McLaren ingin kembali ke Le Mans

dibagikan
komentar
McLaren ingin kembali ke Le Mans
Charles Bradley
Oleh: Charles Bradley
Diterjemahkan oleh: Aditya Siregar
30 Agt 2017 22.13

Zak Brown menyebut bahwa McLaren akan membangun dan menurunkan mobil di kelas utama LMP1 kejuaraan sportscar global, termasuk Le Mans 24 Hours, jika regulasi lebih berbiaya efektif.

Zak Brown, Executive Director, McLaren Technology Group
#59 McLaren F1 GTR: J.J. Lehto, Yannick Dalmas, Masanori Sekiya
#16 Porsche 962: Zak Brown
Sunrise at Le Mans
#31 Vaillante Rebellion Racing Oreca 07 Gibson: Julien Canal, Bruno Senna, Nicolas Prost
#2 Porsche LMP Team Porsche 919 Hybrid: Timo Bernhard, Earl Bamber, Brendon Hartley takes the win
#42 Team BMW Motorsport McLaren F1 GTR BMW: JJ Lehto, Steve Soper, Nelson Piquet
#51 Harrods McLaren F1 GTR: Andy Wallace, Derek Bell, Justin Bell
#25 Gulf McLaren F1 GTR: Pierre-Henri Raphanel, Philippe Alliot, Lindsay Owen-Jones

Brown menyatakan bahwa saat ini McLaren tengah mengevaluasi segala kemungkinan di balap sportscar. Termasuk program prototipe di FIA World Endurance Championship atau IMSA mulai 2019.

Tapi, ia berpikir kalau peraturan kelas utama LMP1 saat ini menjadi tidak masuk akal. Mengingat tim papan atas menghabiskan biaya nyaris setara F1. Brown yakin bahwa arahan baru diperlukan untuk mengembalikan kesuksesan WEC dan Le Mans seperti pada masa kejayaannya.

“Saya percaya WEC memiliki kesempatan untuk menekan tombol restart,” ucap Brown. “Saya berharap WEC dapat kembali ke era Porsche 956 atau 962. Ketika pabrikan dan tim privat bertarung bersama-sama, dengan adanya peluang bagi semua untuk menang.”

“Dengan regulasi sekarang, hal ini sangat mustahil. Tapi coba lihat kesuksesan kategori LMP2, ketika biaya dikendalikan demi keuntungan bersama. Jadi saya ingin pola pikir seperti ini diberlakukan untuk LMP1.”

“Kurang lebih agar seperti DPi di IMSA. Pabrikan diberi ruang untuk berbicara. Jika WEC dapat meniru semangat dan efektivitas biaya sama, untuk paket regulasi meliputi elemen hybrid, kami tentu tertarik. Saya sendiri merupakan fans hybrid.”

Target biaya 20 juta dollar

Dengan biaya LMP1 meroket pada musim-musim belakangan, Brown merasa bahwa investasi dikucurkan pabrikan tidak sebanding dengan apa didapat.”

“Saat ini LMP2 memiliki top speed lebih tinggi dari LMP1 beberapa tahun silam,” ucapnya. “Ini sangat impresif jika Anda butuh dana 5 juta dollar untuk satu musim penuh WEC.”

“Jika dibandingkan peningkatan biaya LMP1, apa didapat mungkin tidak senilai 20 kali lipat. Tetapi, kami akan tertarik jika anggaran dibutuhkan sebesar 20 juta dollar.”

“Tentukan kriteria ekonomis terlebih dahulu. Dan ingat pelajaran dari kejayaan balap sportscar masa silam. Anda tidak perlu meniru persis platform IMSA DPi. Tetapi, bisa mengambil semangatnya. Alternatif lain, bisa saja menjadikan DPI sebagai platform global. Kami juga tertarik pada hal tersebut.”

Brown menambahkan bahwa balap sportscar tetap harus memiliki relevansi teknis dengan pasar mobil jalan raya. Tetapi jangan sampai menyebabkan biaya meroket.

“Divisi litbang harus mendapatkan keuntungan keterlibatan pabrikan di balap, tetapi bukan menjadi alasan utama. Jika tidak bisa menghabiskan dana dengan efisien, tidak akan ada artinya. Pada akhirnya, balap merupakan kegiatan marketing.”

Artikel Le Mans berikutnya

Tentang artikel ini

Kejuaraan Le Mans
Pembalap Zak Brown
Tim McLaren
Penulis Charles Bradley
Tipe artikel Breaking news