Sekilas sejarah MXGP di Indonesia

dibagikan
komentar
Sekilas sejarah MXGP di Indonesia
Scherazade Mulia Saraswati
Oleh: Scherazade Mulia Saraswati , Editor
5 Mar 2017 05.09

Penantian selama dua dekade itupun berakhir sudah. Indonesia resmi untuk kembali menggelar kejuaraan dunia motocross MXGP di Pangkal Pinang pada 4-5 Maret 2017.

Penunjukkan Indonesia sebagai lokasi seri kedua berkat pertemuan dan penandatanganan kontrak yang dilakukan oleh Walikota Pangkal Pinang, Muhammad Irwansyah dan Ketua Ikatan Motor Indonesia DKI, A. Judiarto dengan Presiden Youthstream, Giuseppe Luongo dan Direktur FIM/CMS, Tony Skillington.

“Selama tiga tahun ke depan akan ada MXGP di Indonesia. Ini adalah sesuatu yang kami sambut gembira. Kami pernah mengadakan beberapa Grand Prix di sana dengan penyelenggara hebat dan banyaknya penonton. Jadi, Indonesia akan kembali dengan kuat,” ucap Luongo pada 5 Maret 2016.

Dengan kontrak berdurasi tiga tahun, maka ini berarti Indonesia akan menggelar MXGP hingga musim 2019. Adapun, belum diketahui detail apakah lokasi dua musim ke depan tetap di Pangkal Pinang atau berpindah tempat.

“Kota Pangkal Pinang dan masyarakatnya siap menyambut tamu-tamu kami dari seluruh dunia. Saya memiliki impian bahwa kota Pangkal Pinang dapat sebaik Qatar, dan dapat lebih menonjol setelah MXGP Indonesia digelar,” tandas Irwansyah.

Indonesia kali terakhir menjadi tuan rumah MXGP di Bandung pada 1997, dan tercatat hanya ada empat kali penyelenggaraan. Tiga kroser Perancis dan satu dari Italia berhasil meraih kemenangan. Sementara pabrikan yang sukses memenangi balapan di Indonesia adalah Kawasaki (empat kemenangan) dan sisanya diisi oleh Yamaha.

Dalam artikel yang dikutip dari MXGP MAG, balap motocross dunia pertama kali digelar di Indonesia, tepatnya Yogyakarta dengan kategori kelas 125cc pada 1995 silam. Sirkuit dipenuhi sekitar 60ribu penonton, yang merupakan saksi ketika kroser JHK Kawasaki, Sebastien Tortelli, keluar sebagai pemenang.

Ia lalu merebut kemenangan lagi pada 1996, dalam upaya menuju gelar juara dunia. Namun, Tortelli sempat dikalahkan oleh Federico Vialle di Race 1. Pada 1997, giliran Alessio ‘Chicco’ Chiodi yang membawa De Carli Yamaha berjaya di podium teratas.

Indonesia juga tercatat pernah menggelar kelas 250cc di Bandung, yang dimenangkan kroser Perancis, Yves Demaria. Mengawali musim bersama skuad Honda, tapi usai MXGP Venezuela, ia memutuskan kontrak kesepakatan dengan tim balap Italia tersebut. 

 

Layout trek Pangkal Pinang
Layout trek Pangkal Pinang

Foto oleh: Youthstream

Trek Pangkal Pinang

Kendati telah empat kali menggelar balap motocross dunia, MXGP Indonesia memiliki trek yang sepenuhnya baru di Pangkal Pinang. Panjang sirkuit sekitar 1.500 meter, dengan beberapa sektor gelombang dan punggung naga (dragon back) yang sedikit menyulitkan.

Selain trek baru, tantangan sebenarnya bagi kroser adalah kelembapan. Dibandingkan seri pembuka Qatar, walau digelar di padang gurun, namun cuacanya cukup dingin pada malam hari. Sedangkan di Indonesia, kroser harus berjibaku menghadapi panasnya cuaca.

Dan tak hanya itu saja, hujan deras boleh dibilang kerap mengguyur Pangkal Pinang dalam beberapa bulan terakhir. Jika kondisinya demikian, maka bisa dipastikan trek akan berlumpur begitu pekat, seperti yang terjadi pada Sabtu (4/3) kemarin.

Artikel MXGP berikutnya
WMX Indonesia: Van de Ven menang, Fontanesi frustrasi

Artikel sebelumnya

WMX Indonesia: Van de Ven menang, Fontanesi frustrasi

Next article

MXGP Indonesia: Simpson menangi Race 1, Cairoli finis keempat

MXGP Indonesia: Simpson menangi Race 1, Cairoli finis keempat
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan MXGP
Event Pangkal Pinang
Lokasi Pangkal Pinang
Penulis Scherazade Mulia Saraswati
Tipe artikel Nostalgia