanda dengan semakin memangkas performa tim-tim privateer.

“Kami berada satu level dengan Toyota? Omong kosong. Saya tidak paham mengapa Toyota ketakutan kami bisa mengungguli mereka.”

Wakil Presiden Rebellion, Calim Bouhadra, bertemu dengan pihak penyelenggara WEC supaya kategori LMP1 tetap menarik setelah ronde Spa. Ia kembali mengingatkan WEC setelah Le Mans.

“Saya rasa ada pelajaran tersirat dari ACO dan WEC mengenai ekspektasi mereka terhadap tim privateer seperti kami,” ujarnya. “Saya rasa ada keputusan besar yang harus dibuat.”

Next article
Damon dan Bale bintangi film Ford vs Ferrari

Artikel sebelumnya

Damon dan Bale bintangi film Ford vs Ferrari

Next article

Ikuti Le Mans Esports Series berhadiah total Rp 1,4 miliar

Ikuti Le Mans Esports Series berhadiah total Rp 1,4 miliar
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Le Mans
Event Le Mans 24 Jam
Lokasi Circuit de la Sarthe
Pembalap Andre Lotterer , Oliver Webb
Tim Rebellion Racing
Penulis Jamie Klein