Herlings Enggan Menghitung Poin

Jeffrey Herlings tidak butuh waktu lama untuk kembali ke posisi atas Kejuaraan Dunia MXGP. Akhir pekan lalu, ia menjad yang terbaik di Maggiora, Italia.

Herlings Enggan Menghitung Poin

Kroser skuad pabrikan Red Bull KTM Factory Racing tersebut berhasil mengoleksi 40 poin dari dua race lomba putaran ketiga musim ini, MXGP Italia, seusai finis P6 (15 poin) pada Race 1 dan memenangi Race 2 (25).

Di Maggiora, Herlings – juara dunia motocross empat kali (MX2 2012, 2013, 2016 dan MXGP 2018) – menyudahi perlawanan Glenn Coldenhoff (Monster Energy Yamaha Factory MXGP Team) dan kampiun dunia sembilan kali Antonio Cairoli (Red Bull KTM De Carli Factory Racing).

Dari enam race yang sudah dilangsungkan di tiga putaran (Rusia, Inggris, Italia), Herlings masing-masing mampu finis di posisi 4-2-3-4-6-1, alias mampu merebut minimal satu podium di setiap ronde.

Dengan total 118 poin, Herlings kini berada di peringkat kedua klasemen umum MXGP. Ia tertinggal hanya enam poin dari juara bertahan, Tim Gajser (Team HRC), dan unggul 11 angka dari Romain Febvre (Monster Energy Kawasaki Racing Team) di peringkat ketiga.

“Target saya adalah mampu konsisten di setiap balapan,” ujar Herlings yang menargetkan mampu finis podium dalam setiap pekan lomba.

“Saya agak kurang beruntung mengawali musim ini. Namun, semua berjalan bagus menjelang lomba di Oss (Belanda, balapan kandang Herlings, pada 18 Juli nanti). Saya hanya terpaut enam poin.

“Masih banyak lomba yang harus dilalui dan saya tidak akan melihat poin. Dulu, saya selalu menghitung poin demi poin hingga mencapai lebih dari 150 di depan tetapi tidak juga mampu memenangi kejuaraan. Karena itu, saya tidak mau menghitung poin lagi.”

Bicara soal mentalitas, Herlings sejatinya tidak perlu diragukan jika melihat jumlah gelarnya. Namun demikian, untuk kesekian kalinya, pada 2021 ini mentalitasnya akan diuji lagi.

Herlings selama ini dikenal selalu ngotot untuk memenangi setiap race. Ambisi itu akan dipertahankannya musim ini untuk merebut gelar juara dunia kelimanya.

Baca Juga:

“Saya hanya akan melihat race demi race dengan mencoba merebut hasil terbaik setiap pekannya. Tentu saja saya sangat menantikan lomba di Oss,” kata Herlings.

“Pekan lalu, hujan banyak turun di sana. Minggu ini hujan juga diprediksi akan turun. Saya berharap cuaca akan bagus saat lomba nanti. Lomba nanti akan berlangsung keras tetapi saya juga sudah tidak sabar untuk berduel di Oss.”

Trek-trek motocross di Belanda terkenal dengan medan berpasir tebal. Karakter lintasan seperti ini bukan hanya digemari Herlings tetapi juga menjadi favorit Tim Gajser, juara dunia empat kali (MX2 2015 dan MXGP 2016, 2019, 2020).

Gajser tampil menggila di MXGP Belanda 2020 yang digelar di Sirkuit Valkenswaard. Kroser asal Slovenia itu mampu mengalahkan Herlings dengan memenangi Race 1 meskipun Herlings membalasnya di Race 2 untuk menguasai MXGP Belanda.

“Saya tidak menyangka ia mampu melesat setelah menempati posisi 33 di gate. Ketika meihat ke belakang, saya kaget ia sudah dekat. Ia lalu melibas saya di straight dan kemudian Jorge (Prado). Saya sendiri akhirnya tidak bisa melewati Jorge,” katanya.

Jeffrey Herlings masih tidak habis pikir mengapa Gajser mampu lebih cepat daripada dirinya di atas lintasan berpasir. Kendati demikian, Herlings tetap dijagokan memenangi lomba kandangnya di Oss, MXGP Belanda, nanti.

 

 

dibagikan
komentar
Hasil Race 2 MXGP Italia: Herlings Kuasai Maggiora, Febvre Tersungkur

Artikel sebelumnya

Hasil Race 2 MXGP Italia: Herlings Kuasai Maggiora, Febvre Tersungkur

Artikel berikutnya

MXGP Belanda Lanjut Terus di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

MXGP Belanda Lanjut Terus di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19
Muat komentar