Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Komparasi Statistik Lima Kroser Top MXGP

Jika melihat statistik, tidak sulit rasanya menyebut bila Jeffrey Herlings dan Tim Gajser menjadi kroser terbaik kelas MXGP saat ini.

Jeffrey Herlings, Red Bull KTM Factory Racing, Romain Febvre, Kawsaki Factory Racing en Tim Gajser, HRC Honda

Akhir pekan ini (2-3/4/2022), seri Kejuaraan Dunia MXGP 2022 akan kembali dengan digelarnya putaran keempat yang akan berlangsung di Agueda, Portugal.

Dalam daftar entry list yang dikeluarkan, ada nama juara dunia Jeffrey Herlings (Red Bull KTM Factory Racing) dan runner-up Romain Febvre (Kawasaki Racing Team MXGP) yang akan turun di Agueda setelah absen dalam tiga putaran sebelumnya.

Situasi ini jelas merugikan bagi Herlings dan Febvre. Di sisi lain, kondisi ini mampu dimaksimalkan oleh Tim Gajser (Team HRC) yang berhasil menyapu bersih kemenangan di tiga Grand Prix (GP): Inggris, Lombardia (Italia), dan Patagonia-Argentina.

Jeffrey Herlings, Red Bull KTM Factory Racing

Jeffrey Herlings, Red Bull KTM Factory Racing

Foto oleh: Ray Archer

Kendati begitu, bila mengacu statistik, Herlings masih yang terbaik di kelas premier di antara para kroser yang masih aktif di Kejuaraan Dunia Motocross musim ini.

Kroser asal Belanda tersebut sudah mengantongi 38 kemenangan GP di kelas MXGP, lebih banyak dibanding kroser lainnya. Herlings juga mengoleksi 89 kemenangan race dan lagi-lagi terbanyak di antara kroser aktif lainnya di kelas MXGP.

Herlings kini rata-rata mampu merebut 42 poin per GP. Jumlah itu lebih banyak daripada torehan Gajser kendati kroser Slovenia itu sudah menjalani lebih banyak race daripada Herlings.

Herlings juga memiliki succers rate GP hingga 57%, persentase kemenangan race 51%, dan sukses naik podium di GP mencapai 77%. Tidak ada yang mampu mengalahkan angka-angka Herlings ini kendati ia absen lebih banyak dibanding para kroser top saat ini.

Tim Gajser, Team HRC

Tim Gajser, Team HRC

Tim Gajser juga memiliki statistik impresif di MXGP. Sejak debut di kelas MXGP pada 2016, ia mampu memenangi 31 GP, 82 kemenangan race, dan 76 finis podium. Persentase finis podium Gajser di MXGP, 68%, juga impresif mengingat ia sudah turun dalam 111 GP.

Satu yang harus dicatat, Gajser mampu memenangi tujuh GP pada musim pertamanya (rookie) di MXGP. Torehan itu melewati raihan legenda MXGP, Antonio “Tony” Cairoli.

Di antara para kroser aktif kelas MXGP saat ini, tidak diragukan bila Romain Febvre menjadi yang paling berpengalaman. Turun perdana di kelas tertinggi pada 2015, kroser asal Prancis itu mampu memenangi 14 GP selama tujuh musim (belum termasuk tahun ini).

Hebatnya, delapan dari 14 kemenangan GP itu direbut Febvre saat dirinya menjadi rookie dan langsung merebut gelar juara dunia.

Romain Febvre, Monster Energy Kawasaki Racing Team

Romain Febvre, Monster Energy Kawasaki Racing Team

Foto oleh: Niek Fotografie

Jumlag GP kelas MXGP yang dijalani Jorge Prado (Red Bull GasGas Factory Racing) masih kurang dari setengah daripada Herlings dan hanya sekira sepertiga dari yang sudah dijalani Gajser.

Itulah mengapa statistik juara dunia kelas MX2 2018 dan 2019 itu masih jauh di bawah kedua raksasa MXGP tersebut. Turun di MXGP baru sejak 2020, kroser muda Spanyol itu mengantongi empat kemenangan GP plus menguasai 10 race dan 16 kali finis podium.

Statistik torehan Jeremy Seewer (Monster Energy Yamaha Factory MXGP) juga masih jauh dibanding Herlings maupun Gajser. Yang mengkhawatirkan, kroser asal Swiss itu tidak lagi muda dan baru mengoleksi dua kemenangan GP hingga memasuki musim kelima di MXGP.

Seewer juga sudah turun dalam 77 GP dan itu 11 lebih banyak daripada Herlings. Jika Herlings bermasalah dengan cedera, maka Seewer – runner-up MX2 2016, 2017 dan MXGP 2019, 2020 – dipusingkan dengan persoalan konsistensi.

Baca Juga:

Melihat performa Tim Gajser pada awal musim ini, rasanya sulit bagi kroser manapun untuk menahannya. Kecuali ia mengalami cedera. Jika mampu merebut gelar keempat MXGP dalam hanya tujuh musim di kelas tersebut, tentu itu menjadi torehan emas.

Nama kroser debutan Maxime Renaux (Monster Energy Yamaha Factory MXGP) belum masuk daftar statistik kroser terbaik karena juara dunia MX2 2021 baru menjalani tiga GP di kelas MXGP.

Jika mampu konsisten, bukan tidak mungkin kroser muda asal Prancis itu mampu menggeser Jeffrey Herlings ataupun Tim Gajser di masa depan.

Perbandingan Statistik Lima Kroser Terbaik Kelas MXGP Saat Ini:

  Statistik Jeffrey Herlings Tim Gajser Romain Febvre Jorge Prado Jeremy Seewer
  Total Kemenangan Grand Prix (GP) 38 (57,6%)

31 (27,9%)

14 (12,1%)

4 (11,4%)

      2 (2,6%)

  Menang Race 89 (51,1%) 82 (28,2%) 44 (14,1%)

10 (14,5%)

      4 (2,1%)

  Podium 51 (77,3%)

76 (68,5%)

48 (41,4%) 16 (45,7%)     15 (19,5%)
  Total Poin 2.748 4.261 4.021 1.156         2.327
    Rata-rata Poin/GP              42              38            35           33            30
  Total GP 66 111 116 35            77
    Tahun Aktif MXGP    2017 - sekarang    2016 - sekarang   2015 - sekarang  2020 - sekarang   2018 - sekarang 
    Gelar MXGP        2018, 2021  2016, 2019, 2020          2015             -             -

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Performa Maxime Renaux Bukan seperti Rookie
Artikel berikutnya Kualifikasi MXGP Portugal: Glenn Coldenhoff Raih Pole Position

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia