Tugas Berat Mekanik MXGP, Penentu Kesuksesan Seorang Pembalap

Menjadi mekanik untuk tim yang berkompetisi di kejuaraan dunia, khususnya MXGP, tidaklah mudah. Ada tanggung jawab besar karena mereka kunci kesuksesan seorang pembalap di trek.

Tugas Berat Mekanik MXGP, Penentu Kesuksesan Seorang Pembalap

Para mekanik di Kejuaraan Dunia Motocross (MXGP) memiliki tugas yang tak jauh beda dengan mekanik di ajang balap lainnya seperti MotoGP dan Formula 1. Mereka harus mempersiapkan kendaraan dan memastikan segalanya bekerja dengan baik sebelum turun ke trek.

Setiap mekanik juga harus mencatat jarak tempuh semua komponen karena apabila sudah mencapai batasnya, maka bisa dipastikan performa motor tidak akan maksimal.

Untuk itu, biasanya para mekanik selalu tiba lebih dulu daripada staf lainnya di dalam tim. Pasalnya mereka harus memastikan tak ada yang kurang atau tertinggal dan itu juga membuat pembalap makin percaya diri untuk menggeber motor.

Salah satu mekanik berpengalaman di MXGP adalah Bart Dirkx, yang bekerja untuk Red Bull Racing KTM. Pria Belgia itu jadi andalan Jorge Prado untuk mengoprek motornya pada 2020-2021.

Dirkx menjelaskan mekanik harus bisa bekerja cepat, itu akan sangat berguna jika pembalap mereka mengalami insiden. Jika dapat memperbaiki motor dalam waktu cepat, hal tersebut bisa memberi keuntungan bagi tim.

“Hal dasar adalah Anda harus bisa bekerja cepat. Jika pembalap kami mengalami kecelakaan, maka Anda harus bisa memperbaiki motor dalam waktu dua menit,” ujar Dirkx.

Menyetel motor untuk melaju lebih cepat menjadi favorit bagi setiap mekanik, tak terkecuali dengan Bart Dirkx. Ia selalu berusaha menempatkannya dengan tepat agar tidak terjadi kesalahan ketika motor digeber maksimal.

Selain membuat motor siap dikendarai, tugas mekanik juga mempersiapkan garasi yang nyaman bagi pembalap. Mereka harus menata semua alat kerja dengan baik agar kondisi paddock terasa lebih hangat.

Bart Dirkx bersama Tom Vialle, Red Bull KTM Factory Racing.

Bart Dirkx bersama Tom Vialle, Red Bull KTM Factory Racing.

Foto oleh: Ray Archer

“Itu sangat penting, karena Anda harus mengetahui dengan baik di mana alat-alat yang ingin digunakan. Anda juga tidak masuk ke garasi, melihat gambaran dan dengan cepat menemukan alat tersebut,” ujar Dirkx.

“Saya pikir ini sangat penting bagi setiap mekanik. Ini sebabnya saya selalu berada di garasi ketika alat-alat disusun. Jadi, saya tahu pasti di mana alat tersebut disimpan.”

Selain Bart Dirkx, mekanik paling menarik perhatian di MXGP adalah Luigi Rossini. Tahun ini, ia bekerja untuk Tim Monster Energy Yamaha Factory Racing.

Bukan hanya mengutak-atik motor pembalapnya, Rossini juga memiliki tugas lain, melayani pembalap di pinggir lintasan.

“Air. Hal yang selalu diminta pembalap adalah minuman. Setelah itu, saya selalu membawa beberapa tisu untuk membersihkan kacamata mereka dan beberapa peralatan untuk membenahi masalah di motor dalam waktu cepat,” kata Rossini.

Pria asal Italia itu juga memiliki cara unik untuk memberikan informasi di pit lane. Ia menuliskan banyak kata di pit-board, yang biasanya harus ditulis sesingkat mungkin agar cepat dibaca pembalap.

 

“Hal terpenting adalah mengenal pembalap Anda dengan sangat baik, makin baik koneksi yang Anda miliki dengan pembalap, makin baik Anda mengetahui hal yang benar untuk ditulis dan saat yang tepat untuk membantunya,” kata Rossini.

“Misalnya, untuk Henry Jacobi, yang melakoni tahun pertamanya di 450. Pada lap pertama, dia biasanya tidak bisa bernapas dengan teratur, jadi saya hanya mengingatkannya untuk bernapas dan menenangkan diri.

“Hal lain yang sangat penting adalah memberi tahu pembalap tentang sektor ini. Biasanya pada hari Jumat kami melakukan track walk bersama dan kami tahu persis di mana kami perlu meningkatkan atau di mana dia membuat kesalahan”

Hubungan dekat dengan pambalap memang diperlukan agar sang rider yakin sepenuhnya dengan mekanik mereka. Itu juga dibangun oleh Nicolas Noge yang bekerja untuk Tim Gajser di Team HRC.

“Tentu saja, pembalap dan mekanik harus memiliki hubungan yang kuat. Seorang rider harus percaya 100 persen dengan pekerjaan Anda dan tak ragu dengan apa yang Anda lakukan pada motor,” ujar Noge.

Tim Gajser, Team HRC, bersama para kru dan mekanik.

Tim Gajser, Team HRC, bersama para kru dan mekanik.

Foto oleh: Team HRC / Shot by Bavo

“Jadi, itu bisa membuat pembalap Anda merasa nyaman dan sepenuhnya fokus pada balapan. Terkadang, kami saling memahami satu sama lain tanpa harus berbicara.”

Berhasil membantu Gajser meraih gelar pada tahun lalu membuat Noge sangat senang dan berharap dapat mengulangi hal tersebut di musim-musim berikutnya.

“Tidak ada hal spesial yang saya lakukan untuknya sebelum balapan. Saya hanya mengucapkan semoga beruntung dan saya selalu yakin dia bisa melakukan yang terbaik,” ujar Noge.

“Saya bangga bisa menjadi mekanik Tim Gajser, dan tentu saja saya benar-benar senang bisa berada di posisi ini.”

dibagikan
komentar
Gajser Renovasi Trek Lama di Slovenia

Artikel sebelumnya

Gajser Renovasi Trek Lama di Slovenia

Artikel berikutnya

Cairoli: Motivasi Saya Masih Sama

Cairoli: Motivasi Saya Masih Sama
Muat komentar