Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
MXGP MXGP Lombardia

Ben Watson Masih Mencari Gaya Balap Ideal

Sebagai kroser baru Kawasaki Racing Team MXGP, Ben Watson mengaku cukup kesulitan saat turun sendirian di MXGP 2022.

Ben Watson, Kawasaki Racing Team

Ada yang sedikit berbeda saat digelarnya putaran kedua Kejuaraan Dunia Motocross 2022 di Sirkuit Mantova, Italia, awal Maret lalu. Kimi Raikkonen, pemilik Ice One, tim yang menjalankan skuad Kawasaki Racing Team MXGP, terlihat di antara penonton.

Namun, mantan pembalap F1 yang juga juara dunia 2007 tersebut terlihat kecewa karena kroser andalan timnya, Ben Watson, tidak mampu finis di posisi bagus. Kroser muda Inggris yang baru bergabung ke Kawasaki itu hanya mampu finis P16-P11 di Mantova.

Raikkonen pun harus puas menyaksikan Tim Gajser (Team HRC) menjadi yang terbaik di MXGP Lombardia tersebut. Bagi juara dunia empat kali (MX2 2015, MXGP 2016, 2019, 2020) itu, inilah kemenangan kedua beruntun musim ini (setelah MXGP Inggris).

Dalam dua putaran tersebut, Watson turun sendirian membela tim pabrikan Kawasaki tersebut setelah juara dunia MXGP 2015 dan runner-up tahun lalu Romain Febvre masih dalam pemulihan setelah operasi.

Turun sendirian benar-benar membuat Watson, yang baru menjalani musim keduanya di kelas MXGP, kesulitan. Sebelumnya, pada lomba pertama di kandangnya, MXGP Inggris, hasil finis Watson hanya lebih baik sedikit dari dua race, P11-P13.

Baca Juga:

Dengan hasil dua lomba MXGP musim ini, Watson hanya mampu mengoleksi total 33 poin atau tertinggal 61 poin dari Gajser yang memimpin klasemen kelas MXGP.

“Saya saat ini kesulitan untuk mendapatkan gaya balap yang sesuai keinginan. Namun, semangat bertarung jelas tetap ada. Motor bekerja sangat bagus dan semua di tim ini memberikan 100 persen dan ada di belakang saya,” tutur kroser berusia 25 tahun itu.

“Pada Race 1 MXGP Lombardia, saya berada di lima besar sebelum tikungan pertama. Namun kemudian saya melebar dan menghantam gundukan pasir. Pada Race 2, saya jauh lebih baik dalam mengendalikan motor, dengan beberapa manuver.

“Saya mencoba melepaskan diri dari kejaran para kroser di belakang. Kami membuat progres, meskipun tahu hasilnya masih jauh dari harapan. Tetapi, saya yakin kami mampu segera mendapatkan hasil bagus.”

Di Race 2 MXGP Lombardia, Ben Watson berhasil melibas Henry Jacobi (JM-Honda), tiga lap sebelum finis. Seperti Watson, Jacobi juga baru pulih usai menjalani operasi pada tulang terbesar pada pergelangan tangan, scaphoid.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Jeremy Seewer Jauh Lebih Percaya Diri pada MXGP 2022
Artikel berikutnya MXGP Argentina: Gajser Kejar Rekor Kemenangan dan Gelar

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia